Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Mulai Diuji Coba, Sejumlah Segmen Disempurnakan
    • Dishub Kota Bogor Perketat Penertiban Parkir Liar dan Konversi Armada Demi Urai Titik Kemacetan Krusial
    • Sukses Tekan Stunting dan Benahi Lingkungan, Kelurahan Tajur Kini Genjot Pemasaran Kue Semprong Lokal
    • Pascatinjauan Wali Kota, Jalan Saleh Danasasmita Kembali Dibuka Terbatas dengan Sistem Buka-Tutup hingga 30 Oktober
    • Adityawarman Adil Hadiri Pelepasan Kontingen PORPROV 2026
    • Jelang Porprov XV Jabar 2026, Pemkot Segera Uji Coba Jalan Saleh Danasasmita
    • Jenal Mutaqin Ajak Warga Konsisten Jaga Kebersihan Lingkungan
    • Dihuni 1.085 Unit Usaha di Lahan 208 Hektar, Curugmekar Bogor Tancap Gas Genjot Ekonomi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Ekonomi » Sukses Tekan Stunting dan Benahi Lingkungan, Kelurahan Tajur Kini Genjot Pemasaran Kue Semprong Lokal
    Daerah

    Sukses Tekan Stunting dan Benahi Lingkungan, Kelurahan Tajur Kini Genjot Pemasaran Kue Semprong Lokal

    28 Oktober 20263 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR — Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, terus menunjukkan taringnya dalam mengoptimalkan potensi wilayah serta menghadirkan pelayanan publik yang prima. Berbagai capaian strategis—mulai dari tata kelola kebersihan, penanganan risiko stunting, hingga pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)—dipaparkan langsung oleh Lurah Tajur, Ita Juita, pada Selasa (27/10/2026).

    Membawahi wilayah seluas sekitar 45 hektar yang terbentang dari kawasan Ekalokasari hingga perbatasan Tajur di sisi kiri jalan utama, Ita bersama jajaran 6 Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga (RT) terus memperkuat sinergi pembangunan. Di sektor kesehatan sosial, langkah intervensi cepat yang dilakukan kelurahan bersama swasta terbukti efektif, di mana progres penanganan stunting di wilayah ini kini telah mendekati angka 80 persen.

    Selain kebersihan lingkungan yang terus dijaga melalui edukasi dan kerja bakti, sektor UMKM lokal menjadi salah satu fokus utama pemberdayaan. Salah satu produk kuliner rumahan yang mendapat perhatian khusus dari kelurahan adalah kue semprong buatan warga setempat, Femi Febrianti.

    Lurah Ita Juita menegaskan komitmen pihaknya untuk terus merangkul dan membantu memasarkan produk-produk unggulan warga agar bisa naik kelas dan dikenal khalayak luas.

    “Kami sangat bangga dengan produk UMKM lokal, seperti semprong buatan Bu Femi yang rasanya renyah dan luar biasa. Kami ingin membangkitkan semangat para pelaku UMKM agar produk Tajur bisa dikenal lebih luas,” ujar Ita.

    Camilan tradisional buatan Femi dikenal memiliki keunggulan pada cita rasa yang gurih, tekstur yang renyah, serta harga yang bersahabat. Produk rumahan ini dipasarkan seharga Rp15.000 per bungkus, atau Rp120.000 per kilogram untuk pembelian dalam jumlah besar.

    Dalam perjalanan usahanya, Femi menuturkan bahwa bisnis kuliner ini dirintis secara mandiri dari bawah. Mulanya, ia mengandalkan promosi dari mulut ke mulut di kalangan keluarga dan tetangga. Seiring waktu, produknya mulai diminati hingga sempat dititipkan di swalayan Ngesti Pajajaran. Kini, sistem penjualan lebih banyak digerakkan melalui pesanan (pre-order), dengan lonjakan permintaan yang signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri.

    “Awalnya saya memasarkan dari mulut ke mulut, melalui keluarga, saudara, dan tetangga. Sekarang kebanyakan berdasarkan pesanan, terutama kalau menjelang Lebaran, permintaannya lebih banyak,” tutur Femi.

    Di balik respons pasar yang positif, Femi masih menghadapi kendala klasik terkait kapasitas produksi. Seluruh proses pembuatan masih dikerjakan sendiri, sehingga jumlah hasil harian sangat bergantung pada tenaga dan waktu yang dimilikinya. Untuk mengolah tiga kilogram bahan mentah, ia membutuhkan waktu sekitar tiga jam di dekat alat panggang yang panas, dengan hasil produksi sekitar 16 bungkus per kilogram adonan.

    “Proses pembuatannya cukup lama dan panas, jadi harus sabar. Kalau dikerjakan sendiri, paling banyak sekitar tiga kilogram bahan mentah dalam sehari. Suami pernah membantu, tetapi karena keterbatasan waktu dan tenaga, sekarang saya kerjakan sendiri,” jelasnya.

    Meski harus berjuang menghadapi keterbatasan tenaga produksi, Femi tetap menjaga standar rasa dan kualitas orisinal produknya. Melalui program promosi dan pendampingan aktif dari Kelurahan Tajur, usaha kue semprong ini diharapkan mampu memperluas pangsa pasar serta menembus jaringan toko ritel modern.

    Bagi masyarakat maupun konsumen yang berminat mencicipi kelezatan kue semprong buatan Femi Febrianti, pihak Kelurahan Tajur siap memfasilitasi informasi dan pemesanan lebih lanjut.

    Bogor Timur Ita Juita Kelurahan Tajur Kuliner bogor Lurah Tajur Semprong UMKM
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Anggaran

    DPRD Kota Bogor Mulai Bahas KUA-PPAS 2025 Prioritaskan Anggaran Sesuai Kebutuhan Masyarakat

    18 Juli 2024
    Kecurangan

    Timsus Temukan Pendaftar PPDB Tidak Sesuai, Bima Arya : Namanya Langsung Dikeluarkan

    10 Juli 2023
    Covid19

    Festival Ramadan Bogor Timur 1443 H, Ada Bazar UMKM Hingga Vaksinasi

    19 April 2022
    Kesehatan

    Atty Somaddikarya : PDI Perjuangan Punya Tujuan yang Jelas dan Konsisten

    10 Januari 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Cek Stok Minyak Goreng, Atang Tampung Curhatan Pedagang Pasar

    25 Februari 2022

    BOGOR – Mencuatnya isu kelangkaan minyak goreng di pasaran ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota…

    Daerah

    APEKSI Beri Masukan ke Pemerintah Pusat Soal Penghapusan Tenaga Honorer

    11 Juni 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya menyatakan, larangan mempekerjakan honorer bagi…

    Aspirasi

    Terima Aspirasi Aksi Mahasiswa, DPRD Kota Bogor Akan Teruskan ke DPR-RI

    6 September 2022

    BOGOR – Gelombang penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terjadi di Kota Bogor.…

    Ekonomi

    Atty Somaddikarya Prihatin, Daya Beli Masyarakat Bulan Ramadhan Lesu

    26 Maret 2024

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengungkapkan keprihatinannya kepada masyarakat di bulan Ramadhan…

    Ekonomi

    Adityawarman: Koperasi Merah Putih Jangan Buka Warung

    30 Juli 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil setuju dengan pendapat Prof. Lukman M Baga…

    Daerah

    Direksi Baru Dilantik, Perumda Tirta Pakuan Akselarasi Pelayanan dan Pengembangan Bisnis

    27 Maret 2026

    BOGOR – Wali kota Bogor, Dedie A. Rachim, resmi melantik dua direksi baru di tubuh…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.