Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kalahkan Perenang Bandung dan Bekasi, Gilbert Raih Emas Renang Porprov XV Jabar 2026
    • Kemenko Kumham Imipas Kunjungi Kota Bogor, Bahas Penguatan Reformasi Hukum
    • Atlet Peraih Emas di Porprov Dijamin Masuk Kerja di BUMD Kota Bogor
    • PJSI Kota Bogor Targetkan 12 Emas di Porprov XV 2026
    • Persiapan Tiga Tahun Buahkan Hasil, Judo Kota Bogor Sapu Bersih Emas Nomor Judo di Hari Pertama Porprov 2026
    • Atlet Nasional Warnai Ketatnya Persaingan Cabor Panahan di Porprov Jabar XV 2026
    • Dedie Rachim Sampaikan Pesan Kerukunan dan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Bogor
    • 43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Ekonomi » Selamatkan Keanekaragaman Hayati dan Ekonomi, SMIAS Jalin Kerjasama Antar Lembaga
    Daerah

    Selamatkan Keanekaragaman Hayati dan Ekonomi, SMIAS Jalin Kerjasama Antar Lembaga

    16 Maret 20223 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

     

     

    BOGOR – Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop), FAO Indonesia bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyelenggarakan National Validation Workshop Strengthening Capacities for Prevention, Control and Management of Invasive Alien Species (SMIAS) in Indonesia pada awal Februari 2022 lalu.

     

    Hasilnya proyek SMIAS ini dianggap sangat penting untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati di Indonesia, selain itu SMIAS ini bertujuan untuk memperkuat komitmen multistakeholder dalam mencari solusi terbaik dalam mengatasi risiko dan dampak yang timbul dari kejadian Invasive Alien Species (IAS) di Indonesia.

     

    Diketahui, kegiatan online workshop dihadiri dari FAO Indonesia, FAO Representative Asia Pacific, Kementerian dan Lembaga Penelitian, Pemerintah Dearah, Perguruan Tinggi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, serta perwakilan masyarakat lokal dari kedua taman nasional sebanyak 100 peserta.

     

    Perwakilan FAO Indonesia, Dr. Ageng Setiawan Herianto menyatakan, bahwa dokumen proyek SMIAS yang ditetapkan menekankan esensi dari kolaborasi antar lembaga yang kuat dalam mengelola IAS, termasuk keterlibatan masyarakat lokal.

     

    “Maka itu, pentingnya menetapkan program yang jelas untuk mendapatkan dukungan pembiayaan bersama dari lembaga nasional dan internasional,” ungkap Ageng dalam keterangan tertulis pada Selasa (15/3/2022) sore.

     

    Sementara itu, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetika pada KLHK, Indra Exploitasia menyampaikan, beberapa hal penting untuk mengevaluasi dokumen proyek SMIAS berdasarkan pencegahan, pengendalian dan pengelolaan IAS di Indonesia.

     

    “Saya tekankan perlunya mempersempit gap regulasi dengan mensinergikan regulasi dan kebijakan yang ada di Indonesia, khususnya dalam pencegahan, pengendalian dan penanganan IAS di Indonesia,” terangnya.

     

    Indra menambahkan, ada tiga aspek penting dalam mempersempit kesenjangan regulasi, yang pertama meningkatkan sinergi antar regulasi untuk mencapai titik awal yang kokoh dalam pengendalian dan pengelolaan IAS di Indonesia. Memfokuskan Proyek SMIAS pada spesies tumbuhan asing invasif tanpa mengabaikan pengendalian dan pengelolaan spesies hewan asing invasif.

     

    “Hal terakhir mencari manfaat inovatif IAS (tumbuhan dan hewan) bagi masyarakat,” tambahnya.

     

    Ketua Tim Proyek SMIAS dari CABI, Dr Arne Witt mempresentasikan, laporan kemajuannya tentang pembentukan Dokumen Proyek SMIAS, dirinya juga menyampaikan bahwa Proyek SMIAS terdiri dari beberapa komponen, seperti kebijakan, peningkatan kapasitas, isu gender dan masyarakat lokal. Dirinya juga menjelaskan, IAS merupakan ancaman serius bagi ekosistem dan habitat.

     

    “Berbagai kendala dan dampak secara langsung maupun tidak langsung dihadapi oleh banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kerjasama antar lembaga dan antar pemerintah dalam pengendalian dan pengelolaan IAS di Indonesia. Keterbatasan dana dan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni juga menjadi kendala serius,” jelasnya.

     

    Dr Arne menyatakan, bahwa aspek terpenting dari Proyek SMIAS adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya membagikan tiga komponen Proyek SMIAS, pertama penguatan kerangka kebijakan, kelembagaan dan pendanaan untuk pengelolaan IAS di Indonesia. Kedua mendemonstrasikan pengelolaan IAS di dua Taman Nasional di Indonesia yaitu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Pulau Jawa) dan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (Pulau Sulawesi).

     

    “Ketiga meningkatkan kesadaran masyarakat lokal di sekitar kedua taman nasional melalui pengelolaan bagaimana menyesuaikan diri dengan keadaan. Keluaran, dari lokakarya ini difokuskan pada penyusunan beberapa skema pembiayaan bersama antar lembaga dan antar pemerintah serta kerjasama antar pemangku kepentingan,” pungkasnya.

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    Jawa Barat

    Pemkot Bogor Dukung Festival Radio Bogor 2022

    4 Juli 2022
    Kota Bogor

    Beri Arahan Usai Pelantikan, Bima Arya Ajak ASN All Out

    4 Februari 2023
    Pemerintahan

    SEAMEO Biotrop Luncurkan Lima Program Unggulan

    24 Juli 2022
    Kota Bogor

    Gerindra Kota Bogor Usung Jenal Mutaqin Sebagai Bacawalkot Bogor pada Pilkada 2024

    18 Maret 2024
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Musrenbang RPJMD 2023, Bima-Dedie Fokus Tuntaskan Program Prioritas

    24 Maret 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dibawah pimpinan Bima Arya dan Dedie A. Rachim tinggal selangkah lagi…

    Ekonomi

    Pendapatan Asli Daerah Kota Bogor 2021 Naik Rp 200 Miliar

    23 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama DPRD Kota Bogor menggelar rapat paripurna di gedung DPRD, Jalan…

    Ekonomi

    Pusat Harus Ikut Maksimalkan Potensi Heritage di Tiap Daerah

    19 September 2022

    Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) menggelar seminar nasional bertajuk ‘Langkah Strategis Menghadapi Persaingan Global di…

    Ekonomi

    Promosikan Pasar Tradisional, Sekda Syarifah Sofiah Belanja di Pasar Jambu Dua

    11 Agustus 2024

    BOGOR – Dalam upaya mencintai dan mempromosikan pasar tradisional, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah…

    Ekonomi

    Adityawarman Resmikan Job Fair 2025 Kota Bogor

    16 Oktober 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil bersama Wakil Walikota Bogor Jenal Mutaqin meresmikan…

    Daerah

    Amanat Menkomdigi pada Upacara Harkitnas 2026

    22 Mei 2026

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.