Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Jangan Hanya Jadi Pengguna Teknologi, Dedie Rachim Soroti Tantangan SDM Era AI
    • DWP Kota Bogor Perkuat Kapasitas Anggota Melalui Pelatihan Public Speaking
    • 57 Paralegal Posbakum Dikukuhkan, Dedie Rachim: Jalankan Amanah dengan Integritas
    • Dukung Gerakan ASRI, Pemkot Bogor Percepat Penataan Reklame
    • Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat, Dedie Rachim Tekankan Kualitas dan Fasilitas Dukung Kenyamanan Siswa
    • Gandeng Kementerian dan CSR, Pemkot Bogor Targetkan 4.909 Perbaikan RTLH Tahun 2026
    • Pemkot Bogor Jajaki Kolaborasi dengan Indosat Perkuat Smart City
    • Buka Peluang Investasi, Bank Kota Bogor Gandeng Perusahaan Singapura
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Targetkan Rampung Akhir Tahun, Revisi RTRW Masuk Tahap Finalisasi
    Kesehatan

    Targetkan Rampung Akhir Tahun, Revisi RTRW Masuk Tahap Finalisasi

    18 November 20203 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati, menyampaikan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) telah masuk tahap finalisasi.

    Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu (18/11/2020).

    Dilanjutkannya, masing-masing sektoral akan melakukan revisi di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia pun berharap, perihal tersebut bisa rampung tahun ini.

    “Tadi disampaikan sektoralnya seperti apa, sektoralnya nanti akan melakukan revisi di RPJMD, kami tunggu tata ruang. RTRW kan sekarang sudah dalam tahap finalisasi, kami harap tahun ini bisa selesai. Kalau sudah selesai kami akan lakukan sosialisasi mengenai tata ruang, kemudian mungkin ada investor juga yang telah menantikan RTRW ini dan untuk meningkatkan ekonomi daerah,” ungkap Syarifah kepada wartawan.

    Syarifah melanjutkan, dalam rapat tersebut juga membahas terkait RPJMD, dengan menyusun sejumlah indikator yang dimasa pandemi ini selalu refocusing yang disebabkan penurunan pendapatan.

    “Selain itu menyusun indikator-indikator. Sekarang masih pandemi tentu tetap harus optimis Covid-19 cepat berlalu, karena selama masih pandemi selalu refocusing karena terjadi penurunan pendapatan. Tetapi disatu sisi pelayanan tidak boleh berhenti dan pasti membutuhkan pembiayaan danpembangunan infrastruktur,” jelas dia.

    “Selain itu, harus melihat lagi sektor dan potensi mana yang bisa dikembangkan untuk pembangunan secara keseluruhan. Jadi menaikan income, melaksanakan pembangunan apa yang lebih melibatkan partisipasi dan melibatkan masyarakat sehingga ekonomi masyarakat bisa tumbuh. Intinya kami diskusi selain program yang sifatnya strategis, seperti alun-alun, integrasi stasiun dan potensi-potensi yang akan dibangun menjadi tempat wisata,” urainya.

    Syarifah juga menjelaskan soal diskusinya terkait berbagai julukan yang diberikan kepada Kota Bogor agar bisa dioptimalkan.

    “Semisal heritage city, city of runners, smart city, green city, science city, sport tourism serta tentunya kota ramah keluarga. Julukan tidak datang hanya dari deklarasi Pemkot Bogor saja, tetapi banyak komponen masyarakat yang memberikan julukan ke Kota Bogor,” ujarnya

    Sempat Tertunda Karena Pandemi

    Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Bogor, Hanafi mengatakan, sesuai dengan kondisi saat ini RTRW diperbaharui, setelah sebelumnya dilakukan revisi dan dikonsultasikan dengan Provinsi Jawa Barat dan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD).

    “Sudah direvisi dan dikonsultasikan dengan tata ruang provinsi Jawa Barat dan TKPRD yang dipimpin oleh Sekda Kota Bogor. Kami sudah membahas itu,” tutur Hanafi.

    Nantinya, lanjut Hanafi, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor diserahkan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

    “Selanjutnya raperda yang sudah disetujui Dewan dibawa ke kementerian ATR/BPN, tujuannya untuk mendapatkan persetujuan substansi, tetapi tentu akan ada pembahasan-pembahasan lain yang sifatmya rekomendasi,” jelas Hanafi.

    Hanafi menerangkan, sebelum masa pandemi, Maret 2020 lalu agenda ini sempat dibahas dengan lintas sektoral (linsek).

    “Sebelum pandemi sudah dibahas linsek. Sehingga tertunda lama, tapi komunikasi terus berjalan, perbaikan dilakukan. Sekarang untuk menjadwalkan linsek itu dengan berbagai macam pertimbangan, sampai kemarin tanggal 21 Oktober 2020 pihaknya tetap membahas dengan linsek, dengan pihak kementrian” beber Hanafi.

    Meski begitu, Hanafi menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam, upaya terus dilakukan untuk menyamakan persepsi.

    Ia menuturkan, persetujuan substansi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dilakukan Dinas PUPR sudah selesai. Namun, DPRD tidak mau membahas itu. Padahal RDTR bagian dari RTRW.

    “DPRD tetap menunggu itu, kenapa RDTR itu lebih cepat dibahas? Satu, secara berjenjang memang ada intruksi dari presiden untuk dipercepat. Tapi Dewan tidak mau sebelum RTRW ditetapkan. Tapi karena pandemi Covid-19 agak terhambat. Ya, semoga secepatnya bisa dituntaskan,” pungkasnya.

     

    Kota Bogor Perda RTRW Syarifah Sofiah
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Peristiwa

    Tinjau Longsor di Batutulis, Pemprov Jabar Siap Kucurkan Anggaran

    15 April 2025
    Daerah

    Menang Kasasi Pasar Cumpok, Prestasi Alma Wiranta Dinilai Layak Diperpanjang

    18 September 2025
    Kesehatan

    Rumah Kos di Sempur Hangus Dilalap Api

    9 Agustus 2021
    Pemerintahan

    Haji Isam Kirim 264 Excavator ke Merauke untuk Proyek Sawah 1 Juta Hektar

    13 Agustus 2024
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang di Pasar Kota Bogor Tetap Berjualan

    1 Maret 2022

    BOGOR – Seolah mengikuti tren kenaikan harga kedelai yang menyeret harga tahu tempe, kini harga…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor – IAI Tazkia Tandatangani MoU

    16 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Agama Islam (IAI) Tazkia…

    BBM

    Pemicu Inflasi, Ketua DPRD Kota Bogor : Batalkan Kenaikan BBM

    9 September 2022

    BOGOR – Keputusan Pemerintah menaikkan harga BBM di tengah situasi ekonomi yang sulit seperti saat…

    Ekonomi

    BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika Melaksanakan Layanan Terbatas Cuti Bersama Idul Adha 1445 Hijriah

    19 Juni 2024

    BOGOR – BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika melaksanakan Layanan Terbatas dalam rangka Cuti…

    Ekonomi

    Kerja Sama Perumda Tirta Pakuan Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Nilai Aset

    26 Agustus 2025

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah agar dapat…

    Daerah

    Kelurahan Katulampa Dorong Pengembangan Wahana Ngalun di Bendung Katulampa

    16 April 2026

    BOGOR – Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, terus menggali potensi wisata yang dimiliki wilayahnya sebagai…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.