Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Dedie Rachim Usulkan Moratorium Angkot Kabupaten ke Dishub Jabar
    • Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah
    • Menaker: Itjen Harus Cegah Masalah, Bukan Sekadar Cari Temuan
    • Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah di Akmil Magelang
    • Kelurahan Katulampa Dorong Pengembangan Wahana Ngalun di Bendung Katulampa
    • Kinerja Pemkot Bogor Tunjukkan Tren Positif
    • Angka Putus Sekolah di Cimahpar Alami Kenaikan, Lurah Ungkap Penyebabnya
    • Soal Gadai SK Satpol PP Kota Bogor, Mohan Usulkan Pemeriksaan Khusus ke BPK Provinsi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Edukasi » Diseminasi Audit Kasus Stunting, Upaya Zero Kasus Baru
    Edukasi

    Diseminasi Audit Kasus Stunting, Upaya Zero Kasus Baru

    2 November 20223 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim berharap Audit Kasus Stunting (AKS) di Kota Bogor betul-betul bisa diselesaikan. Pasalnya, diseminasi AKS merupakan langkah terakhir dari tahapan audit kasus stunting yang merupakan hasil kajian dan rencana tindak lanjut dari sasaran AKS berisiko tinggi yang telah disepakati.

    Hal ini disampaikannya saat Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) yang disinergikan dengan penandatanganan berita acara rencana tindak lanjut AKS 1 di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Kota Bogor, Rabu (2/11/2022).

    Saat ini penanganan stunting di Kota Bogor kata Dedie, sudah masuk tahap rekomendasi. Kurang lebih ada 40 rekomendasi yang ditujukan kepada seluruh perangkat daerah dan para stakeholder, baik langsung maupun tidak langsung.

    Menurut Dedie jika tidak ada pendekatan secara komprehensif semua perangkat daerah dalam menanggulangi dan mencegah kasus stunting baru, maka akan terus ada. Untuk itu harus dikoordinasikan dengan baik.

    “Jadi sasaran, target dan capaiannya harus terukur. Rekomendasi yang ada diturunkan ke masing-masing perangkat daerah yang nantinya langsung bertugas fokus kepada inti atau pokok sasaran yang dituju, bisa dengan pendekatan kualitatif atau kuantitatif,” katanya.

    Selain sosialisasi pemahaman tentang keluarga hidup sehat dan bersih yang menjadi pokok pengentasan stunting di Kota Bogor dan peningkatan kesehatan masyarakat, diluar itu semua perangkat daerah diimbau untuk mendorong terciptanya lapangan kerja agar masyarakat bisa bekerja dan bisa mengakses kepada seluruh sumber-sumber ekonomi sehingga mampu mendorong usaha pengentasan stunting yang dilakukan.

    Hal lain yang ditegaskan Dedie adalah jangan ada lagi anak Kota Bogor yang putus sekolah, karena menurutnya pendidikan adalah modal untuk merubah keluarga. Untuk itu seluruh perangkat daerah hingga aparatur wilayah diminta untuk membantu semaksimal mungkin.

    “Putus sekolah bisa mempengaruhi pernikahan dini dan kehidupan pra sejahtera. Pokoknya anak-anak Kota Bogor harus sekolah dan memiliki ijazah sehingga bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau bisa bekerja dengan pendapatan yang lebih baik. Agar tidak ada pernikahan dini, sektor pendidikan yang melibatkan banyak pihak melakukan edukasi dan sosialisasi tujuan-tujuan agar tidak ada kasus-kasus baru stunting yang terjadi, termasuk jika tidak ada rekomendasi pernikahan dibawah usia perkawinan maka jangan diberikan,” paparnya.

    Dedie melihat usaha yang dilakukan secara bersama dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa mengurangi potensi-potensi masyarakat yang sakit karena kekurangan pahaman tentang pola hidup sehat. Dengan demikian harapan dan target yang ingin dicapai yaitu zero kasus baru stunting di Kota Bogor bisa berjalan.

    Kepala DPPKB Kota Bogor, Rakhmawati menerangkan, kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) bertujuan mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok tertentu, mengetahui penyebabnya, menganalisa faktor risiko penyebab sebagai penanganan kasus serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan tata laksana kasus dan upaya pencegahan yang harus dilakukan.

    “Kelompok tertentu maksudnya adalah mereka yang berisiko stunting agar zero stunting atau berusaha sebisa mungkin orang-orang yang diintervensi sekarang tidak menjadi stunting berikutnya. Ada empat yang kita audit, yaitu ibu hamil, ibu pasca melahirkan, anak usia di bawah dua tahun (baduta) dan calon pengantin (catin). Jadi kegiatan hari ini adalah tahap ke enam, hasilnya akan dilaporkan ke provinsi untuk ditindaklanjuti di tingkat nasional,” kata Rakhmawati.

    Dalam implementasi untuk mencapai tujuan pencegahan penambahan kasus stunting, selain intervensi yang dilakukan secara bersama dengan pihak terkait, juga melibatkan para pakar untuk mendampingi, seperti dokter anak, ahli gizi, ahli kandungan dan psikolog. Diharapkan ke depan tidak ada penambahan stunting baru atau menuju zero kasus. Untuk aparatur di wilayah, kondisi gizi dan kesehatannya masyarakatnya agar menjadi perhatian.

    Diakhir Rakhmawati menambahkan, dari tahun ke tahun angka stunting Kota Bogor ada penurunan. Saat ini secara nasional di angka 16,9 persen, namun dari bulan penimbangan balita kemarin ada penurunan di angka 3,25 persen di usia balita.

    Dedie A. Rachim Pemkot Bogor Rakhmawati
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    22 Anggota Kelurahan Tangguh Bencana di Sindangrasa Dibekali Ilmu Kebencanaan

    25 September 2025
    Kota Bogor

    Pemkot dan DPRD Kota Bogor Bagikan Ijazah Gratis untuk Warga

    18 September 2025
    Jawa Barat

    Letkol Inf. Ali Akhwan Pimpin Kodim 0606 Kota Bogor

    3 April 2022
    Gerakan Birukan Langit Indonesia

    Ribuan Warga Senam Sehat Birukan Lapangan Sempur, Tetap Jaga Kebersihan

    15 Januari 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Tingkatkan Perekonomian Daerah, DPRD Terbitkan Perda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro

    27 Mei 2021

    BOGOR – Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro merupakan upaya strategis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,…

    Ekonomi

    Yane Ardian Ingatkan Agar Melibatkan Allah SWT Dalam Setiap Usaha

    24 Mei 2022

    Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor menggelar halalbihalal dengan para…

    Ekonomi

    Mentoring Program Jagoan Pariwisata Tiket.com di Mulyaharja

    27 Agustus 2022

    Dalam upaya meningkatkan pengembangan destinasi wisata Mulyaharja, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan Tiket.com memberikan…

    Ekonomi

    Diresmikan, Pasar Tanah Baru Mulai Dipenuhi Pedagang

    14 Desember 2023

    BOGOR – Pasar Tanah Baru yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara dan belum lama ini…

    Daerah

    Mahasiswa LSPR Kembangkan Literasi Digital dan Branding Wisata di Desa Sukajadi

    12 Juli 2025

    BOGOR – Mahasiswa Program Studi Public Relations & Digital Communication angkatan PRDC26-5SP dari LSPR Institute…

    Daerah

    Tiga Nama Calon Direksi PDAM Diserahkan ke Kemendagri

    26 Februari 2026

    BOGOR – Pemerintah Kota Bogor resmi mengajukan tiga nama calon direksi Perumda Tirta Pakuan Kota…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.