Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Tanah Proyek Batutulis Berceceran, Jenal Mutaqin Ingatkan Kontraktor Soal Keselamatan Proyek
    • Komitmen Pemkot Bogor untuk Terus Tingkatkan Pelayanan Publik
    • Perda Ekonomi Kreatif Disahkan, Perkuat Kota Bogor Menjadi Kota Kreatif Berdaya Saing Global
    • Penataan Angkot Berjalan, Dedie Rachim : 213 Kendaraan Sudah Ditertibkan
    • Pemkot Bogor Luncurkan SIMASDA, Perkuat Tata Kelola Aset Daerah yang Transparan dan Akuntabel
    • Wali Kota Bogor Instruksikan Satpol PP Bersihkan PKL dan Tegakkan Perda
    • Luncurkan Simasda, Pemkot Bogor Perkuat Tata Kelola Aset Demi Tingkatkan PAD
    • Soal Keributan di THM, Pemkot Bogor Bakal Evaluasi THM, Komisi I Panggil Sejumlah OPD
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » IndoBIC dan Biotrop Bahas Regulasi Tanaman Hasil Rekayasa Genetika di Indonesia
    Kesehatan

    IndoBIC dan Biotrop Bahas Regulasi Tanaman Hasil Rekayasa Genetika di Indonesia

    20 April 20214 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

     

    BOGOR – Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC) bersama SEAMEO BIOTROP, Perhimpunan Bioteknologi Pertanian Indonesia (PBPI) dan International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications (ISAAA) menggelar webinar bertema ‘Status Regulasi Tanaman Hasil Rekayasa Genetika di Indonesia’ pada Selasa (20/4/2021) siang.

    Diharapkan dengan adanya rekayasa genetika ini tanaman langka bisa berkembang lebih cepat serta ada pemanfaatan secera berkelanjutan.

    Direktur SEAMEO Biotrop, Dr. Zulhamsyah Imran menjelaskan, peranan Biotrop dalam mendukung penerapan bioteknologi di Indonesia, terlihat dari kontribusinya dalam penelitian antara lain dengan melakukan rekayasa genetika untuk mendapatkan bibit unggul, identifikasi dan kloning gen ketahanan terhadap hama, penyakit serta penerapan kultur jaringan tanaman untuk penyediaan bibit unggul.

    “Dalam penelitian rekayasa genetika, Biotrop telah melakukan sebuah terobosan transformasi rumput laut menggunakan perantara Agrobacterium tumefaciens agar mendapatkan ketahanan terhadap hiposalin yang dilakukan oleh salah satu peneliti terbaik di bidang ini yaitu Dr. Erina Sulistiani selama periode tahun 2016 hingga tahun 2018,” ungkap Zulhamsyah pada Selasa (20/4/2021) siang.

    Zulhamsyah mengatakan, acara ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat terkait perkembangan bioteknologi dan menyediakan informasi terkini status regulasi bioteknologi di Indonesia.

    “Kedepannya Biotrop akan terus melakukan berbagai inovasi di bidang bioteknologi bukan hanya untuk produk tanaman, tetapi juga untuk produk hewan bahkan perikanan,” tambahnya.

    Zulhamsyah menjelaskan, sebut saja manusia berhasil merekayasa genetika dengan manfaatnya tanaman mempunyai ketahanan terhadap penyakit dan yang saat ini padi satu hektar berproduksi 20 ton nanti bisa satu hektar bisa lebih dari 20 ton. Persoalannya regulasi dan etika semisal diluar sana bisa menciptakan manusia harus dilihat dari etika beragama. Di Indonesia dimassalkan tebu, tetapi ada beberapa yang bisa dimassalkan.

    “Peran Biotek tanaman langka bisa berkembang dengan cepat, tentunya misi ini terus kami garap. Kami merumuskan tiga program bio, yaiut restorasi ekosistem, kedua pemanfaatan berkelanjutan ada sebagai biomedicine pangan kemudian ada untuk bahan sandang juga misal untuk fashion kemudian bio teknologi menjadi konsen beberapa tahun kedepan. Pada kesempatan ini kami mengajak semua pihak bergandengan tangan mengembangkan bioteknologi untuk mempermudah regulasi. Dalam rangka trobosan dan produk ketahanan pangan di Indonesia,” jelasnya.

