BOGOR – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 bersama Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, serta perwakilan warga dan tokoh masyarakat di Foodcourt Pasar Gembrong Sukasari, Minggu (19/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ono menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), wacana pemberlakuan kembali sumbangan atau SPP di sekolah negeri, hingga pentingnya pemerataan anggaran untuk sektor pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur.
Dalam pemaparannya, Ono menegaskan tidak sepakat apabila sekolah negeri kembali menerapkan pungutan berupa SPP, uang gedung, maupun sumbangan lainnya. Menurutnya, kebijakan tersebut justru akan menambah beban ekonomi masyarakat, khususnya para orang tua siswa.
“Yang di negeri tidak ada SPP-nya saja masih banyak uang pungutan lainnya, apalagi kalau sampai ada lagi sumbangan, uang gedung dan lain-lain,” ujar Ono Surono.
Ia menilai biaya pendidikan yang dibebankan kepada orang tua harus terus ditekan agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses pendidikan, terutama di sekolah negeri.
“Itu malah memberatkan masyarakat sebagai orang tua murid, baik di jenjang SD maupun SMA, baik di sekolah negeri apalagi swasta,” lanjutnya.
Selain sektor pendidikan, Ono juga mengingatkan agar kebijakan anggaran pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur semata. Menurutnya, program-program pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga bantuan sosial juga harus menjadi perhatian karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Pondok Pesantren Miftahulhuda Al Azizi yang dipimpin Ustaz Muhammad Asep Abdul Qodir.
Atty mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan di lingkungan pondok pesantren agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.
“Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Karena itu kami ingin ikut berkontribusi melalui bantuan sarana dan prasarana agar aktivitas belajar mengajar semakin optimal,” ujar Atty.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Pondok Pesantren Miftahulhuda Al Azizi dalam membina generasi muda, Ono Surono juga menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana pondok pesantren.
“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat dan membantu memenuhi kebutuhan pembangunan pondok pesantren. Kami ingin pesantren memiliki fasilitas yang semakin baik sehingga para santri dapat belajar dengan nyaman dan terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ono.
Melalui agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 tersebut, Ono berharap berbagai aspirasi masyarakat dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Menurutnya, pembangunan harus dilakukan secara seimbang, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkuat sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kesejahteraan sosial agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

