Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Perkuat Implementasi SAKIP untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
    • Presiden Prabowo Subianto Serahkan Bantuan 160 Becak Listrik di Kota Bogor
    • Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Peran IWAPI Terus Ditingkatkan
    • Pemkot Bogor Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Bunda PAUD Ingatkan Pentingnya Tumbuh Kembang Alami Anak
    • Papan Nama Dirusak dan Diintimidasi, Aset Eks Kapolres Bogor di Cikeas Masuk Jalur Hukum
    • Jalan Merdeka Ditata, Pemkot Bogor Tertibkan PKL dan Angkot
    • Sambut Kapolresta Bogor Kota yang Baru, Dedie Rachim: Pintu Komunikasi Selalu Terbuka
    • Purna Bakti Boris Derurasman, Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Pertama di Indonesia, Kota Bogor Deklarasikan Plastic Smart Cities
    Kesehatan

    Pertama di Indonesia, Kota Bogor Deklarasikan Plastic Smart Cities

    27 Agustus 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Dalam upaya mengurangi dan mengelola sampah plastik, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama deklarasi Plastic Smart Cities dengan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia.

    Program ini merupakan inisiasi WWF bekerjasama dengan kota-kota di seluruh dunia untuk menjauhkan plastik dari alam.

    Dengan penandatangan ini, Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang mendeklarasikan menerapkan Plastic Smart Cities.

    Penandatangan secara langsung dilakukan Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Ketua Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia, Alexander Rusli di teras Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Kamis (26/8/2021).

    Sebelum penandatangan, Bima Arya menegaskan, Kota Bogor siap menjadi pilot project, mulai dari lokasi hingga resources (sumber daya). Bahkan jika diperlukan akan dialokasikan dalam APBD untuk mendukung modal lain yang sudah dimiliki Kota Bogor.

    “Hari ini kita harus melangkah jauh, bukan hanya awareness (kepedulian) tetapi juga action (aksi) untuk memastikan rantai pengelolaan sampah rapi dan semakin kuat dari hulu ke hilir. Ini adalah langkah maju untuk menguatkan rantai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dan momentum yang ada sangat tepat, ketika di masa pandemi kita menjadi concern dengan public health dan kebersihan lingkungan,” kata Bima Arya didampingi Sekda, Syarifah Sofiah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Denny Wismanto, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Adi Novan dan Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) yang juga Sekretaris Satgas Ciliwung, Een Irawan Putra.

    Bima Arya menyampaikan, salah satu persoalan yang paling besar adalah kecenderungan setiap pihak dalam mendefinisikan kedaruratan secara berbeda. Hal yang dipandang darurat oleh komunitas belum tentu dipandang darurat oleh pemerintah. Bagi Pemkot Bogor, melihat ada hal-hal yang tidak dilakukan saat ini dan memiliki dampak yang dahsyat di masa depan, itu termasuk darurat.

    “Dan hari ini kita melihat hal yang sangat darurat adalah saat kita tidak melakukan apapun terhadap hal yang berkaitan dengan Green City, perubahan cuaca dan yang lainnya. Bagaimana kita bisa menyimpulkan hal tersebut darurat, yaitu dengan dan melalui data dan kolaborasi. Data dikumpulkan dan diambil kemudian kolaborasi dibangun, dari situlah kita melihat bahaya jika kita tidak melakukan apapun terkait dengan plastic reduction, pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, maka kita akan melihat bencana itu datang dengan semakin cepat. itu darurat. Sehingga tidak ada gunanya hal-hal yang banyak kita lakukan hari ini ketika yang tadi saya sebutkan tidak dilakukan,” paparnya.

    Kota Bogor kata dia, patut bersyukur karena memiliki dukungan yang kuat dari civil society, komunitas dan berbagai pihak yang sangat peduli terhadap lingkungan. Mulai dari data, resources (sumberdaya), advice (saran) konsep, dibangun jaringan tidak hanya nasional tetapi juga internasional.

    “Itu modal yang luar biasa. Awareness is one thing but action another thing (kesadaran adalah satu hal tetapi tindakan adalah hal lain), awareness tidak pernah putus. Namun hari ini kita tidak cukup hanya membangunkan awareness tanpa dibarengi dengan action. Dan hari ini kita melihat entry point untuk terus action dan ke depan. Kolaborasi adalah modal, tapi tidak akan cukup jika tidak ada action,” jelas Bima Arya.

    Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia, Prof. Ani Mardiastuti menyatakan, perjanjian kerja sama deklarasi Plastic Smart Cities antara Pemkot Bogor dengan Yayasan WWF Indonesia merupakan langkah yang lebih dalam usaha mengurangi dan mengelola sampah plastik, selain itu juga menjadi inisiatif yang sangat baik.

    “Sebagaimana yang disampaikan perwakilan WWF Internasional, John Duncan, ini merupakan inisiatif tingkat regional yang ada di 19 kota dan 5 negara. Sebagai warga Bogor tentunya saya merasa bangga karena Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan Plastic Smart Cities,” kata Ani yang juga dosen di Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Promosi dan Rotasi ASN Dinilai Tidak Objektif, Ceu Atty Minta Poin dalam Perwali Dihapus

    2 Maret 2021
    Bogor Flora Festival

    Hadiri Bogor Flora Festival, Dedie Rachim Ingin Event Tanaman Hias Masuk Kalender Tahunan Kota Bogor

    26 Agustus 2022
    Kesehatan

    Jalan Jenderal Sudirman Akan Dibuka Normal, Tapi…

    20 Januari 2021
    Trending

    Jalankan Fungsi Pengawasan Komisi I dan II Lakukan Sidak ke Kantor OPD

    19 November 2024
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Lima Orang Positif, Bima Imbau Salah Satu Bank Swasta Tutup Sementara

    3 Desember 2020

    Barayanews.co.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Panin Bank di…

    Daerah

    Terima Banyak Aduan Soal Pinjol, DPRD Kota Bogor Siapkan Raperda

    30 Mei 2022

    BOGOR – DPRD Kota Bogor saat ini tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perlindungan…

    Ekonomi

    Wali Kota Bogor Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2022 dan KUA-PPAS 2023

    16 Agustus 2022

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menggelar rapat paripurna yang membahas rancangan Kebijakan Umum…

    APEKSI

    APEKSI Siap Kolaborasi dengan LKPP, Dorong Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri di Daerah

    8 Februari 2023

    Jajaran Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) melakukan pertemuan dengan Kepala Lembaga Pengadaan…

    Anti Korupsi

    Wujudkan Dunia Usaha Antikorupsi, Pelaku Usaha Kota Bogor Ikuti Bimtek

    28 Mei 2025

    BOGOR – Sebanyak 100 pelaku usaha di Kota Bogor menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dunia…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Harap Gedung Paviliun BSI Tingkatkan Pelayanan dan Kenyamanan Nasabah

    20 Januari 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, berharap kehadiran Gedung Paviliun Bank Syariah Indonesia…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.