Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Denny Mulyadi Harap BPBD Kota Bogor Terus Tingkatkan SDM dan Pelayanan
    • Sampaikan Duka Mendalam, Banu Bagaskara dan Kader PDI Perjuangan Sambangi Korban Longsor Bondongan
    • Cuaca Ekstrem Picu Keretakan Jalan Saleh Danasasmita, Dedie Rachim Instruksikan Penutupan Jalur
    • Pemkot Dukung Ketahanan Pangan Nasional Lewat Penanaman Jagung Serentak 
    • Bocor Miliaran, DPRD Kota Bogor Soroti Pajak Parkir Alfamart dan Indomaret
    • Tingkatkan Response Time, Komisi IV DPRD Kota Bogor Dorong Pengadaan Mobil Rescue Damkar
    • Komisi IV DPRD Kota Bogor dan Dispora Matangkan Persiapan Porprov 2026, Fokus Prestasi Atlet hingga Dampak Ekonomi
    • Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Kurikulum » Implementasi Kurikulum Merdeka
    Evaluasi

    Implementasi Kurikulum Merdeka

    27 Oktober 20224 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Pemerintah berencana menerapkan Kurikulum Merdeka di semua jenjang pendidikan pada tahun 2024. Saat ini prototipe kurikulum tersebut sudah diujicobakan di 2.500 sekolah. Tahun ini kurikulum itu telah diterapkan di sekolah-sekolah penggerak di setiap kota dan kabupaten. Sekolah penggerak inilah yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikannya nanti.

    Menurut Mendikbudristek, Nadiem Makarim, Kurikulum Merdeka merupakan sebuah konsep pembelajaran yang bertujuan mendalami dan mengembangkan minat serta bakat masing-masing anak. Ia mencontohkan, dua siswa di kelas yang sama, bahkan di keluarga yang sama, bisa jadi memiliki minat yang berbeda. “Sebagai orangtua kita tidak bisa memaksakan anak yang menyukai seni, untuk belajar computer secara mendalam. Begitupun sebaliknya,” kata Nadiem. Jadi kurikulum ini dirancang untuk memprioritaskan kebutuhan anak sebagai pelajar yang sedang mempersiapkan masa depan kehidupannya.

    Lalu bagaimana mengimplementasikan kurikulum ini pada kegiatan belajar dan mengajar di sekolah? Pada dasarnya sekolah diberi pilihan untuk menyusun kurikulum dan metoda belajar dan mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kelak dalam prakteknya nanti para siswa akan dilibatkan pada projek-projek pembelajaran, yang memungkinkan mereka memilih kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Di dalam projek pembelajaran itulah, setiap siswa akan mempelajari berbagai mata pelajaran hingga mencapai standar capaiannya.

    SMP Negeri I Kota Bogor, merupakan salah satu sekolah yang ditetapkan menjadi sekolah penggerak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Bogor. Menurut Dedi Husnaeni, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri1 Kota Bogor, pihaknya telah menetapkan sebagai sekolah yang sudah berada di fase Mandiri Berbagi. Artinya, SMP Negeri I Bogor sudah dan akan terus mengembangkan kurikulum secara mandiri dan kelak akan membagikan kepada sekolah lain yang memerlukan.

    “Pada kurikulum ini, inisiatif dan kreativitas metode pembelajaran berasal dari kami selaku para guru,” jelas Dedi. Namun demikian modul-modul pembelajaran, masih bisa diperoleh dari kementrian. Di samping itu sebagai salah sau sekolah penggerak, “ Kami sudah menyiapkan guru-guru penggerak, yang sudah mengikuti pelatihan penerapan kurikulum merdeka,” tambahnya. Mereka telah mengikuti berbagai pelatihan yang juga difasilitasi oleh Komite Sekolah.

    Secara teknis, saat ini kurikulum merdeka baru diterapkan pada siswa kelas 7. Sedangkan terhadap siswa kelas 8 dan 9, masih diterapkan kurikulum 2013. Di dalam prakteknya, para siswa kelas 7 akan dilibatkan pada projek-projek pembelajaran dan para siswa diperkenankan untuk memilih kegiatan sesuai minatnya masing-masing. Kegiatan ini seperti tambahan di luar kegiatan pembelajaran akademis biasa.