    Sementara itu, Direktur IndoBIC, Prof. Dr. Bambang Purwantara dalam paparannya mengungkapkan, status terkini adopsi tanaman biotek di dunia yang telah dilaporkan oleh ISAAA total seluas 190,4 juta hektar tanaman biotek telah ditanam di 29 negara hingga peningkatan kehidupan 17 juta petani biotek dan keluarga mereka di seluruh dunia pada tahun 2019. Ia menyoroti area tanaman biotek yang saat ini tercatat di negara berkembang, antara lain di Vietnam, Filipina, dan Kolombia, sedangkan di Indonesia sendiri baru memiliki satu produk biotek yaitu tebu tahan kekeringan milik PTPN XI yang telah mendapatkan sertifikasi aman pangan, pakan, lingkungan dan pelepasan varietas.

    “Bioteknologi (Produk Rekayasa Genetika/PRG) seperti yang kita ketahui adalah bagian luar biasa dari kehidupan kita, menyediakan produk dan teknologi terobosan untuk memberi makan orang yang lapar, memulihkan lingkungan, dan mendorong perekonomian. Bioteknologi pun merupakan alternatif solusi bagi beberapa masalah utama global seperti pemanasan global, meningkatnya krisis bahan bakar minyak bumi, dan terutama kemiskinan,” jelasnya.

    Diketahui webinar ini, diikuti sekitar 324 peserta yang terdiri dari peneliti, guru, awak media, regulator, akademisi, mahasiswa, sampai masyarakat umum. Acara ini, menghadirkan empat orang pembicara utama, yaitu Ketua Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika Prof. Dr. Bambang Prasetya yang menjabat, Ibu Yusra Egayanti dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kepala Balai Besar Sumberdaya Genetika Pertanian/BB Biogen Dr. Mastur dan Dr. Machmud Thohari dari Tim Teknis Keamanan Hayati Lingkungan. Adapun materi yang disampaikan adalah Status Tanaman Bioteknologi dan Regulasi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika (PRG) di Indonesia, Pengkajian Keamanan Pangan PRG, Pengkajian Keamanan Pakan PRG dan Pengkajian Keamanan Lingkungan PRG.

    Webinar ditutup dengan menyoroti beberapa hal utama yakni berbagai isu negatif yang berkembang saat ini terkait produk bioteknologi seperti alergi, risiko kesehatan yang belum pasti, adanya transfer gen ke target non spesies maupun dominasi perusahaan asing sudah diantisipasi dalam manajemen keamanan hayati melalui kajian oleh para pakar di KKH maupun TTKH.

     

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Trending

    Ada Kalimat “From Facebook” di Whatsapp, Pengguna Terganggu

    20 Desember 2019
    Kesehatan

    Targetkan Akhir September Tuntas, Tim Satgas dan Bus Vaksinasi Dilaunching

    18 Agustus 2021
    Kota Bogor

    Pemkot Bogor Gelar Pekan Panutan PBB-P2, Tawarkan Diskon dan Penghapusan Denda

    28 April 2025
    Politik

    Survei LSI Vinus : Dedie-Jenal Melejit dibuntuti Sendi-Melli, Atang dan Rena di Posisi Buncit

    12 September 2024
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Tingkatkan Perekonomian Daerah, DPRD Terbitkan Perda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro

    27 Mei 2021

    BOGOR – Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro merupakan upaya strategis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,…

    Ekonomi

    Yane Ardian Ingatkan Agar Melibatkan Allah SWT Dalam Setiap Usaha

    24 Mei 2022

    Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor menggelar halalbihalal dengan para…

    Ekonomi

    Mentoring Program Jagoan Pariwisata Tiket.com di Mulyaharja

    27 Agustus 2022

    Dalam upaya meningkatkan pengembangan destinasi wisata Mulyaharja, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan Tiket.com memberikan…

    Ekonomi

    Diresmikan, Pasar Tanah Baru Mulai Dipenuhi Pedagang

    14 Desember 2023

    BOGOR – Pasar Tanah Baru yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara dan belum lama ini…

    Daerah

    Mahasiswa LSPR Kembangkan Literasi Digital dan Branding Wisata di Desa Sukajadi

    12 Juli 2025

    BOGOR – Mahasiswa Program Studi Public Relations & Digital Communication angkatan PRDC26-5SP dari LSPR Institute…

    Daerah

    Tiga Nama Calon Direksi PDAM Diserahkan ke Kemendagri

    26 Februari 2026

    BOGOR – Pemerintah Kota Bogor resmi mengajukan tiga nama calon direksi Perumda Tirta Pakuan Kota…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.