BOGOR – Menjelang pelaksanaan penilaian lapangan Program Bogorku Bersih Tahun 2026, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, membuka Workshop Bogorku Bersih di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (14/7/2026).
Dalam sambutannya, Dedie Rachim mengapresiasi konsistensi Radar Bogor dalam menyelenggarakan Program Bogorku Bersih yang kini memasuki tahun ke-11.
Menurutnya, selama lebih dari satu dekade, program tersebut telah berperan dalam mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi nyata dalam pengelolaan sampah melalui berbagai pendekatan, termasuk pemberian insentif.
Ia menambahkan, upaya tersebut kini diperkuat dengan hadirnya kebijakan pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
“Luar biasa, Bogorku Bersih sudah berlangsung selama 11 tahun. Alhamdulillah juga berkat perjuangan semua, arah kebijakan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, insyaallah akan selesai, dengan akan dibangunnya PSEL. Hebatnya Kota Bogor satu-satunya yang akan memiliki dua PSEL,” kata Dedie Rachim.
Ia menegaskan, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan dari hulu hingga hilir, tetapi juga mencerminkan tingkat peradaban masyarakat. Karena itu, menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan perubahan perilaku serta budaya masyarakat dalam mengelola sampah.
Sementara itu, CEO Radar Bogor sekaligus Penanggung Jawab Program Bogorku Bersih, Nihrawati, mengatakan kategori perlombaan pada Bogorku Bersih Tahun 2026 masih sama seperti tahun sebelumnya dengan total 151 peserta yang telah lolos verifikasi.
Ia menjelaskan, penilaian tahun ini lebih menitikberatkan pada proses pemilahan sampah dari sumber, ketersediaan sistem pengelolaan, kedisiplinan warga dalam memilah sampah, penerapan ekonomi sirkular melalui bank sampah, serta partisipasi masyarakat.
“Jadi titik beratnya pada sampah organik dan anorganik,” ujar Nihrawati.
Jumlah kelurahan yang mengikuti Bogorku Bersih Tahun 2026 juga meningkat menjadi 62 kelurahan, dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 26 kelurahan.
Sebanyak 62 kelurahan tersebut terdiri atas 17 kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan, 14 kelurahan di Bogor Barat, 10 kelurahan di Tanah Sareal, 8 kelurahan di Bogor Tengah, 8 kelurahan di Bogor Utara, dan 5 kelurahan di Bogor Timur.
Dari hasil verifikasi, terdapat 151 peserta yang terdiri atas 51 peserta kategori perumahan swadaya, 27 bank sampah, 27 perumahan teratur, 17 perumahan tepi sungai, 15 SMP, dan 14 SD.
Nihrawati juga memberikan apresiasi kepada kelurahan dengan jumlah peserta terbanyak, yakni Kelurahan Sindangrasa dengan 12 peserta, disusul Kelurahan Cibogor sebanyak tujuh peserta. Selanjutnya Kelurahan Mulyaharja dan Kedung Badak masing-masing mengirimkan lima peserta, Kelurahan Tanah Sareal dan Ciparigi masing-masing empat peserta, serta Kelurahan Balumbang Jaya, Pasir Kuda, dan Kencana masing-masing tiga peserta.
“Terima kasih kepada kelurahan yang telah mengirimkan RT-RT-nya. Saat ini kita sudah memasuki tahapan penilaian lapangan yang berlangsung pada Juli hingga September, sekaligus pendampingan. Semoga para peserta dapat saling memotivasi dan berbagi inovasi yang telah dilakukan di wilayahnya masing-masing,” kata Nihrawati.
