Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Meriahkan Bogor Jazz Hujan, Pecinta Musik Jazz Dimanjakan dengan Konsep Intimate Experience
    • Pelaku Penggelapan Dana Tabungan Koperasi Ditetapkan Sebagai Tersangka
    • Denny Mulyadi Harap BPBD Kota Bogor Terus Tingkatkan SDM dan Pelayanan
    • Sampaikan Duka Mendalam, Banu Bagaskara dan Kader PDI Perjuangan Sambangi Korban Longsor Bondongan
    • Cuaca Ekstrem Picu Keretakan Jalan Saleh Danasasmita, Dedie Rachim Instruksikan Penutupan Jalur
    • Pemkot Dukung Ketahanan Pangan Nasional Lewat Penanaman Jagung Serentak 
    • Bocor Miliaran, DPRD Kota Bogor Soroti Pajak Parkir Alfamart dan Indomaret
    • Tingkatkan Response Time, Komisi IV DPRD Kota Bogor Dorong Pengadaan Mobil Rescue Damkar
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Ini Penjelasan BMKG Soal Angin Kencang di Bogor
    Kesehatan

    Ini Penjelasan BMKG Soal Angin Kencang di Bogor

    2 November 20202 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Angin kencang yang melanda beberapa wilayah termasuk Kota Bogor, dipicu lantaran perubahan tekanan udara di bagian selatan Pangandaran, Jawa Barat,

    Hal itu dijelaskan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko, Asep Firman Ilahi, dalam keterangam tertulis, Senin (2/11/2020).

    “Angin kencang hari ini disebabkan adanya arus low level jetstream, dari pemantauan peta streamline hari ini memang ada gangguan cuaca berupa tekanan rendah di sebelah selatan Pangandaran,” kata Firman.

    Ia mengatakan, perubahan tersebut yang menjadi pemicu adanya pusaran siklonik (pusaran angin) yang menyebabkan perubahan arus angin level bawah, terutama angin permukaan di dataran tinggi di Jawa Barat, salah satunya di Kota Bogor.

    “Secara umum memang sekarang dalam masa peralihan atau disebut musim Pancaroba. Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” tambahnya.

    Musim kemarau saat ini, lanjut Asep, terbilang singkat dibandingkan tahun lalu karena fenomena La Nina yang membawa banyak curah hujan di Indonesia.

    “Penyebab utama musim kemarau yang singkat ini lebih dikarenakan kondisi suhu muka laut di selatan Pulau Jawa, saat ini dalam keadaan hangat dan lebih hangat dari biasanya.

    ” Anomali ataubpenyimpangan ini hingga lebih besar dari 2 derajat celcius. Tentunya bisa memicu terjadinya sumber tekanan rendah dan angin dari segala penjuru akan mengisi ruang udara yang rendah ini,” bebernya.

    Saat ini, pantauan anomali suhu di Nino3.4 (Samudera Pasifik) pun berada pada level -1.5 derajat celcius dan kecenderungan semakin turun.

    “Imbasnya, apabila anomali suhu di Pasifik makin turun, maka sebaliknya ada kecenderungan suhu di Samudera Hindia (Indonesia) akan makin naik. Jika kondisi ini terus berkembang makin hangat, maka imbasnya peluang hujan akan makin besar, sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan lainnya,” pungkas Asep.

    Akibat fenomena cuaca ini, tercatat ada 4 titik pohon tumbang di Kota Bogor akibat angin kencang pada Senin (2/11/2020).

    Alhasil, dilaporkan 4 pemotor mengalami luka-luka dan satu mobil rusak berat.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kuliner

    Pembangunan Pusat Kuliner Jalan Pajajaran Capai 60 Persen

    14 September 2023
    Kota Bogor

    DPRD Kota Bogor Godok Raperda Sistem Pertanian Organik

    28 Juni 2022
    Kota Bogor

    Bioskop di Kota Bogor Belum Beroperasi, Ini Kata Kata Walikota Bogor

    16 Oktober 2020
    Kesehatan

    Lahan Eks BLBI di BNR Dijadikan KUA dan Kantor Kemenag

    9 Februari 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Banyak Kepingan Sejarah Tercecer, JKPI Jalin Kerjasama dengan Perpusnas dan ANRI

    26 Maret 2022

    Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Bima Arya mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa…

    Ekonomi

    Rakernas, Bima Arya Akan Resmikan Tugu Apeksi di Kota Padang

    26 Juni 2022

    Wali Kota Bogor yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (Apeksi), Bima Arya menerima kedatangan…

    Ekonomi

    Jauh dari Pusat Kota, Bima Arya Pastikan Warga Tetap Dapat Perhatian Pemkot

    20 September 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya kembali menjalankan program ‘Ngantor di Kelurahan’. Hari ini, Selasa (20/9/2022)…

    Ekonomi

    Pasar Jambu Dua Diresmikan, Diharapkan Kolaboratif Untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

    17 Oktober 2024

    BOGOR – Penjabat Wali Kota Bogor, Heri Antasari, secara resmi mengoperasikan dan menghadiri acara syukuran…

    Daerah

    Ikhtiar TP PKK Kota Bogor Bangun Kesehatan Mental

    24 Oktober 2025

    Kesehatan mental warga Kota Bogor menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).…

    Ekonomi

    RAPBD 2021 Akan Fokus Pada Lima Program Prioritas

    1 Desember 2020

    Barayanews.co.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, RAPBD 2021 merupakan salah satu langkah maju…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.