Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Raih Peringkat Pertama sebagai Pemerintahan Kota Terbaik dari KPK
    • Komitmen YKI Kota Bogor untuk Tingkatkan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
    • Sinergi Pemkot dan JCI Femme Perkuat Upaya Penurunan Stunting
    • Satgas KKMP Diminta Proaktif Pra-operasionalisasi
    • Atty Somaddikarya : Kader Terbaik Pimpin Kembali PDIP Kota Bogor
    • Kembali Ditetapkan Sebagai ketua DPC, Ini Target PDI Perjuangan Kota Bogor
    • Dedie Rachim Bersama Japas Telusuri Jejak Sejarah Tirto Adhi Soerjo di Bogor
    • Bogor Open Internal Judo Championship 2025 Dibuka, Dedie Rachim Motivasi Bibit Muda Agar Terus Dikembangkan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Pertama di Indonesia, Kota Bogor Deklarasikan Plastic Smart Cities
    Kesehatan

    Pertama di Indonesia, Kota Bogor Deklarasikan Plastic Smart Cities

    27 Agustus 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Dalam upaya mengurangi dan mengelola sampah plastik, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama deklarasi Plastic Smart Cities dengan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia.

    Program ini merupakan inisiasi WWF bekerjasama dengan kota-kota di seluruh dunia untuk menjauhkan plastik dari alam.

    Dengan penandatangan ini, Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang mendeklarasikan menerapkan Plastic Smart Cities.

    Penandatangan secara langsung dilakukan Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Ketua Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia, Alexander Rusli di teras Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Kamis (26/8/2021).

    Sebelum penandatangan, Bima Arya menegaskan, Kota Bogor siap menjadi pilot project, mulai dari lokasi hingga resources (sumber daya). Bahkan jika diperlukan akan dialokasikan dalam APBD untuk mendukung modal lain yang sudah dimiliki Kota Bogor.

    “Hari ini kita harus melangkah jauh, bukan hanya awareness (kepedulian) tetapi juga action (aksi) untuk memastikan rantai pengelolaan sampah rapi dan semakin kuat dari hulu ke hilir. Ini adalah langkah maju untuk menguatkan rantai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dan momentum yang ada sangat tepat, ketika di masa pandemi kita menjadi concern dengan public health dan kebersihan lingkungan,” kata Bima Arya didampingi Sekda, Syarifah Sofiah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Denny Wismanto, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Adi Novan dan Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) yang juga Sekretaris Satgas Ciliwung, Een Irawan Putra.

    Bima Arya menyampaikan, salah satu persoalan yang paling besar adalah kecenderungan setiap pihak dalam mendefinisikan kedaruratan secara berbeda. Hal yang dipandang darurat oleh komunitas belum tentu dipandang darurat oleh pemerintah. Bagi Pemkot Bogor, melihat ada hal-hal yang tidak dilakukan saat ini dan memiliki dampak yang dahsyat di masa depan, itu termasuk darurat.

    “Dan hari ini kita melihat hal yang sangat darurat adalah saat kita tidak melakukan apapun terhadap hal yang berkaitan dengan Green City, perubahan cuaca dan yang lainnya. Bagaimana kita bisa menyimpulkan hal tersebut darurat, yaitu dengan dan melalui data dan kolaborasi. Data dikumpulkan dan diambil kemudian kolaborasi dibangun, dari situlah kita melihat bahaya jika kita tidak melakukan apapun terkait dengan plastic reduction, pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, maka kita akan melihat bencana itu datang dengan semakin cepat. itu darurat. Sehingga tidak ada gunanya hal-hal yang banyak kita lakukan hari ini ketika yang tadi saya sebutkan tidak dilakukan,” paparnya.

    Kota Bogor kata dia, patut bersyukur karena memiliki dukungan yang kuat dari civil society, komunitas dan berbagai pihak yang sangat peduli terhadap lingkungan. Mulai dari data, resources (sumberdaya), advice (saran) konsep, dibangun jaringan tidak hanya nasional tetapi juga internasional.

    “Itu modal yang luar biasa. Awareness is one thing but action another thing (kesadaran adalah satu hal tetapi tindakan adalah hal lain), awareness tidak pernah putus. Namun hari ini kita tidak cukup hanya membangunkan awareness tanpa dibarengi dengan action. Dan hari ini kita melihat entry point untuk terus action dan ke depan. Kolaborasi adalah modal, tapi tidak akan cukup jika tidak ada action,” jelas Bima Arya.

    Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia, Prof. Ani Mardiastuti menyatakan, perjanjian kerja sama deklarasi Plastic Smart Cities antara Pemkot Bogor dengan Yayasan WWF Indonesia merupakan langkah yang lebih dalam usaha mengurangi dan mengelola sampah plastik, selain itu juga menjadi inisiatif yang sangat baik.

    “Sebagaimana yang disampaikan perwakilan WWF Internasional, John Duncan, ini merupakan inisiatif tingkat regional yang ada di 19 kota dan 5 negara. Sebagai warga Bogor tentunya saya merasa bangga karena Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan Plastic Smart Cities,” kata Ani yang juga dosen di Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Enam Klub Pemburu Capolista Gagal Menang, Serie A Masih Dipuncaki Milan

    22 Februari 2022
    Kota Bogor

    Komisi IV Tagih Laporan Dana CSR Tahun 2021

    30 Mei 2022
    Kota Bogor

    Ketua DPC Repdem Kota Bogor, Tokoh Muda Inspiratif Peduli Corona

    10 April 2020
    Kesehatan

    Sidang Paripurna HJB 539 Digelar Sederhana, Ketua DPRD Paparkan Target Pembenahan Kota Bogor

    4 Juni 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Cek Stok Minyak Goreng, Atang Tampung Curhatan Pedagang Pasar

    25 Februari 2022

    BOGOR – Mencuatnya isu kelangkaan minyak goreng di pasaran ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota…

    Daerah

    APEKSI Beri Masukan ke Pemerintah Pusat Soal Penghapusan Tenaga Honorer

    11 Juni 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya menyatakan, larangan mempekerjakan honorer bagi…

    Aspirasi

    Terima Aspirasi Aksi Mahasiswa, DPRD Kota Bogor Akan Teruskan ke DPR-RI

    6 September 2022

    BOGOR – Gelombang penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terjadi di Kota Bogor.…

    Ekonomi

    Atty Somaddikarya Prihatin, Daya Beli Masyarakat Bulan Ramadhan Lesu

    26 Maret 2024

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengungkapkan keprihatinannya kepada masyarakat di bulan Ramadhan…

    Ekonomi

    Adityawarman: Koperasi Merah Putih Jangan Buka Warung

    30 Juli 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil setuju dengan pendapat Prof. Lukman M Baga…

    Bisnis

    Selain Pengembangan Rumah Sakit, Jepang Jajaki Kerja Sama Restoran dan Jamur Sitake

    5 April 2022

    Sebelum bertolak ke Jepang, Diplomat Muda Bidang Ekonomi KBRI Tokyo Pandu Utama Manggala kembali…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2025 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.