Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pasar Jambu Dua Diresmikan Jadi Sentra Kuliner Baru
    • ‎Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu ‎
    • Perumda Tirta Pakuan Lakukan Flushing Jaringan Pipa Agar Air Jernih dan Terjaga Kualitasnya
    • Petugas Gabungan Masih Disiagakan di TPAS Galuga
    • Kemenko Polkam Tinjau Aktivasi IKD dan Sosialisasi Perlinsos di Kebon Kelapa
    • Ombudsman Nilai Kepatuhan Pelayanan Publik RSUD Kota Bogor
    • Metode Pemadaman Kebakaran di TPAS Galuga
    • 99 Persen Padam, Pemkot Bogor Tetap Siagakan Personel di TPAS Galuga
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Segera Deteksi Penyakit Tidak Menular  
    Jawa Barat

    Segera Deteksi Penyakit Tidak Menular  

    24 Juni 20224 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Jumlah kematian warga yang diakibatkan penyakit tidak menular (PTM) di Kota Bogor terbilang tinggi. Jenis PTM diantaranya seperti jantung coroner, kanker, diabetes melitus dan komplikasinya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan, BPJS Kesehatan mencatat beban pembiayaan negara tertinggi adalah untuk penanganan pasien penderita PTM.

    Hasil riset tahun 2018, menunjukan hanya 3 dari 10 penderita PTM terdeteksi sejak awal. Artinya 7 penderita PTM lainnya tidak terdeteksi sejak awal. Bahkan banyak penderita tidak mengetahui dan menyadari tentang kondisi kesehatannya. Mereka baru mengetahui ketika sudah terjadi komplikasi atau penyakitnya relatif sudah masuk stadium berat.

    Padahal untuk mencegah kondisi yang lebih parah yang dapat mengakibatkan kematian, PTM bisa diantisipasi sejak dini. “Untuk itu diperlukan deteksi sejak awal agar dapat mengendalikan faktor risiko maupun mencegah ke dalam komplikasi yang lebih berat,” jelas kata Retno. Dalam rangka menekan tingginya angka kematian akibat PTM dan mengajak masyarakat melakukan deteksi dini, Dinas Kesehatan Kota Bogor mencanangkan Gerakan Bulan Gerak Deteksi Dini PTM.

    Berkolaborasi dengan banyak pihak, Dinas Kesehatan Kota Bogor membuat satu inovasi yang mendukung Gerakan Bulan Deteksi Dini PTM. Inovasi itu disebut Paguyuban Salapan (9) yang memiliki arti 9 sasaran, 9 pelaksana dan 9 program. Ada 9 sasaran dalam program ini, masing-masing warga berusia 15 tahun keatas, ASN, wanita usia subur antara 30-50 tahun dengan pemeriksaan IVA tes dan CBE, pegawai swasta, pegawai dan pekerja di industri, mahasiswa dan siswa SMA dan sederajat serta pengunjung klinik atau rumah sakit.

    Sedangkan 9 pelaksana kolaborasi meliputi 9 program pemeriksaan kesehatan yang dikelola dan terintegrasi meliputi penanggung jawab PTM, kesehatan indera, kesehatan jiwa, deteksi dini kanker serviks (IVA), promosi kesehatan, lansia, gizi, UKS dan kesehatan kerja. Pelaksanaan program ini akan melibatkan 1.353 kader posbindu, organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IBI dan Persagi. Juga didukung 22 rumah sakit, 25 puskesmas dan 40 klinik pratama serta tempat pelaksanaan gerakan bulan deteksi dini PTM di Kota Bogor.

    Selanjutnya 9 pelayanan deteksi adalah deteksi gizi, deteksi dini hipertensi, diabetes melitus, deteksi kanker serviks dan kanker payudara, deteksi dini kesehatan jiwa, pemeriksaan tajam pendengaran dan pemeriksaan tajam penglihatan, pelayanan paru obstruktif kronik dan pelayanan upaya berhenti merokok.

    Gerakan Bulan Deteksi Dini PTM Kota Bogor diselenggarakan mulai 15 Juni 2022 sampai satu bulan ke depan. Gerakan ini ditujukan untuk mengingatkan dan menyadarkan masyarakat agar mereka peduli terhadap pencegahan dan pengendalian PTM. “Diharapkan masyarakat semakin peduli dan mau memeriksakan kesehatannya sebagai upaya deteksi dini, khususnya dalam pencegahan penyakit dan faktor risiko PTM. Selain itu agar tercapainya indikator SPM dari seluruh masyarakat usia produktif bisa melakukan skrining kesehatan, minimal satu kali dalam setahun,” kata Retno.

