Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD
    • Pasar Jambu Dua Diresmikan Jadi Sentra Kuliner Baru
    • ‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎
    • Perumda Tirta Pakuan Lakukan Flushing Jaringan Pipa Agar Air Jernih dan Terjaga Kualitasnya
    • Petugas Gabungan Masih Disiagakan di TPAS Galuga
    • Kemenko Polkam Tinjau Aktivasi IKD dan Sosialisasi Perlinsos di Kebon Kelapa
    • Ombudsman Nilai Kepatuhan Pelayanan Publik RSUD Kota Bogor
    • Metode Pemadaman Kebakaran di TPAS Galuga
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Pare, Sayur Pahit Penghasil Duit
    Kesehatan

    Pare, Sayur Pahit Penghasil Duit

    23 November 20203 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Karena rasanya yang dominan pahit, tidak semua orang suka dengan sayur yang satu ini. Biasanya, sayur ini jadi pelengkap dalam olahan tradisional, atau jadi panganan utama bagi kaum hawa yang memanjakan kulitnya.

    Kali ini, barayanews.co.id akan mengulas sayuran hijau bernama Peria atau Pare, masyarakat Jawa Barat menyebutnya dengan Paria dari mulai penanaman hingga penjualannya.

    Si sayur pahit ini menjadi primadona pendulang rupiah bagi kelompok tani di Kota Bogor.

    Salah satu Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Kampung Karya Bhakti, RW 04, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor mengaku, Pare ini menjadi komoditi pasar yang tidak pernah kekurangan konsumen.

    Pasalnya, sekali panen, si pahit ini bisa menghasilkan 300kg sampai 700kg. Tak aneh, jika KWT ini bisa menjual Pare dengan total 5 ton setiap panennya.

    Hal itu dikatakan Yani, Ketua KWT Berkarya saat ditemui di kebunnya usai panen baru-baru ini.

    “Sekali panen bisa sampai 300kg, keduanya bisa 700kg, dengan jangka waktu 4 harian setiap kali panen. Kalau diakumulasi bisa sampai 5ton pare kita jual,” tuturnya.

    Ia menambahkan, pada masa pandemi ini komoditi sayuran termasuk Pare tidak mengalami penurunan konsumen. “Alhamdulillah pandemi ini, sayuran atau umumnya sektor pertanian tidak mengalami penurunan. Sejauh ini lancar terus. Karena kami tidak hanya menanam Pare, sayuran jenis lain pun sama,” tambahnya.

    Setelah dilakukan penyortiran, hasil panen Pare jenis Hokian ini dikemas dalam plastik sebelum didistribusikan ke salah satu pasar di Kabupaten Bogor. “Kita sortir dulu sebelum packing. Biasanya ada yang kena hama. Persentase sedikit yang busuk. Satu kantong besar itu diisi kurang lebih 24kg. Satu kilonya dihargai dengan kisaran Rp5000 sampai Rp7000,” kata Yani.

    “Peria yang dihinggapi hama jenis Lalat buah (Ngengat) ini buah yang tumbuh dibawah dan langsung menyentuh ke tanah. Makanya diusahakan si buahnya ga nempel di tanah,” tambahnya.

    Sementara, dalam pembudidayaannya, lanjut Yani, sayuran Peria ini tidak membutuhkan perawatan yang sulit dan ‘ribet’. Hanya saja si hijau pahit ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup dalam pertumbuhannya.

    “Lazimnya pare ini tumbuh di musim kemarau. Jadi, musim hujan agak ada penurunan. Tapi tidak signifikan. Sayuran jenis pare ini terbilang tanaman yang bandel dengan perubahan musim atau cuaca,” jelasnya.

    Sayuran yang biasa dikonsumsi menjadi tumisan atau lalapan ini ditanam di lahan seluas 3.500 meter persegi. KWT Berkarya ini menjaga fluktuasi pangsa pasar dengan mengganti komoditi. Selain Peria, Yani Cs juga menanam sayuran jenis Mentimun dan terung.

    “Pergantian penamanan dibutuhkan agar memperbaiki kesuburan tanah. Kita seling dengan terung dan mentimun. Setelah panen diistirahatkan dulu tanahnya. Unsur haranya harus baik dalam melakukan penanaman. Selain itu, karena kita juga menjaga fluktuasi pangsa pasar. Tapi kondisi tersebut kita sudah memahami. Sudah biasa,” pungkasnya.

    Buah dengan tekstur panjang bergelombang ini dipanen dalam waktu kurang lebih dua bulan dari masa penanaman.

    KWT Berkarya ini mempekerjakan 3 orang tenaga professional dan 5 orang warga setempat untuk memberdayakan potensi di wilayah.

    Yani menjelaskan dengan hasil panen baik itu Peria, Mentimun ataupun jenis sayuran lain merupakan bentuk ketahanan pangan. “Paling tidak untuk di rumah sendiri kami tidak usah beli. Jadi untuk ketahanan pangan juga,” tutupnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Kota Bogor Catat Lompatan 9,39 Poin dalam Reformasi Birokrasi 2024

    5 Mei 2025
    ALTI

    Kejuaraan Lari Trail Pelajar Pertama Kali di Indonesia, Pemenang Dapat Japres

    22 Desember 2022
    Kasus

    Perumda Tirta Pakuan Imbau Pelanggan Waspada Pencurian Meter Air

    18 Juli 2024
    Kota Bogor

    Terkait Tutupnya Retail Giant, Dewan Kota Bogor Minta Pemkot Lakukan Langkah Solutif

    31 Mei 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang di Pasar Kota Bogor Tetap Berjualan

    1 Maret 2022

    BOGOR – Seolah mengikuti tren kenaikan harga kedelai yang menyeret harga tahu tempe, kini harga…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor – IAI Tazkia Tandatangani MoU

    16 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Agama Islam (IAI) Tazkia…

    BBM

    Pemicu Inflasi, Ketua DPRD Kota Bogor : Batalkan Kenaikan BBM

    9 September 2022

    BOGOR – Keputusan Pemerintah menaikkan harga BBM di tengah situasi ekonomi yang sulit seperti saat…

    Ekonomi

    BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika Melaksanakan Layanan Terbatas Cuti Bersama Idul Adha 1445 Hijriah

    19 Juni 2024

    BOGOR – BRI Branch Office Bogor Dewi Sartika melaksanakan Layanan Terbatas dalam rangka Cuti…

    Ekonomi

    Kerja Sama Perumda Tirta Pakuan Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Nilai Aset

    26 Agustus 2025

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah agar dapat…

    Daerah

    Kelurahan Katulampa Dorong Pengembangan Wahana Ngalun di Bendung Katulampa

    16 April 2026

    BOGOR – Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, terus menggali potensi wisata yang dimiliki wilayahnya sebagai…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.