Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Keluarkan Kebijakan PJJ, Walikota Dedie A. Rachim : Kesehatan dan Keselamatan Anak adalah Prioritas Utama
    • Dedie Rachim Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Dorong Sentralisasi Data Nasional Perkuat Kebijakan
    • CFD Kota Bogor Kembali Dibuka, Jenal Mutaqin Tekankan Kenyamanan Warga dan Penataan UMKM
    • Wali Kota Bogor Imbau Warga Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik
    • DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026
    • Kota Bogor Masuk 12 Besar West Java Investment Challenge 2026
    • Pemkot Bogor Perkuat Peran Posyandu dalam Mendukung Pemenuhan 6 SPM
    • Soft Launching Batik Benang Raja Tajur Picu Kemacetan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Wiiih! KTD Muara Farm Ubah Lahan Tidur jadi Subur
    Kesehatan

    Wiiih! KTD Muara Farm Ubah Lahan Tidur jadi Subur

    28 Mei 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Sektor pertanian sepertinya tidak terdampak bencana non alam pandemi covid-19, terobosan demi terobosan terus diciptakan oleh para pelaku dunia tanam. Seperti yang dilakukan Kelompok Tani Dewasa (KTD) Muara Farm yang berhasil mengubah lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif.

    Lahan yang berada di Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor itu sebelumnya merupakan lahan tak terawat yang dijadikan untuk pembuangan puing.

    Namun itu berakhir sejak Maret 2021. KTD Muara Farm mereklamasikan lahan tidur tersebut menjadi lahan subur.

    Kini, lahan seluas 400 meter persegi itu ditanami kangkung dan siap panen. Hal tersebut diungkap, Ketua KTD Muara Farm, Edi Sudrajat saat ditemui di lokasi Kamis, (27/05/2021).

    “Kita mulai itu sejak tiga bulan lalu. Ide awalnya dari pihak Kelurahan Sindangrasa yang melihat kondisi lahan tidur tidak dimanfaatkan oleh warga. Kemudian kita gabungan pengurus RT RW dan warga direkrut untuk bertani di sini,” kata Egi.

    Mengawali bertani, lanjut Egi, KTD Muara Farm mendapat pendampingan dari penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) tentang pertanian. Sebab, rata-rata pengurus dan anggotanya tidak memiliki latar belakang pertanian.

    “Untuk menjadikan lahan tidur menjadi produktif memang betul-betul berbeda tidak seperti awalnya lahan kebun. Makanya, dalam tiga bulan kebelakang kita masih fokus ke lahan, belum ke penanaman,” paparnya.

    Egi menambahkan, untuk mengembalikan kesuburan tanah, lahan dilakukan pembersihan dari puing dan material lainnya, seperti sampah. Setelah itu dilakukan pengolahan tanah dan dibuat bedengan.

    “Dalam mengolah tanah pada saat tanah digemburkan, kita sekalian pilah untuk puing dan sampahnya. Setelah dibentuk bedengan, tanah kemudian dicampur pakai kotoran hewan dan pupuk pabrikan,” kata Egi.

    Penanaman baru dilakukan setelah tanah yang diolah tersebut didiamkan selama satu minggu. Selama itu juga tanah dibolak-balik sebanyak empat kali.

    Pada masa tanam kali ini, KTD Muara Farm baru melakukan penanaman kangkung. Komoditas ini dipilih karena memiliki masa tanam singkat sehingga pada usia 25 hari sudah bisa dipanen.

    “Saat ini kita baru tanam yang cepat produksi, seperti kangkung. Kedepan kita kembangkan ke jenis tanaman lainnya dengan sistem tumpang sari. Sekarang bibitnya sedang disemai, ada tomat, cabai dan labu. Termasuk nanti ada tanaman obat dan hias,” paparnya.

