Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Matangkan Venue dan Maksimalkam Anggaran, Kota Bogor Pastilan Kesiapan Porprov XV 2026 Jabar
    • Pemkot Bogor Akan Kirim Karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk Belajar Pengurangan Kehilangan Air di Korea
    • Banu Bagaskara Ajak Generasi Muda Suarakan Aspirasi Lewat Merah Muda Fest
    • ‎‎Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda
    • EIGER Nature Resmi Dibuka di Bogor, Hadirkan Wisata Petualangan Berbasis Konservasi
    • Gandeng Cipayung Plus, Polresta Bogor Kota Gelar Aksi Peduli Bencana Kemanusiaan
    • Semarak Sumpah Pemuda, Wanoja Kota Bogor Gelar Aksi Kemanusiaan
    • Jadi Venue Tenis Meja di Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Lakukan Percepatan Persiapan GOR Yasmin
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Dedie Rachim Tinjau Kesiapan Akses untuk Pejalan Kaki di JPO Peledang
    Kota Bogor

    Dedie Rachim Tinjau Kesiapan Akses untuk Pejalan Kaki di JPO Peledang

    21 Agustus 20254 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Paska ditutupnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau langsung kesiapan akses bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan.

    Penutupan tersebut menyusul adanya hasil penelitian kelayakan konstruksi oleh Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI dengan nomor: BM 0503-DO/689 yang menyatakan bahwa kondisi JPO tersebut sudah tidak layak digunakan.

    Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait kondisi JPO Paledang yang harus diperbaiki.

    Namun, untuk melakukan perbaikan perlu ada penilaian kelaikan konstruksi, sehingga bisa dipastikan aman bagi masyarakat.

    “Dan setelah kita tunggu hasil dari penilaian, kekuatan konstruksi ternyata ini sudah tidak laik lagi,” ucap Dedie A. Rachim, Rabu (20/8/2025).

    Sehingga, dilihat dari kondisi saat ini, jika tidak ada langkah konkret terhadap JPO Paledang untuk dihapuskan, maka akan ada risiko yang membahayakan masyarakat.

    “Ini fakta di lapangan bahwa memang JPO umurnya sudah cukup tua dengan kondisi yang rapuh dan membahayakan. Oleh karena itu, kita putuskan tidak boleh lagi dilintasi,” ucapnya.

    Saat ini, akses sementara pejalan kaki untuk menyeberang jalan bisa melewati bidang jalan di dekat Halte Samping Lapas Paledang menuju Jalan Mayor Oking yang langsung bisa menuju Stasiun Bogor.

    Upaya tersebut dibuat sambil menunggu langkah bersama antara Dishub, PU, dan PT KAI untuk membuat akses baru ketika JPO ini dihapuskan.

    “Bisa pakai semacam pelican crossing atau zebra cross, dengan disiapkan petugas atau dengan lampu seperti di Jalan Sudirman Thamrin di Jakarta,” ucapnya.

    Sementara itu, untuk dilakukan pembongkaran JPO Paledang perlu dilakukan melalui proses penghapusan aset, karena JPO ini tercatat sebagai aset milik Pemkot Bogor.

    Untuk mengakomodir akses bagi para penumpang kereta commuter line, Dedie Rachim juga meminta kepada PT KAI untuk juga bisa menyesuaikan masyarakat yang akan masuk ke Stasiun Bogor, apakah melewati jalur sementara atau disesuaikan dengan jalur yang ada.

    Karena saat ini, selain dari Mayor Oking, akses masuk ke Stasiun Bogor bisa melalui pintu Alun-Alun Kota Bogor di Jalan Dewi Sartika atau melalui skybridge yang menghubungkan antara Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang.

    Berdasarkan data PT KAI, jumlah gate in dan gate out Stasiun Bogor perhari mencapai 100.000 saat weekday dan 120.000 saat weekend dengan headway 5 menit antarkereta.

    “Sehingga wilayah ini jadi perhatian bersama untuk kita tata ulang. Saat ini untuk akses melalui alun-alun, sekarang komposisinya 70 persen lebih banyak di alun-alun dibandingkan yang masih memanfaatkan Jalan Mayor Oking,” ucap Dedie Rachim.

