Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Gandeng Cipayung Plus, Polresta Bogor Kota Gelar Aksi Peduli Bencana Kemanusiaan
    • Semarak Sumpah Pemuda, Wanoja Kota Bogor Gelar Aksi Kemanusiaan
    • Jadi Venue Tenis Meja di Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Lakukan Percepatan Persiapan GOR Yasmin
    • Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Ajak Pemuda Patriotik, Gigih, dan Berempati
    • Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Mulai Diuji Coba, Sejumlah Segmen Disempurnakan
    • Dishub Kota Bogor Perketat Penertiban Parkir Liar dan Konversi Armada Demi Urai Titik Kemacetan Krusial
    • Sukses Tekan Stunting dan Benahi Lingkungan, Kelurahan Tajur Kini Genjot Pemasaran Kue Semprong Lokal
    • Pascatinjauan Wali Kota, Jalan Saleh Danasasmita Kembali Dibuka Terbatas dengan Sistem Buka-Tutup hingga 30 Oktober
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Cuaca » Peristiwa » Upaya Pemkot Bogor Menghadapi Dampak Kemarau Panjang
    Kesehatan

    Upaya Pemkot Bogor Menghadapi Dampak Kemarau Panjang

    27 Juli 20264 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Kekeringan masih melanda sejumlah titik di wilayah Kota Bogor. Tak hanya menyebabkan krisis air, kemarau panjang juga memicu kebakaran dan penyakit. Lalu apa ikhtiar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor?   

    Salah satu penyakit yang mesti diwaspadai saat cuaca panas ekstrem ini adalah Heat Stroke. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena menjelaskan Heat Stroke adalah kondisi gawat darurat ketika suhu tubuh berada di atas 40 derajat. “Hal ini  dapat menyebabkan gangguan kesadaran, seperti bingung, kejang, atau pingsan. Kondisi ini dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani,” kata Erna.

    Heat Stroke berbeda dengan demam karena infeksi. Penyakit ini biasanya terjadi imbas aktivitas fisik di lingkungan panas yang tidak segera diatasi. “Karena itu, Heat Stroke termasuk kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera di fasilitas kesehatan,” ujar Kadinkes.

    Kelompok yang paling rentan Heat Stroke adalah anak-anak, lansia, ibu hamil dan kelompok masyarakat yang menderita penyakit kronis. Risiko lebih tinggi bisa menyasar kepada para pekerja lapangan. Erna mencontohkan  PKL, tukang parkir, dan pengemudi yang banyak terpapar panas matahari. “Warga yang beraktivitas lama di bawah terik matahari juga perlu meningkatkan kewaspadaan,” terang Erna.

    Erna mengungkapkan terdapat beberapa gejala Heat Stroke yang wajib diwaspadai. Misalnya suhu tubuh mendadak tinggi, kulit terasa panas, sakit kepala, hingga mual.

    “Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami jantung berdebar, napas cepat, kebingungan, bicara tidak jelas, perubahan perilaku,” beber Erna.

    Jika gejala  tersebut sudah dirasakan, warga diimbau untuk segera mendatangi medis, guna mendapat pertolongan dan penanganan lebih cepat.

    Guna menghindari Heat Stroke warga juga dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan saat matahari berada persis di atas kepala.

    “Terutama sekitar pukul 10.00 sampai 16.00 WIB, dan memilih waktu pagi atau sore untuk beraktivitas. Gunakan pakaian yang longgar, bawa topi atau payung,” ucapnya.

    Dalam kondisi panas ekstrem ini, warga harus banyak mengkonsumsi air putih. Saat bekerja di luar lapangan, penting untuk istirahat berkala di tempat yang sejuk.

    “Jika ada warga yang diduga mengalami Heat Stroke, segera pindahkan ke tempat yang sejuk atau teduh dan jauhkan dari paparan matahari langsung,” katanya.

    Sementara itu, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) di RT 004 RW 007, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, terdampak setelah sumber mata air dan sumur warga mengering.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pun menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, laporan kekeringan diterima dari warga melalui media sosial pada Senin (13/7) sekitar pukul 09.05 WIB. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) kemudian langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen. “Setelah menerima laporan, personel langsung melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, serta RT/RW setempat. Kami juga menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Dimas.

    Kekeringan juga melanda warga di RT 01 RW 12 Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat. BPBD Kota Bogor mendistribusikan 8 ribu liter air bersih untuk dimanfaatkan oleh warga yang terdampak kekeringan, Rabu (17/7).

