Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Purna Bakti Boris Derurasman, Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih
    • 39 Tahun Mengabdi, Selamat Purna Bakti Pak Sekwan
    • Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha
    • Denny Mulyadi Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan
    • Dedie Rachim Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
    • Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban
    • YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks
    • Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Imunitas dan Antibodi Tinggi, Bima Arya Tidak Divaksin
    Kesehatan

    Imunitas dan Antibodi Tinggi, Bima Arya Tidak Divaksin

    1 Maret 20212 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Vaksinasi tahap kedua mulai dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) pada Senin (1/3/2021) ini di Puri Begawan, Kota Bogor.

    Wali Kota Bogor, Bima Arya menjadi salah satu orang yang akan mendapatkan vaksin di tahap kedua ini, namun setelah melakukan konsultasi dan diskusi kepada dokter spesialis ternyata orang nomor satu di Kota Bogor itu tidak bisa disuntik vaksin karena tingkat imunitas dan antibodi-nya masih tinggi.

    “Saya konsultasi ke dokter dan dokter menyarakan untuk di cek dulu darah secara total dan didapat bahwa tingkat imunitas atau antibodi saya menunjukan titer 197,9. Saya mendiskusikan ke beberapa dokter spesialis dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi, semua menyarankan kepada saya karena titer-nya masih tinggi jadi belum diperlukan vaksin,” ucap Bima kepada wartawan.

    Bima juga menyarankan, apabila ada penyintas yang titernya masih tinggi agar menunda dulu vaksinasi, kecuali jika titernya sudah turun berarti sudah bisa di vaksin.

    Menurut Bima, setiap penyintas berbeda-beda tingkat imunitasnya, ada yang 3 bulan hilang, ada yang 6 bulan dan ada 8 bulan sudah hilang. Sementara itu dirinya mengaku sudah genap satu tahun jadi penyintas, namun angka imunitasnya masih tinggi.

    “Sebetulnya, penyintas boleh saja divaksin namun harus setelah 3 bulan, namun mubajir, karena kalau di vaksin nanti titernya akan naik lagi,” katanya.

    Meski titer tinggi, tambah Bima tidak kemungkinan bagi penyintas untuk kembali terpapar Covid-19, demikian juga orang yang sudah di vaksin, tetapi ketika terpapar recovery-nya akan cepat, karena antibodi nya sudah ada.

    “Saya sudah minta kepada Dinkes, jatah saya akan di serahkan kepada orang yang membutuhkan seperti pelaku ekonomi yang tidak mampu agar di prioritaskan sehingga berguna bagi mereka,” tandasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Pemkot Bogor

    Komisi III DPRD Kota Bogor Bakal Soroti Proyek Strategis di Akhir Masa Jabatan Bima-Dedie

    23 November 2023
    Nasional

    Memperingati Hari Pahlawan, Repdem Tangsel Ajak Pemuda Menangkan Muhamad-Saraswati

    16 November 2020
    Air bersih

    Perumda Tirta Pakuan Tingkatkan Kapasitas Air Melalui SPAM Katulampa Tahap II

    12 Januari 2023
    Kesehatan

    316 Atlet Muda Ramaikan Kejurkot Bulutangkis Kota Bogor 2026

    1 Juli 2026
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Musrenbang RPJMD 2023, Bima-Dedie Fokus Tuntaskan Program Prioritas

    24 Maret 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dibawah pimpinan Bima Arya dan Dedie A. Rachim tinggal selangkah lagi…

    Ekonomi

    Pendapatan Asli Daerah Kota Bogor 2021 Naik Rp 200 Miliar

    23 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama DPRD Kota Bogor menggelar rapat paripurna di gedung DPRD, Jalan…

    Ekonomi

    Pusat Harus Ikut Maksimalkan Potensi Heritage di Tiap Daerah

    19 September 2022

    Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) menggelar seminar nasional bertajuk ‘Langkah Strategis Menghadapi Persaingan Global di…

    Ekonomi

    Promosikan Pasar Tradisional, Sekda Syarifah Sofiah Belanja di Pasar Jambu Dua

    11 Agustus 2024

    BOGOR – Dalam upaya mencintai dan mempromosikan pasar tradisional, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah…

    Ekonomi

    Adityawarman Resmikan Job Fair 2025 Kota Bogor

    16 Oktober 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil bersama Wakil Walikota Bogor Jenal Mutaqin meresmikan…

    Daerah

    Amanat Menkomdigi pada Upacara Harkitnas 2026

    22 Mei 2026

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.