Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kemenko Kumham Imipas Kunjungi Kota Bogor, Bahas Penguatan Reformasi Hukum
    • Atlet Peraih Emas di Porprov Dijamin Masuk Kerja di BUMD Kota Bogor
    • PJSI Kota Bogor Targetkan 12 Emas di Porprov XV 2026
    • Persiapan Tiga Tahun Buahkan Hasil, Judo Kota Bogor Sapu Bersih Emas Nomor Judo di Hari Pertama Porprov 2026
    • Atlet Nasional Warnai Ketatnya Persaingan Cabor Panahan di Porprov Jabar XV 2026
    • Dedie Rachim Sampaikan Pesan Kerukunan dan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Bogor
    • 43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan
    • Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » BPBD Kota Bogor Sosialisasi dan Simulasi Alat Peringatan Dini Banjir
    Alam

    BPBD Kota Bogor Sosialisasi dan Simulasi Alat Peringatan Dini Banjir

    30 Juni 20223 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor melakukan sosialisasi dan simulasi alat sistem peringatan dini banjir di Sungai Ciheuleut, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (29/6/2022).

    Pemasangan alat ini tidak lepas dari kondisi banjir akibat debit atau luapan arus air Sungai Ciheuleut saat curah hujan cukup tinggi.

    Sosialisasi dan simulasi dihadiri langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas, Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, Kepala Bagian Tapem Setda Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah, Lurah Tanah Baru dan Lurah Cibuluh.

    Dihadapan warga, Syarifah menyebutkan, dengan data kebencanaan yang dimiliki BPBD Kota Bogor sudah seharusnya diimbangi dengan inovasi dalam menghadapinya untuk menangani persoalan bencana, minimal mampu mengurangi kerugian yang ditimbulkannya.

    “Alat ini menjadi bukti dari tantangan yang ada dan salah satu bentuk kolaborasi serta partisipasi warga. Alat ini hanya warning, yang utama itu adalah kita harus mampu mitigasi (pencegahan). Jadi tidak hanya menangani saja dan menganalisis faktor apa yang menyebabkan bencana itu bisa terjadi.Ke depan alatnya akan kita evaluasi, efektifitasnya seperti apa, semoga ada teknologi yang lebih baik lagi. Yang jelas saya bangga, ini namanya teknologi tepat guna yang terkadang lebih efektif karena warga sendiri yang merasakannya,” kata Sekda.

    Namun keberadaan alat ini kata Syarifah, tergantung dari sumber daya manusia yang ada di belakangnya. Untuk itu kepedulian dan pemahaman warga diharapkan tetap terjaga dalam menjalani simulasi secara periodik dan sosialisasi bersama sebagai langkah antisipasi untuk menghindari dampak bencana yang lebih besar.

    Disamping itu, agar tidak muncul kelalaian dan menganggap sebagai hal yang biasa jika ada peringatan. Setelah dipasang, pemeliharaan secara berkala agar tersebut tetap dapat berfungsi dengan baik dan optimal.

    “Ke depan diharapkan tidak hanya alat sistem peringatan dini untuk bencana banjir, tetapi juga tanah longsor. Di Kota Bogor ada 4 kejadian bencana yang mendominasi, yaitu banjir, longsor, pohon tumbang dan angin puting beliung,” sebutnya.

    Selain mitigasi, penyuluhan, edukasi dan sosialisasi kebencanaan menjadi faktor pendukung lainnya. Sekda berharap aparatur wilayah memiliki data yang lengkap, salah satunya data kondisi wilayah dan potensi bencana sehingga dapat diambil tindakan sebagai langkah mitigasi.

    Pada kesempatan itu, ia mengajak untuk mengenali alam, daerah yang memiliki titik-titik rawan bencana dan cara mitigasi sehingga potensi korban dan kerugian dapat dieliminir.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas menerangkan, pemasangan dan simulasi alat sistem pendeteksi dini banjir tidak lepas dari peran dan kontribusi para relawan di Forum Penanggulangan Resiko Bencana di Kelurahan Panaragan.

    Warga sambung Theo berharap agar pemasangan alat ini tidak hanya satu, tetapi juga di titik-titik lain yang memiliki resiko banjir. Penyempurnaan diperlukan agar efektifitas dari penggunaannya dapat optimal dan maksimal.

    “Dengan pemasangan alat sistem peringatan atau deteksi dini banjir bukan berarti tidak akan terjadi banjir lagi, tetapi memberikan peringatan dini bagi warga sehingga dapat mengamankan barang-barangnya dan menghindari dampak atau kerugian yang lebih besar,” katanya.

    Penanganan oleh dinas terkait juga diharapkan agar dapat segera ditangani sehingga mencegah kondisi dan dampak yang lebih parah akibat dari banjir yang bisa merugikan warga.

    Turut hadir dalam sosialisasi dan simulasi para ketua RT dan RW, lurah Cibuluh dan Tanah Baru, Kapolsek Bogor Utara, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanah Baru.

    Syarifah Sofiah
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat, Dedie Rachim Tekankan Kualitas dan Fasilitas Dukung Kenyamanan Siswa

    24 September 2026
    Alam

    Peringatan 205 Tahun Kebun Raya Bogor, Griya Anggrek Diresmikan

    19 Mei 2022
    Kota Bogor

    Peringati HPN, Ambulance PWI Kota Bogor Siap Berikan Layanan 

    12 Februari 2026
    Kota Bogor

    Pemkot dan Kantor Pertanahan Kota Bogor Perkuat Sinergi Optimalisasi PAD

    7 Agustus 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Atang Trisnanto Dukung Moratorium Minimarket di Kota Bogor

    27 April 2022

    BOGOR – Keberadaan minimarket di Kota Bogor kian lama kian menjamur. Namun, pertumbuhan jumlah minimarket…

    Daerah

    Hari Koperasi Nasional ke-75, Bima Arya Tekankan Lima Hal Ini

    29 Juli 2022

    Adaptasi, edukasi, kolaborasi, transparansi dan ekspansi menjadi lima agenda besar yang perlu dilaksanakan agar koperasi…

    Anggaran

    Komisi II Dorong APBD 2023 Berpihak Kepada Koperasi dan UMKM

    17 Oktober 2022

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor telah selesai menggelar rapat kerja dengan mitra kerja…

    DPRD Kota Bogor

    DPRD Kota Bogor Dorong Langkah Strategis Antisipasi Dampak Tarif Impor AS terhadap UMKM Lokal

    9 April 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor secara serius merespons kebijakan tarif impor 32 persen yang baru…

    Daerah

    BRI Bogor Pajajaran Salurkan Bantuan Tenda dan Kursi untuk Warga Desa Cilember

    22 November 2025

    BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) melalui BRI Branch Office Bogor Pajajaran kembali menunjukkan…

    Ekonomi

    Dirum PPJ Dikabarkan Mundur, Dewan Minta Segera Cari Plt

    5 Agustus 2026

    BOGOR — Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifky Alaydrus, merespons pengajuan pengunduran diri…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.