Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Lomba Paduan Suara Hymne Bogor, Dedie Rachim: Hymne ini Punya Nilai yang Luar Biasa
    • Eks Pabrik Unitex Tajur Terbakar, Mesin dan Barang Sisa Produksi Ikut Dilalap Api
    • Tinjau Kebakaran di Layungsari, Jenal Mutaqin Pastikan Kebutuhan Pascabencana Ditangani
    • 30 Jam Pencarian ASN Pemkot Bogor Belum Membuahkan Hasil, Jenal Mutaqin: Pencarian Terus Dilakukan
    • Puluhan Atlet Meriahkan Padel Championship Festifal Merah Putih 2026
    • Bangun Akses Kantor Pemerintahan Terpadu, Pemkot Perkuat Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
    • Tim Bogor Peduli Bencana Cek Kesehatan Warga Aceh Tamiang
    • Donasi Kota Bogor untuk Warga Aceh Tamiang
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Rasio Tracing Covid-19 Kota Bogor Jauh Dari Ideal
    Kesehatan

    Rasio Tracing Covid-19 Kota Bogor Jauh Dari Ideal

    28 Juli 20212 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor hingga Selasa (27/7) tembus angka 3.408 kasus dan belum menunjukan melandai di masa PPKM Level 4 ini lantaran kasus harian diatas angka 100 kasus. Persoalan cukup pelik lantaran rupanya rasio tracing kasus Covid-19 di Kota Bogor masih jauh dari ideal.

    Saat ini, rasio tracing di Kota Bogor masih di angka 1:6. Padahal idealnya rasio tracing satu kasus dengan 15 tracing kontak erat. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya.

    Menurutnya, Kota Bogor masih harus kerja keras agar setidaknya tim tracing yang ada bisa mencapai rasio tracing 1:8.

    “Kita kan ada tim tracing unit lacak, di RT RW juga, diperkuat dengan TNI-Polri. Sekarang rasio tracing kita 1:6 lah. Masih harus kerja keras supaya kejar rasio 1:8, kita siap sesuaikan dengan target provinsi (Jawa Barat) lah,” katanya di Gedung Wanita Kota Bogor, Rabu (27/7).

    “Idealnya itu satu banding 15, tapi di Indonesia nggak ada lah. Sekarang satu banding delapan saja sudah bagus,” papar Bima Arya.

    Selain anggota dari pemerintah daerah, sambung dia, tim tracing juga mendapat bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sedangkan para relawan saat ini masih fokus terhadap penanganan warga isolasi mandiri (isoman) ketimbang membantu tracing kasus.

    Dari evaluasi yang ada, kata Bima Arya, tim tracing mendapati berbagai kesulitan dalam mendata dan melakukan penelusuran. Diantaranya meminta kejujuran dari warga kaitan aktifitas dan kontak eratnya.

    “Yang sulit itu pendekatan ke warga, minta kejujuran soal itu. jadi nggak mudah, apalagi kalau cuma lewat telepon. Perlu skil khusus menggali data, sehingga kapasitas tracing bisa ditingkatkan,” tandasnya.

    “Yang pasti fokus kita saat ini ke warga isoman dulu sekarang. Mengurangi angka kematian (isoman). Itu jadi prioritas kita,” tutup Bima Arya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Dua Posisi Kepala OPD Kosong, Dedie Rachim Pastikan Ditempati Internal Pemkot Bogor

    30 Maret 2021
    Kota Bogor

    Kerap Parkir Sembarangan, Dewan Desak Sepeda Listrik BEAM Stop Beroperasi di Kota Bogor

    13 Desember 2022
    Kolom Penulis

    Perbandingan Kebijakan Pemerintah Indonesia-India dalam Penanganan COVID-19

    17 November 2020
    Kesehatan

    Sidak Simulasi Vaksin ke Bogor, Jokowi : Saya Siap Jadi Orang Pertama yang Divaksin

    30 November 2020
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Perumda Tirta Pakuan Dikategorikan BUMD Air Minum Sehat oleh Kementrian PUPR

    23 Februari 2022

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sehat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

    Bisnis

    HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

    28 Mei 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak 98 wali kota anggota…

    Bogor

    Kompak, Bima dan Atang hingga PWI Jabar Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

    4 September 2022

    BOGOR – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar selama…

    Ekonomi

    Harga Berangsur Normal, Mendag Cek Bahan Pokok di Kota Bogor

    18 Maret 2024

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik…

    Ekonomi

    Pansus RPJMD Dorong Penurunan Kemiskinan, Atty Somaddikarya Desak OPD Fokus pada Program Pro-Rakyat

    19 Juli 2025

    BOGOR – Dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor…

    Daerah

    Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

    14 Maret 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.