BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama PT Bagasasi Asiatama Mandiri (BAM) resmi membuka sentra kuliner baru di Pasar Jambu 2 pada Kamis (17/9/2026).
Meskipun awalnya dirancang untuk pusat perdagangan sembako dan daging bagi pedagang Pasar Bogor, area lantai atas akhirnya dialihfungsikan menjadi pusat kuliner yang kini dipadati ratusan pelaku UMKM dan ribuan pengunjung.
Direktur Utama PT BAM, H.M. Ages, menjelaskan bahwa perubahan konsep ini dilakukan untuk memberikan ruang terbaik bagi para pelaku usaha setelah area tersebut sempat kosong.
“Awalnya desain tempat ini bukan untuk pusat kuliner, tetapi untuk sembako, daging, dan sayur-mayur. Sarananya awalnya dari pedagang Pasar Bogor mau masuk ke sini, tetapi mereka betah di sana, ya sudah tak apa-apa. Saat area kosong, kami berikan yang terbaik dijadikan area UMKM,” ujar Ages saat peresmian, Kamis (17/9/2026).
Sentra kuliner ini kini diisi oleh 147 UMKM yang datang dari berbagai daerah seperti Bogor, Depok, hingga Jakarta. Guna mendukung keberlangsungan usaha para pedagang, pihak pengelola menetapkan tarif sewa yang sangat ramah di kantong sesuai arahan Wali Kota Bogor.
“Saat ini Pak Wali menyampaikan jangan terlampau mahal, kayaknya Rp200.000 per bulan. Jadi ada tambahan Rp200.000 per bulannya, biaya tetap terjangkau oleh para UMKM. Kita masih ada 400 kios dan los yang kosong, jadi apabila teman-teman mau membawa UMKM ke Pasar Jambu 2, kita masih terima hari ini,” jelas Ages.
Sejak diubah menjadi kawasan kuliner, tingkat kunjungan masyarakat melonjak drastis hingga mencapai hampir 1.800 orang saat akhir pekan, bahkan menarik minat warga dari Jakarta, Tangerang, dan Sukabumi.
Untuk mengatasi kemacetan dan penuhnya kendaraan, pengelola langsung melakukan cut and fill lahan seluas 3.000 meter persegi di bagian belakang gedung sebagai tambahan area parkir.
Melihat antusiasme tinggi dari masyarakat luar kota yang datang berjuang naik kereta ke Bogor, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta pihak pengelola untuk terus menyempurnakan fasilitas kenyamanan, mulai dari tata letak meja hingga perbaikan sirkulasi udara.
“Untuk kuliner, ada catatan penambahan. Nah, memang ini saya kritiknya mungkin tata letak ya, layout meja, kemudian juga sirkulasi udara mau tidak mau memang harus disesuaikan dengan banyaknya tenan ini,” tegas Dedie
Mengingat banyak pengunjung yang datang jauh-jauh dari luar kota demi mencicipi kuliner di Pasar Jambu 2, Dedie A. Rachim menegaskan pentingnya menghadirkan tempat yang representatif dan nyaman bagi masyarakat.
Karena jauh-jauh orang, kan tadi saya dengar ada yang dari Sukabumi, dari Tangerang, banyak sekali dari Jakarta mereka berjuang naik kereta katanya kan ke Bogor. Kalau tempatnya kurang representatif kan kasihan buat mereka. Jadi saya minta kepada pengelola, coba ditata lagi,” tegas Dedie.

