Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pesan Kepedulian dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
    • Dedie Rachim Apresiasi Pameran Edukasi Baitul Maqdis di Kota Bogor
    • Atty Somaddikarya Desak Dugaan Kejanggalan Pasal 18 PKPU 19/2023 Diusut
    • Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum
    • Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV
    • Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini
    • Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT
    • Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Ekonomi » Banyak Kepingan Sejarah Tercecer, JKPI Jalin Kerjasama dengan Perpusnas dan ANRI
    Ekonomi

    Banyak Kepingan Sejarah Tercecer, JKPI Jalin Kerjasama dengan Perpusnas dan ANRI

    26 Maret 20223 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Bima Arya mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, berkarakter dan berpengaruh. Sejarah pun mencatat itu.

    Namun, masih banyak kepingan-kepingan sejarah yang tercecer. Diperlukan langkah-langkah untuk menyusun puzzle-puzzle masa depan yang lebih cerah, lebih berbudaya dan berkarakter.

    “Ikhtiar hari ini adalah bukan saja bergerak ke belakang untuk mengenang masa-masa hebat itu. Tetapi sebagai bekal untuk berkembang ke depan, menjemput masa depan untuk menjadi bangsa yang besar,” ungkap Bima Arya dalam kegiatan Penandatanganan Kerjasama antara JKPI dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Yogyakarta, Jumat (25/3/2022).

    Kerjasama tersebut dalam rangka pengembangan arsip, bahan perpustakaan dan naskah kuno untuk kota berdaya serta kota berbudaya. Selain itu, juga dibahas mengenai pengembangan city gallery untuk di Kota Pusaka anggota JKPI.

     

     

    “Banyak teman-teman kepala daerah yang sangat konsern, sangat peduli, kepada hal yang sifatnya pelestarian budaya menjaga warisan pusaka. Tapi tidak sedikit juga yang cuek banget. Cueknya mungkin karena tidak paham, cueknya mungkin karena bukan prioritas,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Wali Kota Bogor ini.

    Bima menjelaskan, ada juga faktor egoisme politis pemimpin dari masa ke masa yang secara sistematis berupaya menghancurkan warisan legacy rezim sebelumnya dengan memanipulasi sejarah.

    “Tetapi ada juga faktor ketidaksengajaan atau ketidak tahuan saja. Kealpaan belaka yang sifatnya teknis. Sehingga kemudian kita memiliki kelangkaan bagaimana kita bisa belajar dari masa lalu,” jelasnya.

    Ia menambahkan, harus diakui banyak sejarah yang terputus di bangsa ini, mulai dari level tertinggi sampai level kota.

    Bima mencontohkan, bagaimana bangsa-bangsa di Eropa, di Amerika yang menghargai pemimpin-pemimpin masa lalu, menempatkan mereka dengan segala dinamika dan kontroversinya secara proporsional sehingga bisa belajar dari kehebatan, bahkan belajar dari kegagalan para pendahulu.

    “Bagaimana bangsa-bangsa besar itu menghidupkan legacy masa lalu dengan cara yang menarik sehingga generasi masa kini bisa belajar. Ikhtiar JKPI, Perpusnas dan ANRI hari ini bukan saja untuk mencari dokumentasi lama, tapi ingin memiliki niat yang serius untuk menjadikan masa lalu sebagai referensi untuk menyusun masa depan,” tandasnya.

     

     

    Di tempat yang sama, Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando sependapat dengan yang dikatakan Bima Arya. Menurutnya, yang diperlukan adalah bagaimana kita harus mengaktualisasikan wisdom agar hadir di tengah-tengah kita.

    “Tentu bukan hanya anggota JKPI, mestinya seluruh wali kota/bupati, seluruh gubernur memiliki kesadaran sejarah untuk mengangkat harkat dan martabat daerah dari semua peran kepemimpinan yang kita mainkan di antara bangsa-bangsa di dunia,” ujar Syarif.

    Menurutnya, kegiatan penandatanganan kerjasama pengembangan arsip, bahan perpustakaan dan naskah kuno ini adalah momentum yang harus kita angkat bersama bahwa bangsa Indonesia mestinya jauh lebih membanggakan karena Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar dan berpengaruh.

    Sementara itu, Kepala ANRI Imam Gunarto mengatakan, kerjasama yang dilakukan ini sesuai dengan amanah yang disampaikan Presiden Joko Widodo agar kita mendokumentasikan karya seni dan budaya secara lebih giat untuk disajikan kepada generasi milenial.

    “Pak Presiden resah dengan milenial kita yang sekarang ini terpenuhi dengan berbagai macam informasi yang referensinya tidak jelas, yang sumbernya tidak bisa dirujuk,” kata Imam.

    “Oleh karena itu kerasipan dan perpustakaan harus bahu membahu membanjiri informasi yang reliable, informasi yang betul-betul bisa membuat generasi muda cinta kepada budayanya. Dalam kesempatan ini saya merasa bangga dengan kepala daerah yang memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk mengembangkan supaya berdaya dan lebih berbudaya,” pungkasnya.

     

    Bima Arya
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    DPRD Kota Bogor

    50 Anggota Dewan Terpilih Kota Bogor Periode 2024-2029

    4 Maret 2024
    Kesehatan

    Volume Sampah Rumah Tangga di Kota Bogor Meningkat Selama Pemberlakuan PPKM

    2 Agustus 2021
    Perumda Tirta Pakuan

    Teras Sukasari Mulai Operasional, Rino Indira: Kedepan Akan Tambah Spot Menarik Lagi

    29 Desember 2023
    Kerajinan Limbah

    DWP Perumda Tirta Pakuan Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Rupiah

    25 November 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang di Pasar Kota Bogor Tetap Berjualan

    1 Maret 2022

    BOGOR – Seolah mengikuti tren kenaikan harga kedelai yang menyeret harga tahu tempe, kini harga…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor – IAI Tazkia Tandatangani MoU

    16 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Agama Islam (IAI) Tazkia…

    BBM

    Pemicu Inflasi, Ketua DPRD Kota Bogor : Batalkan Kenaikan BBM

    9 September 2022

    BOGOR – Keputusan Pemerintah menaikkan harga BBM di tengah situasi ekonomi yang sulit seperti saat…

    Ekonomi

    BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika Melaksanakan Layanan Terbatas Cuti Bersama Idul Adha 1445 Hijriah

    19 Juni 2024

    BOGOR – BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika melaksanakan Layanan Terbatas dalam rangka Cuti…

    Ekonomi

    Kerja Sama Perumda Tirta Pakuan Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Nilai Aset

    26 Agustus 2025

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah agar dapat…

    Daerah

    Kelurahan Katulampa Dorong Pengembangan Wahana Ngalun di Bendung Katulampa

    16 April 2026

    BOGOR – Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, terus menggali potensi wisata yang dimiliki wilayahnya sebagai…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.