Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha
    • Denny Mulyadi Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan
    • Dedie Rachim Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
    • Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban
    • YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks
    • Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi
    • Dedie Rachim Pastikan Penataan Lanjutan Terminal Bubulak Tepat Waktu
    • Pemkot Bogor Tata Nyi Raja Permas, Pedagang Disiapkan Lokasi Usaha yang Lebih Representatif
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » PSBB Transisi di Kota Bogor Diperpanjang Sebulan Kedepan
    Kesehatan

    PSBB Transisi di Kota Bogor Diperpanjang Sebulan Kedepan

    4 Juni 20204 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Kebijakan melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi akhirnya diumumkan Pemerintah Kota Bogor. Hal tersebut disampaikan Walikota Bogor, Bima Arya bersama jajaran Forkopimda Kota Bogor di Balaikota Bogor, Kamis (04/06/20).

    Penyampaian kebijakan tersebut dihadiri Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Agus Subiyanto, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Arm Teguh Cahyadi, Kepala Kejaksaan Negeri Bogor Bambang Sutrisna, Dandenpom III/1 Bogor Letkol Cpm Sugiarto, Wakil Walikota Bogor, Dedie Rachim, dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

    “Sebelumnya kami telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda. Banyak sekali masukan. Tadi dibahas data-data terkini yang disajikan oleh tim pakar epidemiologi yang selama ini memberikan masukan untuk kami,” ungkap Bima.

    Bima menambahkan, dapat disimpulkan bahwa data Covid-19 di Kota Bogor menunjukan hasil yang sangat baik.

    “Saya berterima kasih atas kerjasama seluruh Forkopimda dan aparatur di wilayah sehingga seluruh komponen menunjukan angka yang semakin membaik, seperti tren laju dari ODP, tren laju dari PDP, laju penambahan kasus positif dan tren laju kesembuhan. Sehingga angka reproduksi (Rt) di Kota Bogor menunjukan hasil yang baik, yaitu 0,5 atau di bawah satu,” jelasnya.

    Data Dinkes Kota Bogor per 3 Juni 2020 menunjukan bahwa angka penambahan kasus positif berdasarkan laporan penerimaan hasil swab antara lain PSBB I (15 April – 28 April) terjadi penambahan 18 kasus, PSBB II (29 April – 12 Mei) terjadi penambahan 16 kasus, PSBB III (13 Mei – 26 Mei) terjadi penambahan 13 kasus dan PSBB Transisi fase 1 (27 Mei – 3 Juni) ada penambahan 2 kasus.

    “Kami juga melihat bahwa walaupun datanya membaik, tapi belum bisa dikatakan bahwa situasi ini sudah aman. Karena hasil pengamatan kami di lapangan, masih banyak hal-hal yang perlu dimaksimalkan,” ujar Bima.

    “Toko non-pangan sudah buka, rumah makan sudah buka, tempat ibadah juga sudah mulai aktivitasnya. Tetapi masih banyak pelanggaran. Masih banyak rumah makan atau cafe yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. Toko-toko juga yang masih kita lihat belum menerapkan jaga jarak dan protokol kesehatan,” tambahnya.

    Karena itu, lanjut Bima, pengawasan di lapangan masih harus terus dikuatkan lagi.

    “Terkait pengawasan, kami menyepakati bahwa ke depan Forkopimda akan bahu membahu merapatkan barisan untuk memperkuat pengawasan dan juga edukasi kepada publik. Tiga hal yang terus kita sampaikan kepada publik adalah pengunaan masker secara total di luar rumah, cuci tangan dan jaga jarak,” katanya.

    Hasil rapat koordinasi bersama Forkopimda juga disampaikan bahwa Kota Bogor akan melanjutkan PSBB Transisi fase kedua mulai 5 Juni 2020 sampai 2 Juli 2020 setelah sebelumnya PSBB Transisi fase pertama dilakukan pada 27 Mei – 4 Juni 2020.

    “Kami menyepakati untuk melanjutkan PSBB di masa transisi ini. Jadi, ini masih era PSBB tetapi tidak sama dengan PSBB sebelumnya. Dan belum juga memasuki normal baru seperti yang sering disampaikan. Karena itu, ini adalah PSBB di masa transisi menuju normal baru dengan penguatan-penguatan pada aspek pengawasan dan edukasi, penguatan pada wilayah seperti RT dan RW Siaga,” jelas Bima.

