Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Jajaki Kolaborasi dengan Indosat Perkuat Smart City
    • Buka Peluang Investasi, Bank Kota Bogor Gandeng Perusahaan Singapura
    • Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD
    • Pasar Jambu Dua Diresmikan Jadi Sentra Kuliner Baru
    • ‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎
    • Perumda Tirta Pakuan Lakukan Flushing Jaringan Pipa Agar Air Jernih dan Terjaga Kualitasnya
    • Petugas Gabungan Masih Disiagakan di TPAS Galuga
    • Kemenko Polkam Tinjau Aktivasi IKD dan Sosialisasi Perlinsos di Kebon Kelapa
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Kurikulum » Implementasi Kurikulum Merdeka
    Evaluasi

    Implementasi Kurikulum Merdeka

    27 Oktober 20224 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Pemerintah berencana menerapkan Kurikulum Merdeka di semua jenjang pendidikan pada tahun 2024. Saat ini prototipe kurikulum tersebut sudah diujicobakan di 2.500 sekolah. Tahun ini kurikulum itu telah diterapkan di sekolah-sekolah penggerak di setiap kota dan kabupaten. Sekolah penggerak inilah yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikannya nanti.

    Menurut Mendikbudristek, Nadiem Makarim, Kurikulum Merdeka merupakan sebuah konsep pembelajaran yang bertujuan mendalami dan mengembangkan minat serta bakat masing-masing anak. Ia mencontohkan, dua siswa di kelas yang sama, bahkan di keluarga yang sama, bisa jadi memiliki minat yang berbeda. “Sebagai orangtua kita tidak bisa memaksakan anak yang menyukai seni, untuk belajar computer secara mendalam. Begitupun sebaliknya,” kata Nadiem. Jadi kurikulum ini dirancang untuk memprioritaskan kebutuhan anak sebagai pelajar yang sedang mempersiapkan masa depan kehidupannya.

    Lalu bagaimana mengimplementasikan kurikulum ini pada kegiatan belajar dan mengajar di sekolah? Pada dasarnya sekolah diberi pilihan untuk menyusun kurikulum dan metoda belajar dan mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kelak dalam prakteknya nanti para siswa akan dilibatkan pada projek-projek pembelajaran, yang memungkinkan mereka memilih kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Di dalam projek pembelajaran itulah, setiap siswa akan mempelajari berbagai mata pelajaran hingga mencapai standar capaiannya.

    SMP Negeri I Kota Bogor, merupakan salah satu sekolah yang ditetapkan menjadi sekolah penggerak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Bogor. Menurut Dedi Husnaeni, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri1 Kota Bogor, pihaknya telah menetapkan sebagai sekolah yang sudah berada di fase Mandiri Berbagi. Artinya, SMP Negeri I Bogor sudah dan akan terus mengembangkan kurikulum secara mandiri dan kelak akan membagikan kepada sekolah lain yang memerlukan.

    “Pada kurikulum ini, inisiatif dan kreativitas metode pembelajaran berasal dari kami selaku para guru,” jelas Dedi. Namun demikian modul-modul pembelajaran, masih bisa diperoleh dari kementrian. Di samping itu sebagai salah sau sekolah penggerak, “ Kami sudah menyiapkan guru-guru penggerak, yang sudah mengikuti pelatihan penerapan kurikulum merdeka,” tambahnya. Mereka telah mengikuti berbagai pelatihan yang juga difasilitasi oleh Komite Sekolah.

    Secara teknis, saat ini kurikulum merdeka baru diterapkan pada siswa kelas 7. Sedangkan terhadap siswa kelas 8 dan 9, masih diterapkan kurikulum 2013. Di dalam prakteknya, para siswa kelas 7 akan dilibatkan pada projek-projek pembelajaran dan para siswa diperkenankan untuk memilih kegiatan sesuai minatnya masing-masing. Kegiatan ini seperti tambahan di luar kegiatan pembelajaran akademis biasa.