    Berkaitan dengan akses penyebrangan untuk pejalan kaki, jika berkaca dari kota-kota modern di dunia, masyarakat pejalan kaki sangat dihormati dan menjadi prioritas tertinggi lalu lintas. Sehingga, keberadaan akses penyeberang jalan di bidang jalan ini juga sebagai edukasi untuk masyarakat agar menghargai pejalan kaki.

    Dedie Rachim menekankan, sebagai kota modern, penyeberang jalan menjadi prioritas utama.

    Wakil Kepala Stasiun Bogor, Salahudin, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, sehingga zebra cross nantinya bisa terhubung dengan pintu masuk di Jalan Mayor Oking.

    “Dari diskusi awal akan dibuka pintu yang akan menuju Mayor Oking, selanjutnya kami akan informasi lebih lanjut kepada pimpinan Daop 1,” ujarnya.

    Terkait pemanfaatan skybridge bagi penyeberang jalan maupun untuk mengakomodir penumpang menuju Stasiun Bogor, pihaknya akan menyampaikan lebih lanjut kepada pimpinan KCI dan KAI.

    Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menyampaikan terkait kajian teknis fasilitas penyeberangan simpang Paledang Bogor.

    Menurut laporan, hasil pengujian struktur beton JPO Paledang yang dilakukan oleh Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur Dirjen Bina Marga, Kemen PU, bahwa JPO Paledang masuk dalam kategori NK 3 (rusak berat).

    Kajian aspek keselamatan, kemacetan, dan aksesibilitas menunjukkan bahwa kapasitas Jalan Kapten Muslihat saat ini terbatas, dengan lebar hanya 8 meter. Jalan ini memiliki jalur terpisah dengan median fisik yang berfungsi sebagai tempat singgah sementara bagi pejalan kaki. Oleh karena itu, rekomendasi teknis penyeberangan jalan adalah menggunakan zebra cross.

    Untuk Level of Service (LOS F), kepadatan lalu lintas cenderung kecepatan rendah, V/C ratio tinggi (0,80 peak hour dan 0,58 pada off peak), kecepatan berkendara rata-rata <30km/jam, sehingga tidak bahaya bagi penyeberang.

    Waktu penghentian pejalan kaki menyeberang +/-5,71 detik, sehingga akan ada 3-4 kendaraan tertahan.

    “Kajian pertimbangan keselamatan, kemacetan, dan aksesibilitas dapat diberikan, bagi penyeberangan dengan zebra cross untuk efisiensi akses pergerakan pejalan kaki yang ramah bagi pejalan kaki,” ucapnya.

    Zebra cross akan mulai dibuat hari ini, sehingga bisa langsung digunakan untuk masyarakat.

    “Zebra crossnya menyambung dari Jalan Kapten Muslihat hingga Jalan Mayor Oking, nantinya pagar dari pihak stasiun akan dibuka,” ucapnya.

    Dedie A. Rachim JPO Peledang Kota Bogor Pemkot Bogor
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Pohon di Depan Mall Boxies Akan Ditebang, Komisi III Geram

    20 Januari 2020
    Kesehatan

    Vaksin Sinovac Tiba di Kota Bogor

    12 Januari 2021
    Daerah

    Mewujudkan Kampung Tertib Trantibum

    26 September 2022
    Kesehatan

    Atty Somaddikarya : Ditengah Pandemi Jangan ‘Nyinyir’, Harusnya Support Presiden

    17 Desember 2020
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Perumda Tirta Pakuan Dikategorikan BUMD Air Minum Sehat oleh Kementrian PUPR

    23 Februari 2022

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sehat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

    Bisnis

    HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

    28 Mei 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak 98 wali kota anggota…

    Bogor

    Kompak, Bima dan Atang hingga PWI Jabar Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

    4 September 2022

    BOGOR – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar selama…

    Ekonomi

    Harga Berangsur Normal, Mendag Cek Bahan Pokok di Kota Bogor

    18 Maret 2024

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik…

    Ekonomi

    Pansus RPJMD Dorong Penurunan Kemiskinan, Atty Somaddikarya Desak OPD Fokus pada Program Pro-Rakyat

    19 Juli 2025

    BOGOR – Dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor…

    Daerah

    Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

    14 Maret 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.