Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Atlet Junior Antar Judo Kota Bogor Lampaui Target 9 Medali Emas, Bidik Juara Umum
    • ‎Cabor Soft Tenis Kabupaten Bogor Juara Umum Porprov XV Jabar 2026
    • Kempo Kota Bogor Bidik Enam Medali Emas di Porprov XV Jabar 2026, Andalkan Hasil Try Out di Jepang
    • Ketua Kontingen Beri Arahan Tenaga Pendukung Porprov XV Tahun 2026
    • Lantik Pengurus DPPI 2026-2030, Jenal Titip Pesan Edukasi Pancasila
    • Dedie Rachim Paparkan Komitmen Pemkot Bogor dalam Keterbukaan Informasi Publik
    • Lolos ke Final Porprov Jabar 2026, Tim Futsal Putra Kabupaten Bogor Siap Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi
    • Bawa Pulang Medali Emas Panahan Porprov Jabar 2026, Atlet Kabupaten Bogor Dapat ‘Kadedeuh’ Spesial
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Pemerintahan » Banu Bagaskara Minta Data Korban Kekerasan Terintegrasi Desil DTSEN
    Daerah

    Banu Bagaskara Minta Data Korban Kekerasan Terintegrasi Desil DTSEN

    6 Desember 20252 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk segera mengintegrasikan data kekerasan terhadap perempuan dan anak ke dalam sistem penentuan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

    Menurutnya, langkah ini penting agar korban kekerasan yang termasuk kelompok rentan dapat teridentifikasi lebih akurat dan memperoleh akses terhadap program bantuan pemerintah.

    Banu menilai banyak kasus kekerasan tidak tercatat dalam sistem kesejahteraan sosial, sehingga korban yang seharusnya membutuhkan dukungan justru tidak muncul dalam desil penerima manfaat.

    “Korban kekerasan hampir selalu menghadapi kerentanan ekonomi dan sosial. Jika datanya tidak terintegrasi, mereka tidak terlihat dalam indikator kemiskinan, padahal mereka sangat membutuhkan bantuan. Integrasi ini menjadi jembatan agar mereka tidak terlewat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, integrasi dimaksud menyatukan data dari DP3A, kepolisian, layanan pendampingan, hingga lembaga perlindungan lainnya. Dengan harmonisasi data tersebut, pemerintah dapat memetakan tingkat kerentanan secara lebih menyeluruh, termasuk dampak ekonomi setelah korban mengalami peristiwa kekerasan.

    Banu menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen Kota Bogor dalam memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok paling rentan. Ia juga mendorong agar DTSEN tidak hanya berbasis pengamatan dan penghasilan, tetapi turut mempertimbangkan faktor lain seperti peristiwa traumatis yang dialami masyarakat.

    “Tujuannya jelas untuk memastikan tidak ada korban kekerasan perempuan dan anak yang tercecer dari perhatian negara. Bantuan pemerintah harus benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” kata Banu.

    Ia berharap integrasi data segera dibahas lintas pemerintah pusat dan daerah, sehingga dapat diterapkan pada pemutakhiran DTSEN berikutnya.

    Anggota DPRD Kota Bogor banu lesmana bagaskara Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional DP3A Kota Bogor DPRD Kota Bogor DTSEN
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    Olahraga

    Juventus Siapkan Trik Ampuh Jegal Bintang Roma Hengkang ke San Siro

    22 Juni 2022
    Kota Bogor

    Nah, Giliran KNPI Kota Bogor Kritisi Mall Boxies Tajur

    27 Januari 2020
    Kesehatan

    Bima Bilang Kunjungan FPI ke Balai Kota Untuk Wujudkan Stabilitas Wilayah

    1 Desember 2020
    Musrenbang

    PKL Kebon Kembang Digusur Untuk Musrenbang, Mahpudi Angkat Suara Bela Pedagang

    24 Januari 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Cek Stok Minyak Goreng, Atang Tampung Curhatan Pedagang Pasar

    25 Februari 2022

    BOGOR – Mencuatnya isu kelangkaan minyak goreng di pasaran ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota…

    Daerah

    APEKSI Beri Masukan ke Pemerintah Pusat Soal Penghapusan Tenaga Honorer

    11 Juni 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya menyatakan, larangan mempekerjakan honorer bagi…

    Aspirasi

    Terima Aspirasi Aksi Mahasiswa, DPRD Kota Bogor Akan Teruskan ke DPR-RI

    6 September 2022

    BOGOR – Gelombang penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terjadi di Kota Bogor.…

    Ekonomi

    Atty Somaddikarya Prihatin, Daya Beli Masyarakat Bulan Ramadhan Lesu

    26 Maret 2024

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengungkapkan keprihatinannya kepada masyarakat di bulan Ramadhan…

    Ekonomi

    Adityawarman: Koperasi Merah Putih Jangan Buka Warung

    30 Juli 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil setuju dengan pendapat Prof. Lukman M Baga…

    Daerah

    Direksi Baru Dilantik, Perumda Tirta Pakuan Akselarasi Pelayanan dan Pengembangan Bisnis

    27 Maret 2026

    BOGOR – Wali kota Bogor, Dedie A. Rachim, resmi melantik dua direksi baru di tubuh…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.