    Saat ini ada 3 projek kegiatan yang dilaksanakan. Masing-masing dengan tema Demokrasi, tema Kearifan Lokal serta Tema Gerak dan Tari. “Pada tema kearifan lokal, kami pilih aspek kuliner lokal untuk dipelajari dan dipraktekan oleh para siswa dan pada tema Demokrasi kami terapkan dalam bentuk pemilihan OSIS,” lanjut Dedi. Di dalam kegiatan inilah ada proses pembelajaran terhadap beberapa materi ajar.

    Hal itu diperoleh karena pada setiap kegiatan, para siswa dapat langsung menerapkan materi-materi pembelajaran, seperti bahasa, matematika dan sebagainya. Dengan demikian pengetahuan siswa diperoleh langsung dari pengalaman praktek. Di dalam ragam kegiatan yang diselenggarakan, terbuka pula peluang bagi para orangtua siswa untuk menjadi guru tamu. Mereka bisa membagi pengalaman bidang kerja atau profesi masing-masing kepada para siswa. Sekaligus hal ini menguatkan kolaborasi antara pihak sekolah dengan para orangtua dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

    Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, maka pada beberapa mata pelajaran, jam kegiatan belajarnya dikurangi masing-masing 1 jam. Jam-jam itulah yang kemudian diakumulasi dalam seminggu untuk dipakai melaksanakan projek-projek pembelajaran. Sedangkan untuk kegiatannya, para siswa diarahkan menentukan pilihannya berdasarkan peminatan masing-masing. Minat dan bakat siswa sebelumnya diketahui berdasarkan hasil tes diagnostik.

    Terakhir, seluruh capaian pembelajaran akan dievaluasi dan hasilnya disampaikan dalam dua jenis rapot. Pertama rapot dalam bentuk nilai-nilai untuk hasil pembelajaran akademis. Kedua rapot yang disajikan dalam bentuk narasi kualitatif untuk melaporkan pencapaian siswa pada bidang kegiatan yang telah diikutinya.

    Walhasil, kurikulum merdeka membuka peluang bagi setiap invidu siswa untuk memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan diri sesuai minat dan bakat masing-masing. Metode ini adalah cerminan pemahaman, bahwasanya setiap individu anak adalah manusia istimewa dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Mereka perlu dididik, diajar, dibimbing dan diarahkan supaya bisa berkembang sesuai minat dan bakat yang melekat pada dirinya masing-masing. (Advertorial)

     

    Dedi Husnaeni Nadiem Makarim
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Demo

    Aspirasi Supir Angkot Diterima Langsung Oleh DPRD Kota Bogor

    18 April 2023
    Kota Bogor

    Lindungi Para Pedagang di Pasar, Perumda PPJ Gandeng BRINS Teken Kerjasama Asuransi

    15 Oktober 2025
    Bacawalkot 2024

    Giat Pemulasaran Jenazah, Rena Da Frina Gandeng Kemenag dan BKMM Bogor Timur

    20 Agustus 2024
    Ekonomi

    Adityawarman: Koperasi Merah Putih Jangan Buka Warung

    30 Juli 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Tingkatkan Kualitas Pelaku Usaha, Diskop & UMKM Gaungkan Program Bogor Hitz

    25 Mei 2021

    Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor menggeber program Bogor Hitz demi meningkatkan daya beli masyarakat dan kualitas pelaku UMKM ditengah dampak pandemi covid-19.

    Daerah

    BKAD Gelar Sosialisasi UU Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Perpajakan

    19 Mei 2022

    Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor menggelar sosialisasi bendahara pengeluaran di Ibis…

    Ekonomi

    Evaluasi Reformasi Birokrasi, Bima Arya Paparkan Berbagai Program Inovasi di Kota Bogor

    20 Agustus 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memaparkan perkembangan reformasi birokrasi di Kota Bogor. Hal ini dilakukan…

    Edukasi

    Bima Arya Kukuhkan TPAKD, Percepat Akses Keuangan

    20 Juli 2023

    Wali Kota Bogor, Bima Arya mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bogor di…

    Daerah

    Pasar Gembrong Sukasari Siap Diresmikan

    9 Juni 2025

    BOGOR – Progres pembangunan Pasar Gembrong Sukasari di Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor…

    Daerah

    Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

    28 Januari 2026

    BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

     

    Memuat Komentar...
     

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.