    Saat ini ada 3 projek kegiatan yang dilaksanakan. Masing-masing dengan tema Demokrasi, tema Kearifan Lokal serta Tema Gerak dan Tari. “Pada tema kearifan lokal, kami pilih aspek kuliner lokal untuk dipelajari dan dipraktekan oleh para siswa dan pada tema Demokrasi kami terapkan dalam bentuk pemilihan OSIS,” lanjut Dedi. Di dalam kegiatan inilah ada proses pembelajaran terhadap beberapa materi ajar.

    Hal itu diperoleh karena pada setiap kegiatan, para siswa dapat langsung menerapkan materi-materi pembelajaran, seperti bahasa, matematika dan sebagainya. Dengan demikian pengetahuan siswa diperoleh langsung dari pengalaman praktek. Di dalam ragam kegiatan yang diselenggarakan, terbuka pula peluang bagi para orangtua siswa untuk menjadi guru tamu. Mereka bisa membagi pengalaman bidang kerja atau profesi masing-masing kepada para siswa. Sekaligus hal ini menguatkan kolaborasi antara pihak sekolah dengan para orangtua dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

    Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, maka pada beberapa mata pelajaran, jam kegiatan belajarnya dikurangi masing-masing 1 jam. Jam-jam itulah yang kemudian diakumulasi dalam seminggu untuk dipakai melaksanakan projek-projek pembelajaran. Sedangkan untuk kegiatannya, para siswa diarahkan menentukan pilihannya berdasarkan peminatan masing-masing. Minat dan bakat siswa sebelumnya diketahui berdasarkan hasil tes diagnostik.

    Terakhir, seluruh capaian pembelajaran akan dievaluasi dan hasilnya disampaikan dalam dua jenis rapot. Pertama rapot dalam bentuk nilai-nilai untuk hasil pembelajaran akademis. Kedua rapot yang disajikan dalam bentuk narasi kualitatif untuk melaporkan pencapaian siswa pada bidang kegiatan yang telah diikutinya.

    Walhasil, kurikulum merdeka membuka peluang bagi setiap invidu siswa untuk memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan diri sesuai minat dan bakat masing-masing. Metode ini adalah cerminan pemahaman, bahwasanya setiap individu anak adalah manusia istimewa dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Mereka perlu dididik, diajar, dibimbing dan diarahkan supaya bisa berkembang sesuai minat dan bakat yang melekat pada dirinya masing-masing. (Advertorial)

     

    Dedi Husnaeni Nadiem Makarim
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    GTP Tanam 25 Pohon Buah di Margajaya

    1 Maret 2021
    Evaluasi

    Komisi III DPRD Kota Bogor Evaluasi Penanganan Bencana di Kota Bogor

    2 Agustus 2022
    Kota Bogor

    TK IT Alam S’mesta Gelar Seminar Parenting Bersama Yane Ardian, Tekankan Pentingnya Adab dan Kolaborasi Keluarga dalam Pendidikan Anak

    14 Juni 2025

    Perubahan RPJMD Dianggap Tidak Relevan, Begini Penjelasan Bappeda Kota Bogor

    8 Maret 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Perumda PPJ Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

    22 April 2022

    BOGOR – Presiden Jokowi mengunjungi dua Pasar Tradisional di Kota Bogor, pada Kamis (21/4/2022). Kedatangannya…

    Ekonomi

    Bima Arya Jelaskan Raperda Dana Cadangan Pilkada dan Penyertaan Modal PPJ

    28 Juli 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan penjelasan terkait penyampaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor-Unpar Jalin Kerja Sama, Riset Keberagaman di Kampung Labirin

    11 Oktober 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tentang pendidikan, penelitian…

    DPRD Kota Bogor

    Sambangi Pasar Jambu Dua, Komisi II Cek Harga Komoditas Pangan

    14 Maret 2025

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor mendatangi Pasar Jambu Dua untuk mengecek harga komoditas…

    Daerah

    DPRD Kota Bogor Terima Draft RAPBD 2026, Banggar Langsung Lakukan Pembahasan

    14 November 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor telah menerima draft Rancangan APBD 2026 Kota Bogor yang diserahkan…

    Daerah

    Ceu Atty Ajak Warga Bogor Belanja di Warung Tetangga untuk Dukung UMKM

    16 Juli 2026

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan berbelanja dengan…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.