BOGOR – Soft opening Toko Batik Benang Raja di Jalan Raya Tajur, RW 04, Kelurahan Pakuan, Kota Bogor, berdampak terhadap arus lalu lintas. Kemacetan terjadi hingga kurang lebih 500 meter akibat membludaknya kendaraan pengunjung.
Toko yang berada tepat di seberang SPBU Lorena itu dipadati kendaraan, terutama sepeda motor dan sejumlah mobil. Kondisi tersebut membuat akses keluar masuk kendaraan ikut terhambat karena bahu jalan digunakan sebagai area parkir.
Tak hanya bahu jalan, gang sempit yang menjadi akses menuju permukiman warga juga turut dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan pengunjung.
Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Ridwan, mengatakan pihaknya telah menerjunkan anggota untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
Menurutnya, petugas diterjunkan setelah kondisi lalu lintas di Jalan Raya Tajur terpantau padat.
“Betul, anggota sudah diarahkan untuk mengurai karena terpantau padat,” jelas Ridwan melalui pesan singkat WhatsApp.
Wakil Ketua Karang Taruna, Kelurahan Pakuan, Rudi, mengungkapkan soft opening toko tersebut memang berdampak terhadap kondisi lalu lintas dan pengendara.
Menurutnya, lokasi yang strategis serta tingginya jumlah pengunjung berpotensi menjadi persoalan baru bagi lalu lintas di Jalan Raya Tajur.
“Jalan sudah segitu-gitunya, jadi kalau akses parkir yang terkendala luas akan berdampak macet berkelanjutan, masalah baru untuk lalulintas,” jelas Rudi.

Sementara itu, salah seorang warga, Aprilda Dasa Pratiwi, menilai kondisi tersebut merupakan fenomena dua sisi yang perlu disikapi pemerintah sebagai pemangku kebijakan.
Menurutnya, kehadiran pelaku usaha di satu sisi dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian, termasuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan pekerjaan.
Namun, pemerintah juga perlu memastikan aktivitas usaha tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat dan pengguna jalan.
“Satu sisi ini bagian dari membuka seluas-luasnya untuk para pengusaha agar meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), membuka lapangan pekerjaan. Tapi di sisi lain, masalah baru akan muncul. Jangan sampai hanya menguntungkan satu pihak, sementara pihak lainnya dalam hal ini warga dan pengguna jalan malah dirugikan,” beber dia.
