Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Ketua Kontingen Beri Arahan Tenaga Pendukung Porprov XV Tahun 2026
    • Lantik Pengurus DPPI 2026-2030, Jenal Titip Pesan Edukasi Pancasila
    • Dedie Rachim Paparkan Komitmen Pemkot Bogor dalam Keterbukaan Informasi Publik
    • Lolos ke Final Porprov Jabar 2026, Tim Futsal Putra Kabupaten Bogor Siap Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi
    • Bawa Pulang Medali Emas Panahan Porprov Jabar 2026, Atlet Kabupaten Bogor Dapat ‘Kadedeuh’ Spesial
    • Kabupaten Bogor Kokoh di Puncak Soft Tenis Porprov Jabar 2026, Targetkan 2 Emas Terakhir
    • Kalahkan Perenang Bandung dan Bekasi, Gilbert Raih Emas Renang Porprov XV Jabar 2026
    • Kemenko Kumham Imipas Kunjungi Kota Bogor, Bahas Penguatan Reformasi Hukum
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Pare, Sayur Pahit Penghasil Duit
    Kesehatan

    Pare, Sayur Pahit Penghasil Duit

    23 November 20203 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Karena rasanya yang dominan pahit, tidak semua orang suka dengan sayur yang satu ini. Biasanya, sayur ini jadi pelengkap dalam olahan tradisional, atau jadi panganan utama bagi kaum hawa yang memanjakan kulitnya.

    Kali ini, barayanews.co.id akan mengulas sayuran hijau bernama Peria atau Pare, masyarakat Jawa Barat menyebutnya dengan Paria dari mulai penanaman hingga penjualannya.

    Si sayur pahit ini menjadi primadona pendulang rupiah bagi kelompok tani di Kota Bogor.

    Salah satu Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Kampung Karya Bhakti, RW 04, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor mengaku, Pare ini menjadi komoditi pasar yang tidak pernah kekurangan konsumen.

    Pasalnya, sekali panen, si pahit ini bisa menghasilkan 300kg sampai 700kg. Tak aneh, jika KWT ini bisa menjual Pare dengan total 5 ton setiap panennya.

    Hal itu dikatakan Yani, Ketua KWT Berkarya saat ditemui di kebunnya usai panen baru-baru ini.

    “Sekali panen bisa sampai 300kg, keduanya bisa 700kg, dengan jangka waktu 4 harian setiap kali panen. Kalau diakumulasi bisa sampai 5ton pare kita jual,” tuturnya.

    Ia menambahkan, pada masa pandemi ini komoditi sayuran termasuk Pare tidak mengalami penurunan konsumen. “Alhamdulillah pandemi ini, sayuran atau umumnya sektor pertanian tidak mengalami penurunan. Sejauh ini lancar terus. Karena kami tidak hanya menanam Pare, sayuran jenis lain pun sama,” tambahnya.

    Setelah dilakukan penyortiran, hasil panen Pare jenis Hokian ini dikemas dalam plastik sebelum didistribusikan ke salah satu pasar di Kabupaten Bogor. “Kita sortir dulu sebelum packing. Biasanya ada yang kena hama. Persentase sedikit yang busuk. Satu kantong besar itu diisi kurang lebih 24kg. Satu kilonya dihargai dengan kisaran Rp5000 sampai Rp7000,” kata Yani.

    “Peria yang dihinggapi hama jenis Lalat buah (Ngengat) ini buah yang tumbuh dibawah dan langsung menyentuh ke tanah. Makanya diusahakan si buahnya ga nempel di tanah,” tambahnya.

    Sementara, dalam pembudidayaannya, lanjut Yani, sayuran Peria ini tidak membutuhkan perawatan yang sulit dan ‘ribet’. Hanya saja si hijau pahit ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup dalam pertumbuhannya.

    “Lazimnya pare ini tumbuh di musim kemarau. Jadi, musim hujan agak ada penurunan. Tapi tidak signifikan. Sayuran jenis pare ini terbilang tanaman yang bandel dengan perubahan musim atau cuaca,” jelasnya.

    Sayuran yang biasa dikonsumsi menjadi tumisan atau lalapan ini ditanam di lahan seluas 3.500 meter persegi. KWT Berkarya ini menjaga fluktuasi pangsa pasar dengan mengganti komoditi. Selain Peria, Yani Cs juga menanam sayuran jenis Mentimun dan terung.

    “Pergantian penamanan dibutuhkan agar memperbaiki kesuburan tanah. Kita seling dengan terung dan mentimun. Setelah panen diistirahatkan dulu tanahnya. Unsur haranya harus baik dalam melakukan penanaman. Selain itu, karena kita juga menjaga fluktuasi pangsa pasar. Tapi kondisi tersebut kita sudah memahami. Sudah biasa,” pungkasnya.

    Buah dengan tekstur panjang bergelombang ini dipanen dalam waktu kurang lebih dua bulan dari masa penanaman.

    KWT Berkarya ini mempekerjakan 3 orang tenaga professional dan 5 orang warga setempat untuk memberdayakan potensi di wilayah.

    Yani menjelaskan dengan hasil panen baik itu Peria, Mentimun ataupun jenis sayuran lain merupakan bentuk ketahanan pangan. “Paling tidak untuk di rumah sendiri kami tidak usah beli. Jadi untuk ketahanan pangan juga,” tutupnya.

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    10.10

    Tingkatkan Raihan Pelanggan, Perumda Tirta Pakuan Gulirkan Promo Menarik 10.10

    10 Oktober 2022
    Kesehatan

    Soal Vaksinasi Covid-19, Ini Target Pemkot Bogor Kata Bima Arya

    18 November 2020
    Kota Bogor

    Pemkot Bogor Terbitkan SE Perayaan Tahun Baru, Tidak Boleh Ada Konvoi dan Petasan

    30 Desember 2023
    Halal Food Center

    Banzai! Investor Jepang Tertarik Kucurkan Dana di Kota Bogor

    3 Maret 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Banyak Kepingan Sejarah Tercecer, JKPI Jalin Kerjasama dengan Perpusnas dan ANRI

    26 Maret 2022

    Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Bima Arya mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa…

    Ekonomi

    Rakernas, Bima Arya Akan Resmikan Tugu Apeksi di Kota Padang

    26 Juni 2022

    Wali Kota Bogor yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (Apeksi), Bima Arya menerima kedatangan…

    Ekonomi

    Jauh dari Pusat Kota, Bima Arya Pastikan Warga Tetap Dapat Perhatian Pemkot

    20 September 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya kembali menjalankan program ‘Ngantor di Kelurahan’. Hari ini, Selasa (20/9/2022)…

    Ekonomi

    Pasar Jambu Dua Diresmikan, Diharapkan Kolaboratif Untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

    17 Oktober 2024

    BOGOR – Penjabat Wali Kota Bogor, Heri Antasari, secara resmi mengoperasikan dan menghadiri acara syukuran…

    Daerah

    Ikhtiar TP PKK Kota Bogor Bangun Kesehatan Mental

    24 Oktober 2025

    Kesehatan mental warga Kota Bogor menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).…

    Daerah

    Meriahkan HJB, DKPP Kota Bogor Gelar Pangan Murah di Sempur

    2 Juni 2026

    BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Sempur sebagai…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.