    Ia juga mengatakan, dalam perawatan tanaman mulai penyiraman dan pemupukan melibatkan seluruh anggota setiap harinya. Sejauh ini, kata Egi, untuk pengadaan bibit dan kebutuhan lainnya masih merupakan hasil swadaya KTD sendiri.

    KTD Muara Farm menargetkan hasil bertani bisa memenuhi kebutuhan sayur sayuran di e-Warung dan warung sekitar di Kelurahan Sindangrasa. Selain di lokasi tersebut, KTD juga berencana akan mengembangkan pertanian dengan memanfaatkan lahan tidur di wilayah lainnya.

    “Untuk sekarang hasil kita akan kembalikan ke anggota untuk operasional dan pengembangan di wilayah lain juga. Tapi kedepan ada arah ketika panen raya sebagian dibagikan ke warga masyarakat. Itu jangka panjangnya,” tandasnya.

    Terpisah, Lurah Sindangrasa, Dede Sugandi menyatakan, pihaknya mendukung kegiatan pertanian yang dilakukan KTD Muara Farm. Dengan adanya kegiatan tersebut setidaknya bisa memenuhi kebutuhan akan sayuran bagi warga sekitar.

    “Ya, ini konsepnya sama relatif untuk memasok kebutuhan sayuran. Ya, jangan bicara ke luar dulu, di dalam dulu untuk penyediaan sayuran di warung lingkungan sekitar, terutama bagi para penerima manfaat yang dikelola oleh e-Warung dan agen,” kata Dede.

    Dijelaskan, wilayah Kelurahan Sindangrasa tercatat ada sembilan kelompok tani yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani Dewasa (KTD) dan Kelompok Taruna Tani (KTT). Komoditas yang ditanam beragam jenis mulai dari sayuran, padi dan palawija.

    “Kelompok tani ini juga diantaranya sudah memiliki pasar sendiri seperti di Pasar Tani,” kata Dede.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Buku

    Bima Arya Berbagi Pengalaman Menulis Buku ‘Positif’

    14 September 2022
    Daerah

    Trem di Kota Bogor Diuji Coba 2026

    19 Desember 2025
    Pencopotan Bendera Partai

    Bendera PDI Perjuangan Dicopot Satpol PP, Atty Somaddikarya Meradang

    13 Januari 2023
    Indonesia Emas 2045

    Menuju Indonesia Emas, Rino Indira : Pekerjaan Itu Soal Kompetensi

    8 Desember 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bisnis

    Atang Trisnanto Dukung Moratorium Minimarket di Kota Bogor

    27 April 2022

    BOGOR – Keberadaan minimarket di Kota Bogor kian lama kian menjamur. Namun, pertumbuhan jumlah minimarket…

    Daerah

    Hari Koperasi Nasional ke-75, Bima Arya Tekankan Lima Hal Ini

    29 Juli 2022

    Adaptasi, edukasi, kolaborasi, transparansi dan ekspansi menjadi lima agenda besar yang perlu dilaksanakan agar koperasi…

    Anggaran

    Komisi II Dorong APBD 2023 Berpihak Kepada Koperasi dan UMKM

    17 Oktober 2022

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor telah selesai menggelar rapat kerja dengan mitra kerja…

    DPRD Kota Bogor

    DPRD Kota Bogor Dorong Langkah Strategis Antisipasi Dampak Tarif Impor AS terhadap UMKM Lokal

    9 April 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor secara serius merespons kebijakan tarif impor 32 persen yang baru…

    Daerah

    BRI Bogor Pajajaran Salurkan Bantuan Tenda dan Kursi untuk Warga Desa Cilember

    22 November 2025

    BOGOR – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) melalui BRI Branch Office Bogor Pajajaran kembali menunjukkan…

    Ekonomi

    Dirum PPJ Dikabarkan Mundur, Dewan Minta Segera Cari Plt

    5 Agustus 2026

    BOGOR — Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifky Alaydrus, merespons pengajuan pengunduran diri…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.