Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha
    • Denny Mulyadi Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan
    • Dedie Rachim Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
    • Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban
    • YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks
    • Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi
    • Dedie Rachim Pastikan Penataan Lanjutan Terminal Bubulak Tepat Waktu
    • Pemkot Bogor Tata Nyi Raja Permas, Pedagang Disiapkan Lokasi Usaha yang Lebih Representatif
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Pembangunan Jembatan » Pembangunan Jembatan Muarasari Tak Ada Progres, Aprilda Sebut Kontraktor Hamburkan APBD dan Rugikan Masyarakat
    Akses Jalan

    Pembangunan Jembatan Muarasari Tak Ada Progres, Aprilda Sebut Kontraktor Hamburkan APBD dan Rugikan Masyarakat

    17 November 20223 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Setelah Camat Bogor Selatan Hidyatullah turun langsung ke lokasi pembangunan jembatan yang berlokasi di Jalan Raya Tajur, Kelurahan Muarasari, karena proses pengerjaannya yang lelet dan dikeluhkan warga.

    Kini, giliran tokoh perempuan Kecamatan Bogor Selatan Aprilda Dasa Pratiwi angkat bicara.

    Ia mengungkapkan, lambannya pembangunan jembatan tersebut membuat pelaku usaha di wilayah sekitar harus menempuh akses jalan yang lebih jauh.

    “Banyak pemilik warung yang kalau belanja dari pasar bawa barang harus muter dulu jalannya ke belakang lewat Pakuan, lumayan jauh juga,” tegas dia, Kamis (17/11/2022).

    “Bukan cuma itu, siswa yang berangkat sekolah, yang tadinya cuma jalan kedepan juga jadi harus jalan ke pakuan sampai gang samping royal tajur. Resikonya kan telat jalan kaki, khawatir keserempet motor yang lalu lalang karena jalannya yang tidak leluasa” tambahnya.

    Hal tersebut juga, masih kata Aprilda, pembangunan yang lambat dikeluhkan juga para mitra kerjanya yang setiap hari harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk ke Muarasari.

    “Iya jelas, saya kan ada kantor tepat di dekat jembatan yang sedang dibangun. Mitra kerja saya dari berbagai wilayah juga suka cape duluan kalau mau ke kantor saya. Benar-benar menyulitkan ini dampak molornya pembangunan jembatan,” katanya.

    Aprilda menambahkan, proyek pembangunan jembatan Muarasari dengan nilai Rp576 juta yang dikerjakan oleh CV Maisara Karyaindo seharusnya dikerjakan secara maksimal dan optimal, mengingat sumber dana tersebut berasal dari APBD 2022 yang dihasilkan dari pajak masyarakat.

    “Nilainya ‘kan ratusan juta, bukan uang sedikit. Seharusnya pihak kontraktor meminimalisir kesalahan, dampak dan harus optimal dalam pengerjaan. Ini sumber dananya juga dari APBD jangan dihambur-hamburkan dan banyak alasan ini itu karena ini kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

    Seperti diketahui, pembangunan jembatan akses penghubung wilayah RT2/4, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, dengan Jalan Raya Tajur menurut papan proyek harus selesan 20 November ini.

    Warga mengeluhkan pekerjaan yang terlihat tidak ada progres, padahal waktu pekerjaan yang semakin sedikit. Alhasil, warga mesti mencari jalan yang lebih jauh.

    Menanggapi hal itu, Camat Bogor Selatan Hidayatulloh mengatakan, bahwa aparat kewilayahan bakal mengawasi dan memelototi pekerjaan yang dikeluhkan warga tersebut.

    Ia berharap, pekerjaan dapat dimaksimalkan penyelesaiannya sehingga bisa segera dipakai kembali oleh warga.

    “Aparat wilayah berharap agar pengerjaan dapat dimaksimalkan penyelesaiannya. Sehingga dapat segera dinikmati oleh warga pengguna jalan di wilayah tersebut,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (16/11/2022).

    Camat mengakui, sebagai penerima manfaat, pihaknya hanya bisa memberikan himbauan kepada penyedia jasa dan juga kepada warga.

    Sedangkan untuk teguran, kata dia, merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai pengguna anggaran.

    “Untuk teguran (kepada kontraktor) sih mungkin ke dinas yang mengerjakan ya. Kita di wilayah bentuknya himbauan saja karena kita sifatnya penerima manfaat,” kata Dayat, biasa ia disapa.

    Meski begitu, ia mengakui tetap akan mengawasi dengan turun langsung ke lokasi agar pekerjaan selesai dan tidak dikerjakan asal-asalan. Termasuk memberikan himbauan kepada warga.

    “Itu kan jembatan sebetulnya sudah rusak, keropos lah. Makanya kita usulkan untuk dibangun tahun ini. Intinya pastinya ada himbauan karena ini kegiatan dinas,” tukasnya.

    Aprilda Dasa Pratiwi CV. Maisara Karyaindo Dinas PUPR Hidayatulloh
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Energi Listrik

    Tingginya Kepedulian Pada Bisnis Berkelanjutan, Penggunaan Energi Hijau Meningkat 148%

    5 Februari 2024
    Kesehatan

    Pilih Syarifah jadi Sekda, Bima Bantah Muluskan Rencana Pemekaran Kota Bogor

    1 Oktober 2020
    Kesehatan

    Aduduh! PSBB Proporsional Diperpanjang, Tidak Pakai Masker Didenda 500 Ribu

    5 Agustus 2020
    Kesehatan

    Penuhi Kebutuhan, Tirta Pakuan Tingkatkan Kapasitas Produksi Air

    14 Desember 2020
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Gelar Rapat Gabungan, Komisi II Urai Benang Kusut Perumda Trans Pakuan

    1 April 2022

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja gabungan dengan Perumda Trans Pakuan,…

    Ekonomi

    Bahas PP-APBD, Komisi I DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Maksimalkan Anggaran Kelurahan

    27 Juli 2022

    BOGOR – Selama sepekan, DPRD Kota Bogor telah melakukan pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja…

    Bogor

    Ekspor Produk Kota Bogor Sudah Capai 78 Juta US Dollar

    22 September 2022

    Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memberikan arahan kepada para pelaku usaha ekspor (eksportir)…

    Daerah

    Endang Setyawati Thohari Dorong Generasi Muda Cintai Kuliner Lokal dan Berdayakan UMKM

    23 November 2024

    BOGOR – Anggota DPR RI, Endang Setyawati Thohari, mendorong adanya inovasi kuliner lokal untuk menarik…

    Daerah

    Pelatihan untuk Pengawas Koperasi Merah Putih, Dedie Rachim: Koperasi Harus Maju dan Berjalan Bersama

    28 Oktober 2025

    BOGOR – Dalam rangka memperkuat peran strategis pengawas dalam mewujudkan tata kelola koperasi yang akuntabel…

    Ekonomi

    Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan Lewat Fun Walk

    8 Juni 2026

    BOGOR – Memeriahkan ulang tahun Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS),…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.