Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kalahkan Perenang Bandung dan Bekasi, Gilbert Raih Emas Renang Porprov XV Jabar 2026
    • Kemenko Kumham Imipas Kunjungi Kota Bogor, Bahas Penguatan Reformasi Hukum
    • Atlet Peraih Emas di Porprov Dijamin Masuk Kerja di BUMD Kota Bogor
    • PJSI Kota Bogor Targetkan 12 Emas di Porprov XV 2026
    • Persiapan Tiga Tahun Buahkan Hasil, Judo Kota Bogor Sapu Bersih Emas Nomor Judo di Hari Pertama Porprov 2026
    • Atlet Nasional Warnai Ketatnya Persaingan Cabor Panahan di Porprov Jabar XV 2026
    • Dedie Rachim Sampaikan Pesan Kerukunan dan Keberagaman Jadi Kekuatan Kota Bogor
    • 43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Kritisi Perwali Tentang Batas Usia RT/RW, Atty Somaddikarya : Mematikan Demokrasi Tingkat Bawah
    Kota Bogor

    Kritisi Perwali Tentang Batas Usia RT/RW, Atty Somaddikarya : Mematikan Demokrasi Tingkat Bawah

    15 Januari 20262 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PDI Perjuangan, Atty Somaddikarya, menyuarakan kritik keras terhadap kebijakan pembatasan usia maksimal 55 tahun bagi calon Ketua RT dan RW yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) No 8 Tahun 2025 tentang Lembaga Kemasyarakatan dan Kelurahan.

    Ia menilai aturan tersebut berpotensi melampaui kewenangan dan mencederai hak konstitusional warga.

    Menurut Atty, posisi Ketua RT dan RW adalah jabatan pada lembaga kemasyarakatan, bukan jabatan struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pejabat pemerintahan.

    Oleh karena itu, ia menilai tidak tepat jika standar usia dibatasi secara administratif layaknya jabatan birokrasi, apalagi tanpa dasar hukum yang kuat di atasnya.

    “Pembatasan usia maksimal 55 tahun dalam Peraturan Wali Kota ini patut dikoreksi secara serius. Ini berpotensi melampaui kewenangan dan bertentangan dengan prinsip hukum yang lebih tinggi,” ujar Atty dalam keterangan tertulisnya.

    Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan itu menyoroti bahwa tidak ada payung hukum di atas Perwali yang mengatur pembatasan usia tersebut. Ia merujuk pada Permendagri No. 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa.

    Dalam Permendagri tersebut, syarat menjadi pengurus hanya mengatur hal-hal umum seperti berstatus WNI, bertempat tinggal di wilayah setempat, dan dipilih oleh masyarakat. Tidak ditemukan klausul yang mengatur batas usia maksimal.

    “Sesuai asas hukum Lex Superior Derogat Legi Inferiori, peraturan yang lebih rendah tidak boleh menambah syarat baru yang tidak diatur dalam peraturan yang lebih tinggi. Artinya, Perwali tidak boleh menciptakan pembatasan usia baru jika tidak diperintahkan oleh Undang-Undang atau Permendagri,” tegasnya.

    Selain masalah legalitas, ia juga menilai aturan ini memiliki dampak sosial yang negatif. Pembatasan usia dianggap mendiskriminasi warga berusia di atas 55 tahun yang secara fisik, mental, dan sosial masih sangat mampu memimpin dan mengabdi di lingkungannya.

    Kebijakan ini juga dikhawatirkan akan menutup ruang partisipasi bagi tokoh masyarakat, sesepuh kampung, dan figur berpengalaman yang selama ini justru menjadi penopang harmoni sosial di tengah warga.

    “Pemilihan RT/RW adalah hak warga, bukan ruang untuk pembatasan administratif berlebihan,” tambahnya.

    Menutup pernyataannya, Atty meminta agar pemerintah daerah memberikan kebebasan kepada warga untuk menentukan pemimpin lingkungannya sendiri tanpa dikekang aturan yang tidak berdasar.

    “Jika negara mempercayakan kedaulatan lingkungan kepada warga, maka biarkan warga menentukan pemimpinnya. Jangan matikan demokrasi di tingkatan paling bawah dengan aturan yang tidak punya payung hukum,” pungkas Atty.

    Anggota DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya Dedie A. Rachim Fraksi PDI Perjuangan Walikota Bogor
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    Bogor Selatan

    Berkantor di Kecamatan Bogor Selatan, Dedie Rachim Tekankan Dua Hal Penting

    13 Desember 2023
    Kesehatan

    Soroti Krisis Obat RSUD, Banu Bagaskara Dorong Percepatan Pembahasan Raperda Kesehatan 

    9 Oktober 2025
    Kota Bogor

    Pelaku Pembacokan Didor Polisi, Tiga Remaja Diancam 9 Tahun Penjara

    22 Juli 2024
    Kesehatan

    Wakil Ketua DPD PDIP Berpulang, Atty Somaddikarya : Jabar Kehilangan Putra dan Kader Terbaiknya

    28 Maret 2020
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Perumda Tirta Pakuan Dikategorikan BUMD Air Minum Sehat oleh Kementrian PUPR

    23 Februari 2022

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sehat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

    Bisnis

    HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

    28 Mei 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak 98 wali kota anggota…

    Bogor

    Kompak, Bima dan Atang hingga PWI Jabar Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

    4 September 2022

    BOGOR – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar selama…

    Ekonomi

    Harga Berangsur Normal, Mendag Cek Bahan Pokok di Kota Bogor

    18 Maret 2024

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik…

    Ekonomi

    Pansus RPJMD Dorong Penurunan Kemiskinan, Atty Somaddikarya Desak OPD Fokus pada Program Pro-Rakyat

    19 Juli 2025

    BOGOR – Dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor…

    Daerah

    Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

    14 Maret 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.