BOGOR – Pembangunan akses jalan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur dimulai, Selasa (11/8/2026).
Rangkaian ini membuka lembaran baru menuju kota modern berkelanjutan. Akses strategis yang terhubung dengan konektivitas antarwilayah kecamatan membuat pembangunan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat, namun juga membuka konektivitas untuk meningkatkan mobilitas masyarakat Kota Bogor yang akan berdampak pada peningkatan perekonomian.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa apa yang dilakukan saat ini merupakan upaya untuk memupuk harapan dan mendekatkan antara mimpi dengan kenyataan menuju kota modern berkelanjutan yang tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat.
“Ikhtiar ini juga akan berdampak manfaat pada membangun manusia yang lebih maju, modern dengan segala fasilitas yang dibangun untuk kemudahan, dan tentunya nanti akan segera meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dedie Rachim.
Pembangunan akses jalan ini juga terhubung dengan pintu keluar Tol Jagorawi Bogor Selatan. Sehingga pembangunan jalan ini selain mempersiapkan beberapa rangkaian proses pembangunan di area kantor pemerintahan masa depan, juga akan dibangun berbagai fasilitas untuk masyarakat Kota Bogor, di antaranya gelanggang olahraga, karena di wilayah Kecamatan Bogor Timur belum memiliki sarana olahraga yang representatif. Selanjutnya, akan ada ruang serbaguna hingga rumah ibadah.
Akses jalan sepanjang 1.418 meter dengan lebar 6 x 12 meter yang dikerjakan selama 120 hari ini akan menghubungkan wilayah Bogor Utara, Bogor Timur, dan Bogor Selatan. Sehingga lokasi yang sering dianggap terisolir ini mulai terbuka dan terkoneksi dengan jaringan jalan berbagai wilayah serta pusat kota.
“Jalan ini akan dilengkapi dengan drainase, kemudian juga pedestrian, kanstin, nanti juga akan dilengkapi dengan lampu penerangan, kemudian juga nanti kita akan hijaukan. Jadi semua kita siapkan untuk masa depan Bogor yang lebih baik,” ucapnya.
“Tentu harus konsisten kita laksanakan dengan berbagai tantangan. Insyaallah bertahap, namun akan terwujud juga nanti suatu saat kantor pemerintahan yang representatif untuk Kota Bogor dan warga yang sejahtera,” sambungnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan bahwa seperti yang disampaikan Dedie Rachim, pembangunan jalan bukan sekadar membuka akses, namun menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan kawasan di wilayah timur Kota Bogor ke depan serta konektivitas antarkawasan.
“Jadi yang pertama adalah mengurangi kemacetan di sekitar pusat kota. Yang kedua, mempercepat mobilitas warga dan logistik antarwilayah. Yang ketiga, mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor dan kawasan ini,” ujarnya.
Pada peletakan batu pertama ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU kemitraan dengan PT Kharisma Tangguh Persada (KTP) dalam rangka penataan simpang geometrik akses Jalan Parung Banteng menuju akses on ramp Tol Jagorawi dan sekitarnya.
Sehingga ini akan menambah konektivitas kawasan, sebab pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembangunan infrastruktur membutuhkan sinergi dengan stakeholder, pihak swasta, dan masyarakat.
“Gerbang yang utama melalui aset lahan milik pengembang dan di tengah simpang jalan akan dibuat pulau jalan yang dibentuk taman. Kedua, dibangunnya simpang geometrik berupa bundaran taman untuk menata lalu lintas keluar-masuk Jalan Tol Jagorawi yang sekarang sudah beroperasi, demi kelancaran dan keselamatan lalu lintas,” ujar Esti.
Direktur PT KTP, Cornelius Widjaja, mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupakan langkah awal dari sebuah kolaborasi yang memiliki makna besar bagi masa depan Kota Bogor.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, lebih terhubung, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, pembangunan jalan akses menuju kawasan kantor pemerintahan ini memiliki nilai yang sangat strategis. Kemudahan akses yang lebih baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, mempercepat konektivitas antarwilayah, dan yang paling penting, mempermudah akses administrasi bagi warga Kota Bogor.
“Masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai kebutuhan pelayanan publik akan mendapatkan akses yang lebih nyaman, lebih efisien, dan lebih mudah dijangkau. Ketika akses menjadi lebih baik, maka pelayanan publik pun akan semakin optimal,” kata Esti.
Ia menambahkan, dan ketika pelayanan publik semakin optimal, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin kuat.
“Di situlah kita melihat bahwa sebuah jalan bukan hanya menghubungkan satu titik ke titik lainnya, tetapi juga menghubungkan pelayanan, kesempatan, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan PT KTP ini menjadi contoh kolaborasi yang produktif, di mana sektor publik dan sektor swasta dapat saling mendukung untuk menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah pembangunan bukan hanya berdirinya infrastruktur, tetapi sejauh mana infrastruktur tersebut mampu memberikan manfaat bagi warga Kota Bogor.
“Saya percaya, dengan semangat kebersamaan, dukungan seluruh jajaran pemerintah, para pemangku kepentingan, serta partisipasi masyarakat, pembangunan ini akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong Kota Bogor yang semakin maju, tertata, dan berkembang. Sebuah kota yang pelayanannya semakin baik, aksesnya semakin terbuka bagi kita semua,” tutupnya.
