Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Jajaki Kolaborasi dengan Indosat Perkuat Smart City
    • Buka Peluang Investasi, Bank Kota Bogor Gandeng Perusahaan Singapura
    • Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD
    • Pasar Jambu Dua Diresmikan Jadi Sentra Kuliner Baru
    • ‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎
    • Perumda Tirta Pakuan Lakukan Flushing Jaringan Pipa Agar Air Jernih dan Terjaga Kualitasnya
    • Petugas Gabungan Masih Disiagakan di TPAS Galuga
    • Kemenko Polkam Tinjau Aktivasi IKD dan Sosialisasi Perlinsos di Kebon Kelapa
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Drop box » Perumda PPJ Sediakan Drop Box Agar Sampah Jadi Rupiah
    Drop box

    Perumda PPJ Sediakan Drop Box Agar Sampah Jadi Rupiah

    20 Februari 20233 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor terus berinovasi, selain terus melakukan penataan pasar juga dalam mengurangi sampah plastik. Kali ini perusahaan plat merah itu menyediakan drop box yang bisa menyulap sampah jadi cuan.

    Manager K3 Perumda PPJ Kota Bogor Dedi Suharto mengatakan, fungsi drop box tersebut, hanya untuk penyimpanan sampah plastik bekas botol air kemasan.

    Tetapi, dalam membuang sampah plastik agar menjadi nilai rupiah itu tidak asal buang lalu dapat uang, tetapi prosesnya masyarakat harus download dulu aplikasi Mountrash.

    Sebagai gambaran lanjut dia, kalau untuk botol air mineral kemasan 600 mililiter kurang lebih Rp40 – 50 rupiah untuk satu botol, dan untuk jenis lain nilainya bervariasi.

    Jadi setelah memiliki aplikasi itu, masyarakat yang ingin membuang sampah, akan memilih menu, disitu tinggal pilih jenis sampah plastik apa yang di buang, setelah itu baru masukan sampah ke dalam drop box.

    “Setiap kita memasukan satu botol , itu nilai rupiah itu akan langsung masuk ke dalam saldo aplikasi. Jadi disini kita lebih mengetahui secara ril, apa yang kita buang dan berapa nilai rupiah yang kita dapat,” terangnya.

    Diakui Dedi, sejauh ini pihaknya baru memiliki satu unit drop box dan sementara ditempatkan di Pasar Gunung Batu, tetapi kedepan akan dipindah ke pasar-pasar yang memiliki potensi sampah lebih banyak sehingga menghasilkan sampah lebih maksimal.

    “Kemari dipasang di Pasar Gunung Batu, tapi kami berencana akan di pindahkan ke Blok F Pasar Kebon Kembang,” katanya.

    Sebab kata dia, untuk menempatkan drop box ini harus dipelajari juga, sejauh ini telah ditempatka di satu pasar dalam kurun waktu tertentu dan sejauh mana pendapatan sampahnya.

    “Kemarin di tempatkan di Pasar Gunung Batu sudah 3-4 bulan, trus kita evaluasi, kemudian kita akan ambil data dari pasar yang lain,” ungkapnya.

    Jadi, drop box ini akan bergulir, setelah beberapa waktu juga akan kembali di geser ke pasar lain. Agar mengetahui seberapa besar pendapatan dari pasar-pasar tertentu.

    “Iya, sementara kita masih mempelajari tentang sirkulasi pembuahan sampahnya, trus penarikannya dan kami akan memproses satu dulu dan ditempatkan secara bergilir di pindah pindah dari pasar ka pasar,” tuturnya.

    Digulirkannya drop box tersebut kata Dedi, tujuannya untuk mengetahui berapa banyak sampah yang dihasilkan, sehingga nanti akan ketahuan berapa drop box yang di perlukan.

    “Kaya kemarin kami pasang di Pasar Gunung Batu, kondisinya belum banyak, mungkin karena disitu para pedagang bukan unsur yang menghasilkan sampah botol-botol plastik kemasan, mungkin mereka minumnya dengan media yang lain, sehingga sirulasinya kurang banyak,” tambahnya.

    Dia juga mengatakan, untuk mengoptimalkan fungsi drop box tersebut, masih perlu sosialisasi kepada masyarakat luas, dan harapanya, jika di pasang di Blok H ini akan menghasilkan sampah lebih banyak, karena disitu selain pedagang juga ada perkantoran.

    “Ya, di blok f ini kan selain pedagang dan pengunjungnya lebih banyak, juga ada kantor. Saat rapat ada bekas air minum berbeda dengan pasar tradisional yang hanya jualan sayuran,” tandasnya.

    Dia berharap, program drop box tersebut bisa membantu masyarakat merubah kebiasaan dalam membuang sampah, setidaknya jika membuang sampah botol plastik ke dalam drop box ini ada nilai rupiah yang di dapatkan.

    Dedi Suharto Perumda Pasar Pakuan Jaya
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Apresiasi

    Dapat Penghargaan Kemanusiaan dari PMI, Bima Arya Siap Terus Kolaborasi

    23 September 2022
    Kota Bogor

    Termiskin di Jawa Barat, Atty Somaddikarya Khawatir Kota Bogor Miskin Permanen

    23 Juni 2023
    Jawa Barat

    Dorong Demokrasi Hijau, Pengamat Minta Revisi Aturan dari Hulu ke Hilir

    11 Juli 2024
    Kota Bogor

    SDN Cimanggu Diresmikan, Dedie Tegaskan Komitmen Meningkatkan Pendidikan

    16 Desember 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Perumda Tirta Pakuan Dikategorikan BUMD Air Minum Sehat oleh Kementrian PUPR

    23 Februari 2022

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sehat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

    Bisnis

    HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

    28 Mei 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak 98 wali kota anggota…

    Bogor

    Kompak, Bima dan Atang hingga PWI Jabar Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

    4 September 2022

    BOGOR – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar selama…

    Ekonomi

    Harga Berangsur Normal, Mendag Cek Bahan Pokok di Kota Bogor

    18 Maret 2024

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik…

    Ekonomi

    Pansus RPJMD Dorong Penurunan Kemiskinan, Atty Somaddikarya Desak OPD Fokus pada Program Pro-Rakyat

    19 Juli 2025

    BOGOR – Dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor…

    Daerah

    Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

    14 Maret 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.