Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Matangkan Venue dan Maksimalkam Anggaran, Kota Bogor Pastilan Kesiapan Porprov XV 2026 Jabar
    • Pemkot Bogor Akan Kirim Karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk Belajar Pengurangan Kehilangan Air di Korea
    • Banu Bagaskara Ajak Generasi Muda Suarakan Aspirasi Lewat Merah Muda Fest
    • ‎‎Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda
    • EIGER Nature Resmi Dibuka di Bogor, Hadirkan Wisata Petualangan Berbasis Konservasi
    • Gandeng Cipayung Plus, Polresta Bogor Kota Gelar Aksi Peduli Bencana Kemanusiaan
    • Semarak Sumpah Pemuda, Wanoja Kota Bogor Gelar Aksi Kemanusiaan
    • Jadi Venue Tenis Meja di Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Lakukan Percepatan Persiapan GOR Yasmin
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Soal Terowongan Kuno di Sekitar Stasiun Bogor, Pemkot Masih Tunggu Rekomendasi Hasil Kajian
    Kota Bogor

    Soal Terowongan Kuno di Sekitar Stasiun Bogor, Pemkot Masih Tunggu Rekomendasi Hasil Kajian

    27 Oktober 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, menunggu penelitian, kajian, dan rekomendasi terkait penemuan terowongan kuno di sekitar Stasiun Bogor. Saat ini, kajian masih dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Pakuan, Balai Arkeologi Jawa Barat, Bogor Historia, dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor.

    “Akhir bulan tentu kita bisa lihat hasilnya seperti apa. Rekomendasinya seperti apa,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Selasa (26/10).

    Berdasarkan laporan terbaru, ada ruang yang lebih panjang dan lebih besar di terowongan. Bima Arya sudah turut memeriksa hasil penemuan terowongan kuno dengan memasuki gorong-gorong yang berada di sekitar Dipo Stasiun Bogor, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Sabtu (23/10) lalu.

    Dari penglihatannya, terowongan kuno tersebut memiliki konstruksi, bahan, dan material yang sama seperti yang sudah ditemukan sebelumnya. Selain itu, Bima Arya menyebutkan, beberapa titik terowongan kuno tersebut sudah runtuh dan tertutup sedimen.

    Karena itu, ia mengatakan, perlu ada pemeriksaan teknis jika ada opsi digunakannya kembali terowongan kuno tersebut. Namun, hal itu juga memunculkan konsekuensi rencana pembiayaan.

    “Nanti hasil rekomendasi itu kami koordinasikan kepada kementerian terkait, barangkali bisa didukung bersama-sama ke depannya seperti apa. Opsinya tadi revitalisasi lagi, fungsikan lagi. Kedua, ya, cukup dijaga diberikan penanda,” kata dia.

    Kepala Balai Arkeologi Provinsi Jawa Barat Deni Sutrisna mengatakan, saluran air yang membentuk setengah lingkaran dari susunan batu bata merah tersebut diperkirakan dibangun sebelum Stasiun Bogor. Sebab, konstruksi dan bahan bangunan yang digunakan memiliki umur yang lebih tua jika dibanding dengan Stasiun Bogor yang dibuat pada 1881.

    Menurutnya, terowongan kuno era Belanda yang berfungsi sebagai saluran air itu terbentang di bawah Jalan Nyi Raja Permas sampai Jalan MA Salmun. Ia menduga, saluran air tersebut dahulu berfungsi sebagai pembuangan air di seputar Stasiun Bogor dan Taman Wilhelmina atau Taman Topi, yang saat ini dibangun menjadi Alun-alun Kota Bogor.

    Dia menjelaskan, dari hasil pengamatan di lapangan, saluran air setinggi 2,8 meter itu membentang dari arah timur, barat, dan selatan, kemudian menyatu di satu titik. Selanjutnya, saluran air itu mengarah ke sebuah bangunan berbentuk kotak dengan kedalaman diperkirakan mencapai 2,5 meter dan lebar 6 meter.

    Ia menduga bangunan itu merupakan kolam retensi. Menurut Deni, kolam retensi kala itu diduga berfungsi untuk menyaring air limbah rumah tangga dan aktivitas lainnya sebelum dibuang ke Sungai Cipakancilan.

    “Betapa hebatnya dulu orang Belanda, mereka sudah berpikir bahwa kotoran limbah itu sebelum masuk ke sungai harus dalam keadaan bersih airnya agar tidak mencemari sungai,” tuturnya.

    Namun, saluran air ini sebagian besar sudah tertutup sedimentasi. Begitu pula kolam retensi yang berada dekat dengan Dipo Stasiun Bogor sudah tertutup pondasi bangunan ruko.

    Karena itu, Deni berharap kepada jajaran pemerintah, agar melakukan kajian secara matang sebelum melakukan pembangunan dan pengembangan wilayah agar peninggalan-peninggalan bersejarah tidak hilang akibat pembangunan dan pengembangan wilayah.

    Ketua Tim Kajian Wahyu Gendam Prakoso mengatakan, pihaknya akan menyusun laporan rekomendasi awal dari penelitian tersebut ke Pemkot Bogor. Melihat kondisi terowongan, tim kemungkinan akan merekomendasikannya sebagai situs edukasi sejarah.

    “Di sejumlah lokasi, drainase berlokasi di area yang memang bukan area publik sehingga orang-orang tidak bisa sembarangan ke sana,” ujar Wahyu.

    Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa Kota Bogor yang merupakan Kota Hujan yang memiliki tata air dari era sejarah. “Ini akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan perhatian juga untuk pemerintah daerah, dalam melakukan pembangunan berikutnya harus memperhatikan faktor-faktor dan sejarah dari Kota Bogor ini,” kata dia.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    6 Kelurahan di Kota Bogor Jadi Pilot Project Kelurahan Bersih Narkoba

    22 Juni 2023
    Anti Korupsi

    Wujudkan Dunia Usaha Antikorupsi, Pelaku Usaha Kota Bogor Ikuti Bimtek

    28 Mei 2025
    Kota Bogor

    Papan Nama Dirusak dan Diintimidasi, Aset Eks Kapolres Bogor di Cikeas Masuk Jalur Hukum

    2 Oktober 2026

    ‎DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga

    24 September 2026
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Perumda Tirta Pakuan Dikategorikan BUMD Air Minum Sehat oleh Kementrian PUPR

    23 Februari 2022

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sehat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

    Bisnis

    HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

    28 Mei 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak 98 wali kota anggota…

    Bogor

    Kompak, Bima dan Atang hingga PWI Jabar Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

    4 September 2022

    BOGOR – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar selama…

    Ekonomi

    Harga Berangsur Normal, Mendag Cek Bahan Pokok di Kota Bogor

    18 Maret 2024

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik…

    Ekonomi

    Pansus RPJMD Dorong Penurunan Kemiskinan, Atty Somaddikarya Desak OPD Fokus pada Program Pro-Rakyat

    19 Juli 2025

    BOGOR – Dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor…

    Daerah

    Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

    14 Maret 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.