    Masa berlaku PSBB transisi fase kedua ini, lanjut Bima, akan diberlakukan selama lebih dari 14 hari ke depan.

    “Kenapa lebih dari 2 minggu? Karena kami melihat perlu waktu yang cukup untuk melakukan kajian review berdasarkan data-data yang disampaikan oleh tim pakar epidemiologi. Dua minggu adalah waktu yang terlalu singkat, dua minggu selama ini merujuk pada masa inkubasi yang selama ini 14 hari. Tapi saya kira kami bisa mematok waktu yang lebih lebar lagi dan kita sepakati lebih dari 2 minggu,” terangnya.

    Bima menambahkan, selama PSBB transisi fase kedua diberlakukan, akan dilakukan tahapan-tahapan yang masih mungkin untuk dibuka dengan berpedoman pada zonasi yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    “Per hari ini Kota Bogor masih dikategorikan level 3 dalam hal kewaspadaan atau warnanya masih kuning. Tetapi saya berkomunikasi dengan bapak Gubernur, akan ada data yang diperbaharui, data-data angka reproduksi (Rt) tadi akan diperbaharui lagi. Kami sampaikan segera, malam ini akan disampaikan data terbaru itu,” katanya.

    “Kami akan segera menyusun Perwali yang di dalamnya ada tahapan-tahapan. Sektor-sektor yang akan dibuka bisa mall misalnya, ataupun bisa sektor-sektor lain tergantung dari status yang akan diputuskan atau diterapkan oleh provinsi pada malam ini. Setelah itu kita akan terus mengevaluasi bersama-sama dengan unsur Forkopimda, mengawasi ke lapangan, berkoordinasi. Pak Sekda juga akan koordinasikan kebutuhan budget-nya, karena otomatis segala perubahan kebijakan akan ada konsekuensinya dalam hal budget,” bebernya.

    Bima Arya bersama Forkopimda juga mengucapkan terima kasih kepada warga Bogor yang sudah bekerjasama, bersabar, berdisiplin, sehingga capaiannya sangat baik.

    “Tetapi sekali lagi kita tidak boleh lengah, kita harus terus waspada. Insya Allah dengan keimanan dan kebersamaan kita lewati masa pandemi ini,” pungkasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Hasil Rapid Test, Positif Terbanyak Sukabumi, Sampai 300 Orang

    31 Maret 2020
    Jawa Barat

    Prokes Ketat, Perumda Tirta Pakuan Informasikan Kantor Pelayanan Tetap Buka

    21 Februari 2022
    Kota Bogor

    Hadiri Musrenbang Cibadak, Banu Bagaskara Soroti Persoalan Transportasi Publik

    15 Desember 2025
    Kota Bogor

    Warga Dukung Rehabilitasi GOR Pajajaran, Investasi Prestasi & Kesehatan

    21 Agustus 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Banyak Kepingan Sejarah Tercecer, JKPI Jalin Kerjasama dengan Perpusnas dan ANRI

    26 Maret 2022

    Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Bima Arya mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa…

    Ekonomi

    Rakernas, Bima Arya Akan Resmikan Tugu Apeksi di Kota Padang

    26 Juni 2022

    Wali Kota Bogor yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia (Apeksi), Bima Arya menerima kedatangan…

    Ekonomi

    Jauh dari Pusat Kota, Bima Arya Pastikan Warga Tetap Dapat Perhatian Pemkot

    20 September 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya kembali menjalankan program ‘Ngantor di Kelurahan’. Hari ini, Selasa (20/9/2022)…

    Ekonomi

    Pasar Jambu Dua Diresmikan, Diharapkan Kolaboratif Untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

    17 Oktober 2024

    BOGOR – Penjabat Wali Kota Bogor, Heri Antasari, secara resmi mengoperasikan dan menghadiri acara syukuran…

    Daerah

    Ikhtiar TP PKK Kota Bogor Bangun Kesehatan Mental

    24 Oktober 2025

    Kesehatan mental warga Kota Bogor menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).…

    Daerah

    Meriahkan HJB, DKPP Kota Bogor Gelar Pangan Murah di Sempur

    2 Juni 2026

    BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Sempur sebagai…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.