BOGOR – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) mulai menyiapkan rencana revitalisasi kawasan eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor usai proses pembongkaran rampung.
Sembari menunggu proses pembangunan, lahan tersebut untuk sementara difungsikan sebagai area parkir guna mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Suryakencana.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, mengatakan proses pembongkaran kedua bangunan telah selesai dan kini memasuki tahap pemanfaatan sementara.
“Pasar dan Plaza Bogor itu kan sudah selesai proses pembongkaran. Kita sudah finalisasi. Sekarang sedang kita fungsikan sementara untuk menampung tempat parkir,” kata Jenal.
Menurutnya, keberadaan lahan parkir sementara dibutuhkan mengingat tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Bogor, terutama saat akhir pekan.
Area eks Pasar Bogor dimanfaatkan sebagai parkir bus dan truk, sedangkan lahan eks Plaza Bogor digunakan untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
“Karena banyak kunjungan ke Kota Bogor terutama Sabtu dan Minggu, kemacetan di kawasan Suryakencana bisa dikurangi dengan kendaraan masuk ke dalam eks gedung pasar itu. Di belakangnya untuk bus dan truk, kemudian depannya yang dulunya eks Plaza Bogor untuk motor dan mobil,” ujarnya.
Pemanfaatan lahan parkir tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir Desember 2026.
Setelah itu, Perumda PPJ akan memasuki tahapan mencari mitra investasi melalui mekanisme beauty contest.
“Nah, kami di Perumda sedang menyiapkan konsep untuk persiapan beauty contest. Setelah itu kita dapat investor baru, kemudian proses kerja sama untuk mulai revitalisasi,” ungkapnya.
Jenal menjelaskan, konsep pengembangan kawasan mengacu pada kajian Highest and Best Use (HBU) yang telah disusun pada 2022.
Kawasan tersebut dirancang sebagai kawasan terpadu (mixed use) yang menggabungkan fungsi perdagangan, parkir, perhotelan, hingga ruang pertemuan.
“Di situ adalah gedung parkir yang harus mampu menampung banyak kendaraan, kemudian convention hall, pasar bersih, dan hotel untuk menunjang aktivitas convention hall. Jadi dibuat terintegrasi dengan bangunan-bangunan lain, tapi fungsi pasarnya tidak hilang,” jelasnya.
Selain itu, kawasan tersebut juga direncanakan terhubung langsung dengan Kebun Raya Bogor melalui pembangunan skybridge sehingga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus mendukung sektor pariwisata Kota Bogor.
Ia menambahkan, gedung parkir yang direncanakan nantinya memiliki kapasitas hingga ribuan kendaraan.
Menurutnya, konsep tersebut dipilih karena lokasi eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor merupakan lahan premium yang dinilai kurang optimal apabila hanya difungsikan sebagai pasar.
“Itu hasil kajian konsultan. Karena lahannya premium, kalau hanya fungsi pasar saja kurang optimal, sehingga harus di-mix use dengan fungsi-fungsi lain,” katanya.
Untuk pengelolaannya, Jenal memastikan fungsi pasar tetap berada di bawah Perumda PPJ, sedangkan fasilitas lain seperti hotel maupun convention hall berpeluang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
“Pengelolaan pasar bersih pasti dikelola oleh Perumda. Tapi untuk fungsi-fungsi lain kita bisa kerjasamakan dengan pihak ketiga,” pungkasnya.
