Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Purna Bakti Boris Derurasman, Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan Apresiasi dan Terima Kasih
    • 39 Tahun Mengabdi, Selamat Purna Bakti Pak Sekwan
    • Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha
    • Denny Mulyadi Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan
    • Dedie Rachim Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
    • Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban
    • YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks
    • Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Kades se-Kabupaten Bogor Meradang Soal Data Bansos
    Kesehatan

    Kades se-Kabupaten Bogor Meradang Soal Data Bansos

    29 April 20202 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Seluruh anggota Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor, menolak data Pemerintah Kabupaten Bogor, terkait bantuan sosial (Bansos), bagi warga miskin yang terkena dampak Covid-19.

    Pasalnya, penolakan itu beralasan lantaran data penerima bansos bagi warga miskin yang terdampak Covid-19 itu, karena dinilai tidak sinkron dengan kondisi di lapangan. Pernyataan tersebut dikatakan langsung Sekretaris Apdesi Kabupaten Bogor, Ismail belum lama ini kepada awak media.

    “Setelah kami teliti dilapangan, data itu tidak sesuai. Bahwa, ketika kami ditugaskan melakukan pendataan apa yang kami terima, tidak sesuai dengan data yang kami berikan kepada dinsos,” katanya kepada wartawan.

    Dia mencontohkan, ada satu desa di Kecamatan Sukaraja yang mendapatkan Bantuan dari Presiden (Banpres), hanya untuk satu keluarga. Begitupun juga, bantuan dari Pemerintah Gubernur (Bangub) Jawa Barat.

    “Contoh ada satu desa Banpres hanya satu, itu tidak realistis, begitu juga Bangub hanya dapat 23 sampai 20, itu juga beda tidak sesuai data. Bahkan ada yang tidak tepat sasaran, data yang kami berikan ada yang 400 sampai 700 KK,” katanya memberikan contoh kasus yang terjadi.

    Hal senada diutarakan Kepala Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Lukman Hakim. Menurutnya, yang terus bersentuhan di masyarakat adalah kepala desa. Dia meminta para pejabat tinggi tidak memberikan angan-angan kepada masyarakat.

    “Paling penting bagi pejabat tinggi, jangan sampai mengeluarkan statement yang kemudian membuat resah masyarakat. Karena dengan adanya janji-janji dari pemerintah. Mereka protes kepada kami,” tegasnya.

    Sama halnya dengan Bantuan dari Pemkab Bogor. Karena, sampai saat ini bantuan tersebut belum sampai kepada desa. Sedangkan, masyarakat di bawah sudah beberapa kali menanyakan hal tersebut.

    “Sampai saat ini belum terealisasi. Masyarakat terdampak ini hampir 90 persen. Sampai banyak lah. Kami awalnya tenang, tapi kenyataannya begini jadi tidak tenang,” tukasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Kota Bogor Akan Tambah Dua Kecamatan Baru

    11 Maret 2020
    Kesehatan

    Aduduh! PSBB Proporsional Diperpanjang, Tidak Pakai Masker Didenda 500 Ribu

    5 Agustus 2020
    Kota Bogor

    Polisi dan TNI di Kota Bogor Distribusikan Ribuan Sembako dan Obat Untuk Masyarakat

    16 Juli 2021
    Kesehatan

    Proses Hukum Berjalan, Polisi Akan Panggil Direksi RS Ummi

    30 November 2020
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Tingkatkan Perekonomian Daerah, DPRD Terbitkan Perda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro

    27 Mei 2021

    BOGOR – Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro merupakan upaya strategis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,…

    Ekonomi

    Yane Ardian Ingatkan Agar Melibatkan Allah SWT Dalam Setiap Usaha

    24 Mei 2022

    Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor menggelar halalbihalal dengan para…

    Ekonomi

    Mentoring Program Jagoan Pariwisata Tiket.com di Mulyaharja

    27 Agustus 2022

    Dalam upaya meningkatkan pengembangan destinasi wisata Mulyaharja, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan Tiket.com memberikan…

    Ekonomi

    Diresmikan, Pasar Tanah Baru Mulai Dipenuhi Pedagang

    14 Desember 2023

    BOGOR – Pasar Tanah Baru yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara dan belum lama ini…

    Daerah

    Mahasiswa LSPR Kembangkan Literasi Digital dan Branding Wisata di Desa Sukajadi

    12 Juli 2025

    BOGOR – Mahasiswa Program Studi Public Relations & Digital Communication angkatan PRDC26-5SP dari LSPR Institute…

    Daerah

    Tiga Nama Calon Direksi PDAM Diserahkan ke Kemendagri

    26 Februari 2026

    BOGOR – Pemerintah Kota Bogor resmi mengajukan tiga nama calon direksi Perumda Tirta Pakuan Kota…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.