    Dalam acara pencanangan Gerakan Bulan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di Posbindu Melati 1, Kelurahan Curug, Rabu (15/6/2022), Wali Kota Bogor, Bima Arya mengingatkan tentang pentingnya setiap orang berikhtiar menjaga kesehatan. Menurutnya hal itu juga berkaitan erat dengan upaya memberikan manfaat kehidupan sebaik-baiknya bagi orang lain. Juga meningkatkan harapan hidup seseorang.

    Di Indonesia angka harapan hidup terus meningkat. Data menunjukan, angka harapan hidup Kota Bogor mencapai 73,61, atau sedikit lebih tinggi dibanding angka harapan hidup Indonesia yang mencapai 73,5. Data lain menunjukkan, usia laki-laki lebih pendek daripada usia perempuan. Hal itu bisa dilihat ketika pandemi Covid-19 masih tinggi, mayoritas yang meninggal adalah laki-laki.

    Menurut Bima, angka harapan hidup ditentukan tiga hal, yaitu gaya hidup, akses terhadap fasilitas kesehatan dan status sosial. “Gaya hidup itu sangat menentukan dan mempengaruhi banyak hal. Status sosial ada di nomor tiga tapi belum tentu orang yang berkecukupan, kaya dan berlebihan itu panjang umur dan mereka yang tidak punya, juga belum tentu akan panjang umur,” katanya.

    “Jadi ikhtiar kita adalah memperbaiki tiga hal tadi. Diperbaiki semua, gaya hidup adalah yang paling susah dan mindset memiliki peran yang cukup penting. Namun yang perlu juga untuk disadari adalah tidak semua orang paham terkait dengan kultur, menjadi perjuangan berat kita. Kuncinya adalah kolaborasi dan bergerak semua, melibatkan semua dari yang usia dini hingga para lansia, yang menjadikan siklus yang panjang sekali,” paparnya.

    Bima Arya menjelaskan, di atas kertas semakin dini berkehidupan sehat akan semakin panjang usia dan jika semakin telat maka akan semakin susah. Bahkan, untuk membiasakan olahraga dan bangun pagi pun menjadi hal yang tidak mudah. Apalagi jika melihat pola anak muda saat ini yang suka begadang dengan gawai di tangan bisa mengakses banyak hal.

    Untuk tiga hal yang disebutkan, maka perlu terus diedukasi termasuk pola asuh dan sebagainya. Untuk akses pelayanan kesehatan terus diperbaiki dengan cara turun semua, berkolaborasi dan menjemput semua. Untuk status sosial, ikhtiar yang dilakukan dengan meningkatkan terus kondisi ekonominya. Jadi seperti pepatah yang mengatakan, untuk urusan kesehatan, mencegah lebih baik daripada mengobati. (Advertorial)

    Bima Arya Sri Nowo Retno
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Kemenag dan Pemkot Bogor Gelar Nikah Massal

    27 Juni 2025
    Jawa Barat

    Perkemahan Wirakarya Cabang, Implementasikan Nilai Pramuka di Masyarakat

    17 Oktober 2023
    Aksi Anarkis

    Polresta Bogor Kota Ringkua Belasan Tersangka Narkoba, Termasuk Pentolan Geng Tawuran

    22 November 2024
    Kesehatan

    Puslitbang Kwarcab Beberkan Hasil Survey di Kota Bogor

    12 Agustus 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Cold Storage, Inovasi Stabilkan Harga Daging

    1 Desember 2020

    Barayanews.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) menerima bantuan tiga…

    Cuaca

    Jokowi ke Bogor, Warga Pasar Diguyur Bantuan 

    31 Mei 2022

    BOGOR – Presiden Jokowi mengecek harga dan ketersediaan minyak goreng sekaligus membagikan bantuan sosial (bansos)…

    Edukasi

    Kunjungi PDAM Padang, Rino Cs Paparkan Pelayanan Air dan Peningkatan Ekonomi

    23 Agustus 2022

    BOGOR – Di sela berlangsungnya kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia…

    Ekonomi

    APEKSI Dukung Pemindahan IKN, Bima Arya: Ini Langkah Berani dan Visioner

    19 Desember 2022

    Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (APEKSI) mendukung program pemerintah pusat terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN)…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan 

    20 Mei 2025

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi…

    Daerah

    Trem di Kota Bogor Diuji Coba 2026

    19 Desember 2025

    Rencana pengembangan transportasi Trem di Kota Bogor memasuki babak baru. Pemkot dan PT Industri Kereta…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.