Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kemenko Kumham Imipas Kunjungi Kota Bogor, Bahas Penguatan Reformasi Hukum
    • Atlet Peraih Emas di Porprov Dijamin Masuk Kerja di BUMD Kota Bogor
    • PJSI Kota Bogor Targetkan 12 Emas di Porprov XV 2026
    • Persiapan Tiga Tahun Buahkan Hasil, Judo Kota Bogor Sapu Bersih Emas Nomor Judo di Hari Pertama Porprov 2026
    • Atlet Nasional Warnai Ketatnya Persaingan Cabor Panahan di Porprov Jabar XV 2026
    • Dedie Rachim Sampaikan Pesan Kerukunan dan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Bogor
    • 43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan
    • Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Komisi II Dorong Reformasi Parkir, Peran Danru Diusulkan Dihapus
    Kota Bogor

    Komisi II Dorong Reformasi Parkir, Peran Danru Diusulkan Dihapus

    5 Agustus 20263 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR — DPRD Kota Bogor menilai sistem pengelolaan parkir saat ini perlu dibenahi secara menyeluruh guna meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menutup celah kebocoran. Salah satu langkah yang didorong adalah penyederhanaan alur setoran dengan menghapus peran Danru dalam penerimaan uang parkir.

    Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus, usai rapat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor di ruang rapat Komisi II DPRD Kota Bogor, Rabu (5/8/2026).

    Menurut Rifki, mekanisme setoran parkir perlu diubah agar pembayaran dari pengguna bisa langsung masuk ke sistem yang terhubung dengan pemerintah tanpa melalui perantara.

    “Intinya tinggal ketegasan dan keberanian Kepala Dinas. Alurnya harus benar-benar diubah. Pengguna parkir, jukir, nah jukirnya harus langsung setor, tidak ada lagi Danru,” kata Rifki.

    Ia menjelaskan, ke depan Danru cukup menjalankan fungsi pengawasan di lapangan tanpa terlibat dalam pengelolaan uang parkir.

    “Danru tugasnya sekarang hanya sebatas pengawasan dan pengecekan, benar atau tidaknya segala macam di jukir. Jadi dari pengguna parkir, jukir sudah langsung harus setor. Tidak ada lagi Danru pegang uang,” tegasnya.

    Selain itu, DPRD juga mendorong penerapan sistem digital dalam pengelolaan parkir, seperti penggunaan QR, virtual account, hingga aplikasi untuk pencatatan transaksi.

    “Itu harus, virtual account, QR, dan aplikasi. Intinya nanti dari Dishub kita lagi coba dorong penguatan pengaplikasian, baik itu parkir tercatat dengan aplikasi yang mereka buat,” ujarnya.

    Rifki menambahkan, sistem digital tersebut perlu diselaraskan dengan mekanisme pencetakan tiket parkir yang saat ini masih melibatkan Bappeda.

    “Nanti kita mau coba sinkronkan, apakah tetap Bappeda yang mencetak atau memang di aplikasi nanti yang dibuat oleh Dishub,” jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa transaksi tunai di lapangan harus mulai dikurangi bahkan dihilangkan agar alur penerimaan lebih transparan dan akuntabel.

    “Intinya harus ada virtual account dan tidak ada lagi cash di lapangan,” katanya.

    Menurutnya, perubahan sistem ini penting untuk memangkas rantai setoran yang selama ini berpotensi menimbulkan kebocoran.

    “Menghindari kebocoran. Saat ini kebocoran karena itu tiga: pengguna parkir, jukir, Danru baru ke Pemkot. Kalau itu langsung kita potong saja. Danru sudah tidak ada terima duit lagi,” ungkapnya.

    Sebagai perbandingan, DPRD Kota Bogor bersama sejumlah perangkat daerah telah melakukan kunjungan kerja ke Kota Malang untuk mempelajari pengelolaan parkir. Rifki menilai ada kesamaan dari sisi jumlah penduduk, meski jumlah kendaraan di Kota Bogor lebih tinggi.

    “Penduduk hampir sama dengan Kota Malang. Tapi dari kendaraan bermotor lebih banyak kita. Nah, kenapa di Malang lebih bagus?” ujarnya.

    Dari hasil studi tersebut, ia menilai kunci utama keberhasilan terletak pada konsistensi dan ketegasan dalam penerapan sistem.

    “Intinya tinggal ketegasan dan keberanian Kepala Dinas,” imbuhnya.

    Terkait target pendapatan, Rifki mengungkapkan adanya perbedaan antara hasil kajian dengan target yang disusun pemerintah daerah. Salah satu kajian dari IPB memperkirakan potensi pendapatan parkir mencapai sekitar Rp12 miliar, sementara Dishub menargetkan Rp6 miliar pada 2027.

    “Kalau beberapa kajian kan ada yang dari kajian IPB Rp 12 miliar. Tapi kemarin Dishub menargetkan Rp 6 miliar,” ungkapnya.

    Namun demikian, ia menyoroti realisasi pendapatan parkir yang masih tergolong rendah hingga saat ini, sehingga diperlukan perhitungan target yang lebih realistis.

    “Realisasi tahun ini sampai sekarang baru di bawah Rp 2 miliar. Ini harusnya bisa lebih dirasionalisasi terkait target,” pungkasnya.

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Update Kasus HRS, Bima Arya Dipanggil Bareskrim

    18 Januari 2021
    BUMD

    Dedie Rachim Apresiasi Capaian Direksi Perumda Tirta Pakuan Periode 2020–2025

    30 Oktober 2025
    Jalan Kaki

    Rajinlah Jalan Kaki Supaya Sehat

    3 Oktober 2022
    Kesehatan

    Covid-19 Terus Meroket, Bima Arya Minta Pemerintah Pusat Keluarkan Kebijakan Lebih Ketat

    28 Juni 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Atang Trisnanto Dukung Moratorium Minimarket di Kota Bogor

    27 April 2022

    BOGOR – Keberadaan minimarket di Kota Bogor kian lama kian menjamur. Namun, pertumbuhan jumlah minimarket…

    Daerah

    Hari Koperasi Nasional ke-75, Bima Arya Tekankan Lima Hal Ini

    29 Juli 2022

    Adaptasi, edukasi, kolaborasi, transparansi dan ekspansi menjadi lima agenda besar yang perlu dilaksanakan agar koperasi…

    Anggaran

    Komisi II Dorong APBD 2023 Berpihak Kepada Koperasi dan UMKM

    17 Oktober 2022

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor telah selesai menggelar rapat kerja dengan mitra kerja…

    DPRD Kota Bogor

    DPRD Kota Bogor Dorong Langkah Strategis Antisipasi Dampak Tarif Impor AS terhadap UMKM Lokal

    9 April 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor secara serius merespons kebijakan tarif impor 32 persen yang baru…

    Daerah

    BRI Bogor Pajajaran Salurkan Bantuan Tenda dan Kursi untuk Warga Desa Cilember

    22 November 2025

    BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) melalui BRI Branch Office Bogor Pajajaran kembali menunjukkan…

    Ekonomi

    Dirum PPJ Dikabarkan Mundur, Dewan Minta Segera Cari Plt

    5 Agustus 2026

    BOGOR — Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifky Alaydrus, merespons pengajuan pengunduran diri…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.