Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pasar Jambu Dua Diresmikan Jadi Sentra Kuliner Baru
    • ‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎
    • Perumda Tirta Pakuan Lakukan Flushing Jaringan Pipa Agar Air Jernih dan Terjaga Kualitasnya
    • Petugas Gabungan Masih Disiagakan di TPAS Galuga
    • Kemenko Polkam Tinjau Aktivasi IKD dan Sosialisasi Perlinsos di Kebon Kelapa
    • Ombudsman Nilai Kepatuhan Pelayanan Publik RSUD Kota Bogor
    • Metode Pemadaman Kebakaran di TPAS Galuga
    • 99 Persen Padam, Pemkot Bogor Tetap Siagakan Personel di TPAS Galuga
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » BPBD Kota Bogor Sosialisasi dan Simulasi Alat Peringatan Dini Banjir
    Alam

    BPBD Kota Bogor Sosialisasi dan Simulasi Alat Peringatan Dini Banjir

    30 Juni 20223 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor melakukan sosialisasi dan simulasi alat sistem peringatan dini banjir di Sungai Ciheuleut, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (29/6/2022).

    Pemasangan alat ini tidak lepas dari kondisi banjir akibat debit atau luapan arus air Sungai Ciheuleut saat curah hujan cukup tinggi.

    Sosialisasi dan simulasi dihadiri langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas, Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, Kepala Bagian Tapem Setda Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah, Lurah Tanah Baru dan Lurah Cibuluh.

    Dihadapan warga, Syarifah menyebutkan, dengan data kebencanaan yang dimiliki BPBD Kota Bogor sudah seharusnya diimbangi dengan inovasi dalam menghadapinya untuk menangani persoalan bencana, minimal mampu mengurangi kerugian yang ditimbulkannya.

    “Alat ini menjadi bukti dari tantangan yang ada dan salah satu bentuk kolaborasi serta partisipasi warga. Alat ini hanya warning, yang utama itu adalah kita harus mampu mitigasi (pencegahan). Jadi tidak hanya menangani saja dan menganalisis faktor apa yang menyebabkan bencana itu bisa terjadi.Ke depan alatnya akan kita evaluasi, efektifitasnya seperti apa, semoga ada teknologi yang lebih baik lagi. Yang jelas saya bangga, ini namanya teknologi tepat guna yang terkadang lebih efektif karena warga sendiri yang merasakannya,” kata Sekda.

    Namun keberadaan alat ini kata Syarifah, tergantung dari sumber daya manusia yang ada di belakangnya. Untuk itu kepedulian dan pemahaman warga diharapkan tetap terjaga dalam menjalani simulasi secara periodik dan sosialisasi bersama sebagai langkah antisipasi untuk menghindari dampak bencana yang lebih besar.

    Disamping itu, agar tidak muncul kelalaian dan menganggap sebagai hal yang biasa jika ada peringatan. Setelah dipasang, pemeliharaan secara berkala agar tersebut tetap dapat berfungsi dengan baik dan optimal.

    “Ke depan diharapkan tidak hanya alat sistem peringatan dini untuk bencana banjir, tetapi juga tanah longsor. Di Kota Bogor ada 4 kejadian bencana yang mendominasi, yaitu banjir, longsor, pohon tumbang dan angin puting beliung,” sebutnya.

    Selain mitigasi, penyuluhan, edukasi dan sosialisasi kebencanaan menjadi faktor pendukung lainnya. Sekda berharap aparatur wilayah memiliki data yang lengkap, salah satunya data kondisi wilayah dan potensi bencana sehingga dapat diambil tindakan sebagai langkah mitigasi.

    Pada kesempatan itu, ia mengajak untuk mengenali alam, daerah yang memiliki titik-titik rawan bencana dan cara mitigasi sehingga potensi korban dan kerugian dapat dieliminir.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas menerangkan, pemasangan dan simulasi alat sistem pendeteksi dini banjir tidak lepas dari peran dan kontribusi para relawan di Forum Penanggulangan Resiko Bencana di Kelurahan Panaragan.

    Warga sambung Theo berharap agar pemasangan alat ini tidak hanya satu, tetapi juga di titik-titik lain yang memiliki resiko banjir. Penyempurnaan diperlukan agar efektifitas dari penggunaannya dapat optimal dan maksimal.

    “Dengan pemasangan alat sistem peringatan atau deteksi dini banjir bukan berarti tidak akan terjadi banjir lagi, tetapi memberikan peringatan dini bagi warga sehingga dapat mengamankan barang-barangnya dan menghindari dampak atau kerugian yang lebih besar,” katanya.

    Penanganan oleh dinas terkait juga diharapkan agar dapat segera ditangani sehingga mencegah kondisi dan dampak yang lebih parah akibat dari banjir yang bisa merugikan warga.

    Turut hadir dalam sosialisasi dan simulasi para ketua RT dan RW, lurah Cibuluh dan Tanah Baru, Kapolsek Bogor Utara, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanah Baru.

    Syarifah Sofiah
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Aklamasi, Zaenul Mutaqin Pimpin DPC PPP Kota Bogor

    13 Oktober 2021
    Olahraga

    Suso Melempem, Rossoneri Punya Juru Gedor Baru

    27 Januari 2020
    Kesehatan

    Diah Pitaloka Salurkan APD ke Puskesmas di Kota Bogor

    4 April 2020
    Kesehatan

    Soroti Krisis Obat RSUD, Banu Bagaskara Dorong Percepatan Pembahasan Raperda Kesehatan 

    9 Oktober 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Perda Disahkan, Bima Arya : Biskita Trans Pakuan Bisa Disubsidi APBD

    5 April 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Perumda Trans Pakuan dan Kodjari menggelar pres conference…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Sampaikan Rancangan KUA-PPAS Tahun 2023

    15 Juli 2022

    Plh. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon…

    Ekonomi

    DPC IWAPI Kota Bogor Terus Dorong Pengembangan UMKM

    30 September 2022

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bogor melakukan audiensi dengan Wali…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor Kawal Distribusi Gas 3 Kg

    6 Februari 2025

    BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, melakukan inspeksi ke dua pangkalan Liquefied…

    Ekonomi

    BRI Bogor Pajajaran Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bogor

    31 Oktober 2025

    BOGOR – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial…

    Daerah

    Promosi Digital Dongkrak Minat UMKM Isi Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua

    30 Juni 2026

    BOGOR – Pasar Jambu Dua kini tak lagi sekadar menjadi pusat perdagangan. Lantai dua pasar…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.