Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Rozi Putra Soroti SILPA Dinas Sosial Kota Bogor, Sebut Hak Warga Miskin Jangan Tertunda
    • Dinkes Kota Bogor Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Wartawan, CKG Tertinggi di Jawa Barat
    • Tanah Proyek Batutulis Berceceran, Jenal Mutaqin Ingatkan Kontraktor Soal Keselamatan Proyek
    • Komitmen Pemkot Bogor untuk Terus Tingkatkan Pelayanan Publik
    • Perda Ekonomi Kreatif Disahkan, Perkuat Kota Bogor Menjadi Kota Kreatif Berdaya Saing Global
    • Penataan Angkot Berjalan, Dedie Rachim : 213 Kendaraan Sudah Ditertibkan
    • Pemkot Bogor Luncurkan SIMASDA, Perkuat Tata Kelola Aset Daerah yang Transparan dan Akuntabel
    • Wali Kota Bogor Instruksikan Satpol PP Bersihkan PKL dan Tegakkan Perda
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Kades se-Kabupaten Bogor Meradang Soal Data Bansos
    Kesehatan

    Kades se-Kabupaten Bogor Meradang Soal Data Bansos

    29 April 20202 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Seluruh anggota Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor, menolak data Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait bantuan sosial (Bansos), bagi warga miskin yang terkena dampak Covid-19.

    Pasalnya, penolakan itu beralasan lantaran data penerima bansos bagi warga miskin yang terdampak Covid-19 itu, karena dinilai tidak sinkron dengan kondisi di lapangan. Pernyataan tersebut dikatakan langsung Sekretaris Apdesi Kabupaten Bogor, Ismail belum lama ini kepada awak media.

    “Setelah kami teliti dilapangan, data itu tidak sesuai. Bahwa, ketika kami ditugaskan melakukan pendataan apa yang kami terima, tidak sesuai dengan data yang kami berikan kepada dinsos,” katanya kepada wartawan.

    Dia mencontohkan, ada satu desa di Kecamatan Sukaraja yang mendapatkan Bantuan dari Presiden (Banpres), hanya untuk satu keluarga. Begitupun juga, bantuan dari Pemerintah Gubernur (Bangub) Jawa Barat.

    “Contoh ada satu desa Banpres hanya satu, itu tidak realistis, begitu juga Bangub hanya dapat 23 sampai 20, itu juga beda tidak sesuai data. Bahkan ada yang tidak tepat sasaran, data yang kami berikan ada yang 400 sampai 700 KK,” katanya memberikan contoh kasus yang terjadi.

    Hal senada diutarakan Kepala Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Lukman Hakim. Menurutnya, yang terus bersentuhan di masyarakat adalah kepala desa. Dia meminta para pejabat tinggi tidak memberikan angan-angan kepada masyarakat.

    “Paling penting bagi pejabat tinggi, jangan sampai mengeluarkan statement yang kemudian membuat resah masyarakat. Karena dengan adanya janji-janji dari pemerintah. Mereka protes kepada kami,” tegasnya.

    Sama halnya dengan Bantuan dari Pemkab Bogor. Karena, sampai saat ini bantuan tersebut belum sampai kepada desa. Sedangkan, masyarakat di bawah sudah beberapa kali menanyakan hal tersebut.

    “Sampai saat ini belum terealisasi. Masyarakat terdampak ini hampir 90 persen. Sampai banyak lah. Kami awalnya tenang, tapi kenyataannya begini jadi tidak tenang,” tukasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Akomodir Semua Kalangan, DPD NasDem Kota Bogor Daftarkan 50 Bacalegnya

    11 Mei 2023
    Fasilitas

    Dukung Pembangunan Jembatan Otista, Warga Berharap Bogor Lebih Lancar

    24 Mei 2023
    Daerah

    Hari ke-4 FORNAS VII Jawa Barat, Denda Alamsyah: Semarak, Antusias, Seru! 

    6 Juli 2023
    Kesehatan

    Bima Akan Panggil Lima Calon Direksi Tirta Pakuan

    24 November 2020
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Tingkatkan Kualitas Pelaku Usaha, Diskop & UMKM Gaungkan Program Bogor Hitz

    25 Mei 2021

    Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor menggeber program Bogor Hitz demi meningkatkan daya beli masyarakat dan kualitas pelaku UMKM ditengah dampak pandemi covid-19.

    Daerah

    BKAD Gelar Sosialisasi UU Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Perpajakan

    19 Mei 2022

    Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor menggelar sosialisasi bendahara pengeluaran di Ibis…

    Ekonomi

    Evaluasi Reformasi Birokrasi, Bima Arya Paparkan Berbagai Program Inovasi di Kota Bogor

    20 Agustus 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memaparkan perkembangan reformasi birokrasi di Kota Bogor. Hal ini dilakukan…

    Edukasi

    Bima Arya Kukuhkan TPAKD, Percepat Akses Keuangan

    20 Juli 2023

    Wali Kota Bogor, Bima Arya mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bogor di…

    Daerah

    Pasar Gembrong Sukasari Siap Diresmikan

    9 Juni 2025

    BOGOR – Progres pembangunan Pasar Gembrong Sukasari di Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor…

    Daerah

    Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

    28 Januari 2026

    BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.