    Ia menjelaskan, hasil asesmen menunjukkan kekeringan dipicu mengeringnya sumber mata air dan sumur warga. Kondisi tersebut membuat puluhan keluarga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

    Selain melakukan pendataan, BPBD memastikan distribusi air bersih telah rampung pada Senin siang. Dimas juga turun langsung meninjau proses penanganan di lokasi.

    Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pasokan air bersih. BPBD akan terus memantau perkembangan di lapangan, terutama jika musim kemarau berlangsung lebih lama dan memicu kekeringan di wilayah lain.

    BPBD juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan secepat mungkin.

    Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin meminta kepada Perumda Tirta Pakuan memperluas jaringan airnya.

    “Ketika ada kekeringan air bawah tanah atau air sumur, stok volume air masih berlebih, masih cukup untuk memenuhi 80 persen warga Bogor,” jelasnya.

    Hanya saja jaringan airnya belum mengakomodir seluruh wilayah. Hingga saat ini baru 75,46 persen warga Kota Bogor menggunakan jaringan air Perumda Tirta Pakuan.

    “Yang kita harapkan di SDGs itu adalah 90 persen. Nah, beberapa tahun terakhir PDAM terus melakukan pembukaan jaringan baru,” ujarnya.

    Salah satu wilayah yang mulai merasakan kekeringan adalah warga yang tinggal di Kedung Halang, Bogor Utara.

    Jenal juga meminta kepada Perumda Tirta Pakuan agar turut mengecek wilayah tersebut. Tujuannya untuk memastikan apakah mereka masih pakai sumur atau jaringan air Perumda Tirta Pakuan.

    “Ketika memang belum, saya harap PDAM harus menjadikan berikutnya target perluasan jaringan di Bogor Utara. Antisipasi kedua adalah kita masih ada air tangki,  bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

    Masyarakat yang mengalami kekeringan pun diminta untuk langsung melapor. Layanan yang disediakan, seperti Si Badra atau ke aparatur wilayah setempat.

    “Aparat wilayah seperti  lurah, camat, saya harap proaktif mencari informasi titik mana yang kekeringan. Pemkot harus hadir, Pemkot harus memberikan solusi baik jangka pendek maupun jangka panjang,” katanya.

    Dimas Tiko Prahadisasongko Erna Nuraena Jenal Mutaqin Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Perumda Tirta Pakuan Wakil Wali Kota Bogor
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Sukses Ganti Valve Intake Pasir Angin, Perumda Tirta Pakuan Minimalisir Gangguan Pelayanan

    30 Mei 2022
    Politik

    Survei LSI Vinus : Dedie-Jenal Melejit dibuntuti Sendi-Melli, Atang dan Rena di Posisi Buncit

    12 September 2024
    Deklarasi Damai

    DPRD Dukung Gelaran Pemilu 2024 Berjalan Damai

    15 Agustus 2023
    Kesehatan

    Repdem Kota Bogor Seret ‘Oknum’ ASN ke Jalur Hukum

    27 September 2020
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Harga Emas Meroket, Ini Rekor Jon!

    1 Desember 2020

    Barayanews.co.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp853.000 per gram…

    Ekonomi

    Jelang Idul Fitri, Sekda Buka Gelar Pangan Murah di Kecamatan Bogor Utara

    27 April 2022

    Menjelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerjasama dengan Badan Penyuluhan dan…

    Ekonomi

    Pemkot Ajukan Anggaran Masjid Agung, DPRD Kota Bogor Minta Jaminan Pembangunan Rampung

    4 Agustus 2022

    BOGOR – DPRD Kota Bogor saat ini tengah melakukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan…

    Ekonomi

    TPID Kota Bogor Segera Lakukan Langkah Pengendalian Inflasi

    15 November 2022

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi Daerah secara virtual, Senin (14/11/2022).…

    Ekonomi

    Pasar Gembrong Sukasari Hadir Lebih Bersih dan Nyaman, Siap Tampung Pedagang Pasar Bogor

    25 April 2025

    BOGOR — Proses revitalisasi Pasar Gembrong Sukasari yang terletak di Jalan Siliwangi, Kelurahan Sukasari, Kecamatan…

    Daerah

    Satgas KKMP Diminta Proaktif Pra-operasionalisasi

    9 Desember 2025

    BOGOR – Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), yang terdiri dari enam camat…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.