Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pesan Kepedulian dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
    • Dedie Rachim Apresiasi Pameran Edukasi Baitul Maqdis di Kota Bogor
    • Atty Somaddikarya Desak Dugaan Kejanggalan Pasal 18 PKPU 19/2023 Diusut
    • Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum
    • Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV
    • Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini
    • Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT
    • Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Ini Penjelasan BMKG Soal Angin Kencang di Bogor
    Kesehatan

    Ini Penjelasan BMKG Soal Angin Kencang di Bogor

    2 November 20202 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Angin kencang yang melanda beberapa wilayah termasuk Kota Bogor, dipicu lantaran perubahan tekanan udara di bagian selatan Pangandaran, Jawa Barat,

    Hal itu dijelaskan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko, Asep Firman Ilahi, dalam keterangam tertulis, Senin (2/11/2020).

    “Angin kencang hari ini disebabkan adanya arus low level jetstream, dari pemantauan peta streamline hari ini memang ada gangguan cuaca berupa tekanan rendah di sebelah selatan Pangandaran,” kata Firman.

    Ia mengatakan, perubahan tersebut yang menjadi pemicu adanya pusaran siklonik (pusaran angin) yang menyebabkan perubahan arus angin level bawah, terutama angin permukaan di dataran tinggi di Jawa Barat, salah satunya di Kota Bogor.

    “Secara umum memang sekarang dalam masa peralihan atau disebut musim Pancaroba. Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” tambahnya.

    Musim kemarau saat ini, lanjut Asep, terbilang singkat dibandingkan tahun lalu karena fenomena La Nina yang membawa banyak curah hujan di Indonesia.

    “Penyebab utama musim kemarau yang singkat ini lebih dikarenakan kondisi suhu muka laut di selatan Pulau Jawa, saat ini dalam keadaan hangat dan lebih hangat dari biasanya.

    ” Anomali ataubpenyimpangan ini hingga lebih besar dari 2 derajat celcius. Tentunya bisa memicu terjadinya sumber tekanan rendah dan angin dari segala penjuru akan mengisi ruang udara yang rendah ini,” bebernya.

    Saat ini, pantauan anomali suhu di Nino3.4 (Samudera Pasifik) pun berada pada level -1.5 derajat celcius dan kecenderungan semakin turun.

    “Imbasnya, apabila anomali suhu di Pasifik makin turun, maka sebaliknya ada kecenderungan suhu di Samudera Hindia (Indonesia) akan makin naik. Jika kondisi ini terus berkembang makin hangat, maka imbasnya peluang hujan akan makin besar, sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan lainnya,” pungkas Asep.

    Akibat fenomena cuaca ini, tercatat ada 4 titik pohon tumbang di Kota Bogor akibat angin kencang pada Senin (2/11/2020).

    Alhasil, dilaporkan 4 pemotor mengalami luka-luka dan satu mobil rusak berat.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Syarief Hasan Harap Hibah Pariwisata Untuk Kota Bogor Bisa Maksimal

    18 November 2020
    Kesehatan

    Pria Tua Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Shelter Bus Sindangrasa Wangun

    28 September 2020
    Kesehatan

    25 Puskesmas dan 68 Kelurahan di Kota Bogor Jadi Lokasi Vaksin Booster

    13 Januari 2022
    Penurunan kualitas air

    Intensitas Hujan Tinggi, Perumda Tirta Pakuan Jaga Kualitas Air 

    17 Februari 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Pemkot Bogor – Grab Gelar Temu Bisnis Suryakencana

    18 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar acara Temu Bisnis Suryakencana bersama Grab di Hotel Salak…

    Bantuan Sosial

    Dinsos Kota Bogor Bina Ratusan Agen dan E-Warung Penyalur BPNT

    15 September 2022

    Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor menggelar rapat evaluasi tingkat kecamatan dalam program Sembako 2022 di…

    Ekonomi

    BRI Unit Cibinong Branch Office Cibinong Fasilitasi UMKM dengan Edukasi Digital Perbankan

    25 Juni 2024

    CIBINONG – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Cibinong Supervisi Branch Office (BO) Cibinong menggelar…

    Daerah

    Tirta Pakuan Dorong Perspektif Baru Tentang Air Minum

    15 September 2025

    JAKARTA – Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan menilai, telah terjadi…

    Daerah

    Tirta Pakuan Tekan Angka Kebocoran Secara Komperhensif

    30 April 2026

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus berupaya menekan angka kebocoran air sebagai bagian…

    Daerah

    Selamatkan Keanekaragaman Hayati dan Ekonomi, SMIAS Jalin Kerjasama Antar Lembaga

    16 Maret 2022

    BOGOR – Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop), FAO Indonesia…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.