Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Purna Bakti Boris Derurasman, Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih
    • 39 Tahun Mengabdi, Selamat Purna Bakti Pak Sekwan
    • Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha
    • Denny Mulyadi Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan
    • Dedie Rachim Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
    • Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban
    • YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks
    • Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Keluhkan Lanjutan Penataan Suryakencana, Sepakat Ngadu Lagi ke Dewan
    Kesehatan

    Keluhkan Lanjutan Penataan Suryakencana, Sepakat Ngadu Lagi ke Dewan

    19 November 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor menerima aspirasi dari pedagang Jalan suryakencana yang bergabung dalam Sekretariat Pagoeyoeban Kampoeng Tengah (Sepakat).

    Aspirasi tersebut berkaitan dengan terdampaknya para pedagang di Jalan Suryakencana akibat adanya pembangunan penataan lanjutan kawasan Suryakencana yang tengah berjalan saat ini.

    Perwakilan Sepakat, Mardi Lim mengatakan ada beberapa hal yang menjadi keberatan warga yang disampaikan kepada anggota DPRD di Komisi II. Salah satunya persolan ekonomi warga dan pelaku usaha yang terdampak dari pembangunan betonisasi jalan Suryakencana.

    “Kita tahu bahwa perubahan-perubahan fisik di lapangan itu ternyata dampaknya luar biasa, dampak negatif. Contohnya deadline pengerjaan betonisasi disosialisasikan 14 hari selesai, tetapi ternyata bisa diprediksi 40 hari baru selesai. Jadi ada selisih satu bulan ini luar biasa kerugian buat kawasan niaga ini sangat terdampak,” ucap Mardi Lim usai pertemuan di gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (18/11/2021).

    Menurut Mardi ada persoalan lain dalam pelaksanaan pembangunan kawasan Suryakencana tersebut, yaitu kurangnya komunikasi yang baik kepada masyarakat sekitar.

    “Banyak sekali kegiatan eksekusi di lapangan yang tidak disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Dampaknya dari segi ekonomi, karena ini kawasan niaga, orang yang istilahnya ngejar waktu, kemudian tiba-tiba mau masuk Jalan Roda ditutup, diminta putar lagi ke SSA dan sebagainya, sedangkan perencanaan di Suryakencana sendiri belum rampung,” ungkapnya.

    Mardi Lim menjelaskan, bahwa dinas terkait telah melakukan sosialisasi secara global di akhir Januari. Pihak Sepakat juga sudah mencoba menjembatani untuk membuka ruang dialog agar pembangunan ini bisa dimatangkan bersama, tapi apa yang menjadi keinginan warga disesuaikan dengan karakter kawasan tak kunjung diakomodasi oleh dinas terkait.

    “Sampai Agustus kang Bima (wali kota Bogor) mencoba membuka dialog juga dengan mengundang perwakilan itupun sama, jadi apa yang menjadi keberatan warga yang mana kami ingin memberikan usulan sesuai dengan karakter kawasan itu tidak diakomodir oleh PUPR,” paparnya.

    Dengan demikian, tambah Mardi Lim, pihaknya ingin melihat percepatan pembangunan karena hal ini menyangkut dengan hajat hidup orang banyak.

    “Jadi jangan main-main dengan mengubah tatanan di kawasan ekonomi, tapi tidak betul-betul dengan matang melakukan manajemen proyek, komunikasi, transparansi dengan baik. Itu menurut saya perlu menjadi penekanan bersama,” tandasnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi II Safrudin Bima menyampaikan pihaknya telah mencatat beberapa aspirasi yang disampaikan para pedagang di kawasan Jalan Suryakencana.

    Menurutnya, pembangunan dengan nilai kontrak Rp29,6 miliar dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) bertujuan untuk membangkitkan dan juga memperkuat ekonomi. Namun sekarang dampaknya para pedagang jalan suryakencana mengalami kendala dalam perekonomian.

    “Ada kaitannya dengan trotoar yang begitu lebar sementara jalan semakin menyempit sementara di situ pusat perdagangan, terus bongkar muat dan lain. Terus pengerjaan betonisasi itu diperkirakan sampaikan oleh kontraktor 17 hari ternyata sampai 40 hari di lapangan, bayangkan kalau 40 hari pedagang itu istirahat dagang sementara Covid-19 ini baru sembuh, terus mereka diperpanjang situasi ini,” kata Safrudin didampingi anggita Komisi II lainnya Masoudi Ismail dan Ujang Sugandi.

    Dengan demikian, lanjut Safrudin, pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan ini mengawali dengan melakukan rapat internal Komisi II. Jika memungkinkan, pihaknya juga akan segera memanggil dinas terkait, camat, lurah, termasuk kontraktor pelaksana.

    “Kita juga akan sidak (inspeksi mendadak). Suryakencana, orang dari dulu sudah tahu pusat perniagaan. Artinya langkah-langkah yang dilakukan pemerintah di Suryakencana ini harus meningkatkan kemampuan perniagaan bukan malah sebaliknya,” pungkasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Pemkot Segera Rehabilitasi GOR Pajajaran

    17 Agustus 2025
    Kota Bogor

    Masyarakat Berseri-seri Sambut “Nganjang Ka Warga”

    26 Juli 2025
    Ekonomi

    Rapat Paripurna, Bima Arya Sampaikan Jawaban Pandangan Umum Fraksi

    28 Juli 2022
    Kota Bogor

    KLHK Tekan Laju Deforestasi dengan Kebijakan dan Pemantauan Intensif

    28 Juli 2024
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Perda Disahkan, Bima Arya : Biskita Trans Pakuan Bisa Disubsidi APBD

    5 April 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Perumda Trans Pakuan dan Kodjari menggelar pres conference…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Sampaikan Rancangan KUA-PPAS Tahun 2023

    15 Juli 2022

    Plh. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon…

    Ekonomi

    DPC IWAPI Kota Bogor Terus Dorong Pengembangan UMKM

    30 September 2022

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Bogor melakukan audiensi dengan Wali…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor Kawal Distribusi Gas 3 Kg

    6 Februari 2025

    BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, melakukan inspeksi ke dua pangkalan Liquefied…

    Ekonomi

    BRI Bogor Pajajaran Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bogor

    31 Oktober 2025

    BOGOR – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial…

    Daerah

    Promosi Digital Dongkrak Minat UMKM Isi Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua

    30 Juni 2026

    BOGOR – Pasar Jambu Dua kini tak lagi sekadar menjadi pusat perdagangan. Lantai dua pasar…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.