Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Siapkan Beauty Contest, Perumda Pasar Bakal Konsep Eks Pasar Bogor Jadi Kawasan Terpadu
    • Pasar Merdeka Segera Beroperasi, PPJ Siapkan Relokasi Ratusan Pedagang dan PKL
    • Komisi II Dorong Reformasi Parkir, Peran Danru Diusulkan Dihapus
    • Edukasi Antikorupsi di Perumda Tirta Pakuan, Fokus pada Mitigasi Risiko dan AGHT
    • Dirum PPJ Dikabarkan Mundur, Dewan Minta Segera Cari Plt
    • Optimalkan Distribusi Air, Tirta Pakuan Aktifkan Pipa di MA Salmun
    • Komisi III Desak Revitalisasi Terminal Bubulak Disertakan Penataan Transportasi
    • Bojongkerta Kekeringan, BPBD Kota Bogor Distribusikan Air Bersih
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Ekonomi » Selamatkan Keanekaragaman Hayati dan Ekonomi, SMIAS Jalin Kerjasama Antar Lembaga
    Daerah

    Selamatkan Keanekaragaman Hayati dan Ekonomi, SMIAS Jalin Kerjasama Antar Lembaga

    16 Maret 20223 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

     

     

    BOGOR – Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop), FAO Indonesia bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyelenggarakan National Validation Workshop Strengthening Capacities for Prevention, Control and Management of Invasive Alien Species (SMIAS) in Indonesia pada awal Februari 2022 lalu.

     

    Hasilnya proyek SMIAS ini dianggap sangat penting untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati di Indonesia, selain itu SMIAS ini bertujuan untuk memperkuat komitmen multistakeholder dalam mencari solusi terbaik dalam mengatasi risiko dan dampak yang timbul dari kejadian Invasive Alien Species (IAS) di Indonesia.

     

    Diketahui, kegiatan online workshop dihadiri dari FAO Indonesia, FAO Representative Asia Pacific, Kementerian dan Lembaga Penelitian, Pemerintah Dearah, Perguruan Tinggi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, serta perwakilan masyarakat lokal dari kedua taman nasional sebanyak 100 peserta.

     

    Perwakilan FAO Indonesia, Dr. Ageng Setiawan Herianto menyatakan, bahwa dokumen proyek SMIAS yang ditetapkan menekankan esensi dari kolaborasi antar lembaga yang kuat dalam mengelola IAS, termasuk keterlibatan masyarakat lokal.

     

    “Maka itu, pentingnya menetapkan program yang jelas untuk mendapatkan dukungan pembiayaan bersama dari lembaga nasional dan internasional,” ungkap Ageng dalam keterangan tertulis pada Selasa (15/3/2022) sore.

     

    Sementara itu, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetika pada KLHK, Indra Exploitasia menyampaikan, beberapa hal penting untuk mengevaluasi dokumen proyek SMIAS berdasarkan pencegahan, pengendalian dan pengelolaan IAS di Indonesia.

     

    “Saya tekankan perlunya mempersempit gap regulasi dengan mensinergikan regulasi dan kebijakan yang ada di Indonesia, khususnya dalam pencegahan, pengendalian dan penanganan IAS di Indonesia,” terangnya.

     

    Indra menambahkan, ada tiga aspek penting dalam mempersempit kesenjangan regulasi, yang pertama meningkatkan sinergi antar regulasi untuk mencapai titik awal yang kokoh dalam pengendalian dan pengelolaan IAS di Indonesia. Memfokuskan Proyek SMIAS pada spesies tumbuhan asing invasif tanpa mengabaikan pengendalian dan pengelolaan spesies hewan asing invasif.

     

    “Hal terakhir mencari manfaat inovatif IAS (tumbuhan dan hewan) bagi masyarakat,” tambahnya.

     

    Ketua Tim Proyek SMIAS dari CABI, Dr Arne Witt mempresentasikan, laporan kemajuannya tentang pembentukan Dokumen Proyek SMIAS, dirinya juga menyampaikan bahwa Proyek SMIAS terdiri dari beberapa komponen, seperti kebijakan, peningkatan kapasitas, isu gender dan masyarakat lokal. Dirinya juga menjelaskan, IAS merupakan ancaman serius bagi ekosistem dan habitat.

     

    “Berbagai kendala dan dampak secara langsung maupun tidak langsung dihadapi oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kerjasama antar lembaga dan antar pemerintah dalam pengendalian dan pengelolaan IAS di Indonesia. Keterbatasan dana dan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni juga menjadi kendala serius,” jelasnya.

     

    Dr Arne menyatakan, bahwa aspek terpenting dari Proyek SMIAS adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya membagikan tiga komponen Proyek SMIAS, pertama penguatan kerangka kebijakan, kelembagaan dan pendanaan untuk pengelolaan IAS di Indonesia. Kedua mendemonstrasikan pengelolaan IAS di dua Taman Nasional di Indonesia yaitu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Pulau Jawa) dan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (Pulau Sulawesi).

     

    “Ketiga meningkatkan kesadaran masyarakat lokal di sekitar kedua taman nasional melalui pengelolaan bagaimana menyesuaikan diri dengan keadaan. Keluaran, dari lokakarya ini difokuskan pada penyusunan beberapa skema pembiayaan bersama antar lembaga dan antar pemerintah serta kerjasama antar pemangku kepentingan,” pungkasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Ketua TAPD Dianggap Berkelit Soal Sarpras Kelurahan, Atty Somaddikarya Meradang

    21 Desember 2021
    Esteh Indonesia

    Gandeng Reza Rahadian dan Bima Arya, Esteh Indonesia Kenalkan Fruit Series Special Tea

    23 Juli 2023
    Kota Bogor

    Marak Judi Online, Pakar dan Tokoh Agama Minta Penanganan dari Berbagai Sisi

    22 September 2025
    Perdagangan

    Kawani Bogor Gandeng BPN Bogor Bagikan Seribu Paket Sembako Gratis ke Warga

    19 April 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Tingkatkan Kualitas Pelaku Usaha, Diskop & UMKM Gaungkan Program Bogor Hitz

    25 Mei 2021

    Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor menggeber program Bogor Hitz demi meningkatkan daya beli masyarakat dan kualitas pelaku UMKM ditengah dampak pandemi covid-19.

    Daerah

    BKAD Gelar Sosialisasi UU Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Perpajakan

    19 Mei 2022

    Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor menggelar sosialisasi bendahara pengeluaran di Ibis…

    Ekonomi

    Evaluasi Reformasi Birokrasi, Bima Arya Paparkan Berbagai Program Inovasi di Kota Bogor

    20 Agustus 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memaparkan perkembangan reformasi birokrasi di Kota Bogor. Hal ini dilakukan…

    Edukasi

    Bima Arya Kukuhkan TPAKD, Percepat Akses Keuangan

    20 Juli 2023

    Wali Kota Bogor, Bima Arya mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bogor di…

    Daerah

    Pasar Gembrong Sukasari Siap Diresmikan

    9 Juni 2025

    BOGOR – Progres pembangunan Pasar Gembrong Sukasari di Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor…

    Daerah

    Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

    28 Januari 2026

    BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.