Barayanews.co.id – Puluhan pengamen yang kerap mangkal di beberapa titik lampu merah Kota Bogor digaruk tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial (dinsos) Kota Bogor pada Kamis (28/1/2021) siang.
Operasi penjaringan pengamen, badut lampu merah dan pengemis itu dilakukan lantaran mengabaikan protokol kesehatan.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelanggar dikenakan sanksi sosial berupa membersihkan areal dan dalam gedung Satgas Covid-19 Kota dilingkungan Balai Kota Bogor.
Selain melakukan pembersihan dilingkungan gedung Satgas Covid-19 Kota Bogor, para pengamen juga diberikan kesempatan untuk tampil membawakan lagu.
Hal ini dilakukan agar pihak Dinsos mengetahui kemampuan para pengamen, agar kedepannya bisa diarahkan. Para pengamen dan badut juga didata oleh pihak dinsos untuk melengkapi data serta administrasi.
“Kami fokuskan menyasar kepada para pengamen yang ada di lampu merah di wilayah Kota Bogor. Disaat pandemi ini memang kami melonggarkan aktifitas dilapangan, tetapi tetap kami atur dengan kebijakan. Namun, khusus para pengamen ini ternyata tidak menerapkan protokol kesehatan makanya kami tindak,” ucap Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syah kepada wartawan di gedung Satgas Covid-19 Kota Bogor pada Kamis (28/1/2021) siang.
Lebih lanjut ia menerangkan, sedikitnya 45 pengamen berhasil diamankan dari lampu merah jalan Abdullah Bin Nuh, Sholeh Iskandar, simpang Lottemart, Tugu Narkoba dan Jambu dua.
“Harapan kami kedepannya, walaupun mereka ngamen tetapi mereka harus mengikuti aturan seperti menjalankan protokol kesehatan, tidak berkerumun dan sebagainya sehingga warga yang lain merasa nyaman,” tambahnya.