Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Petugas Gabungan Masih Disiagakan di TPAS Galuga
    • Kemenko Polkam Tinjau Aktivasi IKD dan Sosialisasi Perlinsos di Kebon Kelapa
    • Ombudsman Nilai Kepatuhan Pelayanan Publik RSUD Kota Bogor
    • Metode Pemadaman Kebakaran di TPAS Galuga
    • 99 Persen Padam, Pemkot Bogor Tetap Siagakan Personel di TPAS Galuga
    • Dedie Rachim Ajak Warga Budayakan Berolahraga dan Dukung Atlet di Porprov XV   
    • Adu Inovasi di Bogor Innovation Award 2026
    • Pemkot Bogor dan PT KAI Teken MoU Penataan dan Pengembangan Kawasan Stasiun Bogor
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Keluhkan Lanjutan Penataan Suryakencana, Sepakat Ngadu Lagi ke Dewan
    Kesehatan

    Keluhkan Lanjutan Penataan Suryakencana, Sepakat Ngadu Lagi ke Dewan

    19 November 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor menerima aspirasi dari pedagang Jalan suryakencana yang bergabung dalam Sekretariat Pagoeyoeban Kampoeng Tengah (Sepakat).

    Aspirasi tersebut berkaitan dengan terdampaknya para pedagang di Jalan Suryakencana akibat adanya pembangunan penataan lanjutan kawasan Suryakencana yang tengah berjalan saat ini.

    Perwakilan Sepakat, Mardi Lim mengatakan ada beberapa hal yang menjadi keberatan warga yang disampaikan kepada anggota DPRD di Komisi II. Salah satunya persolan ekonomi warga dan pelaku usaha yang terdampak dari pembangunan betonisasi jalan Suryakencana.

    “Kita tahu bahwa perubahan-perubahan fisik di lapangan itu ternyata dampaknya luar biasa, dampak negatif. Contohnya deadline pengerjaan betonisasi disosialisasikan 14 hari selesai, tetapi ternyata bisa diprediksi 40 hari baru selesai. Jadi ada selisih satu bulan ini luar biasa kerugian buat kawasan niaga ini sangat terdampak,” ucap Mardi Lim usai pertemuan di gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (18/11/2021).

    Menurut Mardi ada persoalan lain dalam pelaksanaan pembangunan kawasan Suryakencana tersebut, yaitu kurangnya komunikasi yang baik kepada masyarakat sekitar.

    “Banyak sekali kegiatan eksekusi di lapangan yang tidak disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Dampaknya dari segi ekonomi, karena ini kawasan niaga, orang yang istilahnya ngejar waktu, kemudian tiba-tiba mau masuk Jalan Roda ditutup, diminta putar lagi ke SSA dan sebagainya, sedangkan perencanaan di Suryakencana sendiri belum rampung,” ungkapnya.

    Mardi Lim menjelaskan, bahwa dinas terkait telah melakukan sosialisasi secara global di akhir Januari. Pihak Sepakat juga sudah mencoba menjembatani untuk membuka ruang dialog agar pembangunan ini bisa dimatangkan bersama, tapi apa yang menjadi keinginan warga disesuaikan dengan karakter kawasan tak kunjung diakomodasi oleh dinas terkait.

    “Sampai Agustus kang Bima (wali kota Bogor) mencoba membuka dialog juga dengan mengundang perwakilan itupun sama, jadi apa yang menjadi keberatan warga yang mana kami ingin memberikan usulan sesuai dengan karakter kawasan itu tidak diakomodir oleh PUPR,” paparnya.

    Dengan demikian, tambah Mardi Lim, pihaknya ingin melihat percepatan pembangunan karena hal ini menyangkut dengan hajat hidup orang banyak.

    “Jadi jangan main-main dengan mengubah tatanan di kawasan ekonomi, tapi tidak betul-betul dengan matang melakukan manajemen proyek, komunikasi, transparansi dengan baik. Itu menurut saya perlu menjadi penekanan bersama,” tandasnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi II Safrudin Bima menyampaikan pihaknya telah mencatat beberapa aspirasi yang disampaikan para pedagang di kawasan Jalan Suryakencana.

    Menurutnya, pembangunan dengan nilai kontrak Rp29,6 miliar dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) bertujuan untuk membangkitkan dan juga memperkuat ekonomi. Namun sekarang dampaknya para pedagang jalan suryakencana mengalami kendala dalam perekonomian.

    “Ada kaitannya dengan trotoar yang begitu lebar sementara jalan semakin menyempit sementara di situ pusat perdagangan, terus bongkar muat dan lain. Terus pengerjaan betonisasi itu diperkirakan sampaikan oleh kontraktor 17 hari ternyata sampai 40 hari di lapangan, bayangkan kalau 40 hari pedagang itu istirahat dagang sementara Covid-19 ini baru sembuh, terus mereka diperpanjang situasi ini,” kata Safrudin didampingi anggita Komisi II lainnya Masoudi Ismail dan Ujang Sugandi.

    Dengan demikian, lanjut Safrudin, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan ini mengawali dengan melakukan rapat internal Komisi II. Jika memungkinkan, pihaknya juga akan segera memanggil dinas terkait, camat, lurah, termasuk kontraktor pelaksana.

    “Kita juga akan sidak (inspeksi mendadak). Suryakencana, orang dari dulu sudah tahu pusat perniagaan. Artinya langkah-langkah yang dilakukan pemerintah di Suryakencana ini harus meningkatkan kemampuan perniagaan bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    HPN 2025, Hery Antasari Apresiasi Kontribusi Pers dalam Membangun ‘Kota Hujan’

    10 Februari 2025
    Kesehatan

    Atty Somaddikarya : Hukum Tertinggi Adalah Kesehatan Rakyat

    27 Maret 2020
    Kota Bogor

    Dedie Minta Tirta Pakuan Siaga Hadapi Kemarau, Distribusi Air Bersih Disiapkan untuk Warga Terdampak

    19 Juli 2026
    Pemkot Bogor

    Pemkot Bogor Sabet Anugerah Anindhita Wistara Data Kategori Baik

    4 Desember 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Musrenbang RPJMD 2023, Bima-Dedie Fokus Tuntaskan Program Prioritas

    24 Maret 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dibawah pimpinan Bima Arya dan Dedie A. Rachim tinggal selangkah lagi…

    Ekonomi

    Pendapatan Asli Daerah Kota Bogor 2021 Naik Rp 200 Miliar

    23 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama DPRD Kota Bogor menggelar rapat paripurna di gedung DPRD, Jalan…

    Ekonomi

    Pusat Harus Ikut Maksimalkan Potensi Heritage di Tiap Daerah

    19 September 2022

    Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) menggelar seminar nasional bertajuk ‘Langkah Strategis Menghadapi Persaingan Global di…

    Ekonomi

    Promosikan Pasar Tradisional, Sekda Syarifah Sofiah Belanja di Pasar Jambu Dua

    11 Agustus 2024

    BOGOR – Dalam upaya mencintai dan mempromosikan pasar tradisional, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah…

    Ekonomi

    Adityawarman Resmikan Job Fair 2025 Kota Bogor

    16 Oktober 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil bersama Wakil Walikota Bogor Jenal Mutaqin meresmikan…

    Daerah

    Amanat Menkomdigi pada Upacara Harkitnas 2026

    22 Mei 2026

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.