Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Matangkan Venue dan Maksimalkam Anggaran, Kota Bogor Pastilan Kesiapan Porprov XV 2026 Jabar
    • Pemkot Bogor Akan Kirim Karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk Belajar Pengurangan Kehilangan Air di Korea
    • Banu Bagaskara Ajak Generasi Muda Suarakan Aspirasi Lewat Merah Muda Fest
    • ‎‎Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda
    • EIGER Nature Resmi Dibuka di Bogor, Hadirkan Wisata Petualangan Berbasis Konservasi
    • Gandeng Cipayung Plus, Polresta Bogor Kota Gelar Aksi Peduli Bencana Kemanusiaan
    • Semarak Sumpah Pemuda, Wanoja Kota Bogor Gelar Aksi Kemanusiaan
    • Jadi Venue Tenis Meja di Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Lakukan Percepatan Persiapan GOR Yasmin
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Globalisasi » Hadapi Tantangan Globalisasi Dengan Penguatan Karakter Bangsa
    Bhineka Tunggal Ika

    Hadapi Tantangan Globalisasi Dengan Penguatan Karakter Bangsa

    30 September 20222 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Indonesia bersatu dalam Bhinneka Tunggal Ika sebagai wujud implementasi salah satu program prioritas nasional yang dilangsungkan di Hotel Sahira, Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (29/9/2022).

    Dirjen Politik dan Pemerintahan yang diwakili Direktur Bina Ideologi Karakter dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri, Drajat Wisnu Setyawan menyebut, salah satu tantangan Bangsa Indonesia saat ini adalah globalisasi.

    Globalisasi menjadi ancaman yang berpotensi terhadap budaya dan watak bangsa Indonesia yang berakibat lunturnya adab dan tata nilai kebangsaan Indonesia yang terkandung di dalam Pancasila, seperti pengaruh budaya, pandangan hidup, sistem politik, tata nilai dan sistem ekonomi.

    “Di sisi lain, globalisasi adalah sebuah fenomena alami, sebuah fragmen dari perkembangan proses peradaban yang harus kita lalui bersama. Tentu harus dilakukan pembangunan karakter bangsa,” kata Drajat.

    Pembangunan karakter bangsa, sambung Drajat, dimaksudkan untuk menguatkan jati diri dan mental bangsa yang berlandaskan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Juga sebagai tembok penghalang masuknya cara pandang lain yang bertentangan dengan Pancasila, UUD Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga perlu adanya revolusi mental.

    “Revolusi Mental merupakan gerakan nasional untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia dengan mengubah cara pandang, pola pikir, sikap-sikap, nilai-nilai dan perilaku bangsa Indonesia. Untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong berdasarkan Pancasila,” urai Drajat.

    Masih kata Drajat, revolusi mental tersebut memerlukan keterlibatan seluruh komponen dan elemen masyarakat, diharapkan dapat mengimplementasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental dimulai dari diri sendiri serta dapat ditularkan Organisasi dan kepada masyarakat disekitarnya.

    “Kebijakan pemerintah yang tertuang di dalam Program Prioritas Nasional tersebut tidak akan tercipta apabila peran serta masyarakat melalui peran keluarga, akademisi, pengusaha, kelompok masyarakat dan lingkungan sekitar tidak ikut serta dan untuk mewujudkannya,” jelasnya.

    Dalam forum yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menambahkan, persoalan pembangunan karakter bangsa perlu menjadi perhatian penting. Mengingat, hal ini bukan hanya menjadi fokus bangsa sendiri, namun juga menjadi lirikan bangsa lain.

    “Pembangunan karakter itu ada parameternya, ada ukuran – ukurannya. Salah satunya soal revolusi mental yang harus terus dibangun,” tegas Dedie.

    Di Kota Bogor sendiri, juga dihadapi dengan berbagai tantangan. Salah satunya soal pendidikan. Bahwa ditemukan masih banyak kasus putus sekolah di wilayah. Sehingga berdampak pada indeks pembangunan manusia atau IPM.

    “Masalah pendidikan ini salah satu cara pembangunan karakter juga. Jadi harus betul – betul kita perhatikan,” tambah Dedie.

    Dedie A. Rachim Drajat Wisnu Setyawan Kemendagri
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Kota Bogor Catat Rekor Tertinggi Angka Positif Covid-19

    19 Januari 2021
    Gor

    Pembangunan GOR Indoor Bogor Selatan Mangkrak, Kontraktor Disanksi Denda

    8 Januari 2024
    Trending

    Bogor Dorong Kota Layak Anak, DP3A Susun Rencana Aksi Daerah 2025-2029

    14 Januari 2025
    Kota Bogor

    Viral Video Dengan Deskripsi 2 Bangkai Bayi Monyet Dalam Kandang, Pemkot Langsung Lakukan Pengecekan

    16 Desember 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Perumda Tirta Pakuan Dikategorikan BUMD Air Minum Sehat oleh Kementrian PUPR

    23 Februari 2022

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sehat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

    Bisnis

    HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

    28 Mei 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak 98 wali kota anggota…

    Bogor

    Kompak, Bima dan Atang hingga PWI Jabar Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

    4 September 2022

    BOGOR – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar selama…

    Ekonomi

    Harga Berangsur Normal, Mendag Cek Bahan Pokok di Kota Bogor

    18 Maret 2024

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik…

    Ekonomi

    Pansus RPJMD Dorong Penurunan Kemiskinan, Atty Somaddikarya Desak OPD Fokus pada Program Pro-Rakyat

    19 Juli 2025

    BOGOR – Dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor…

    Daerah

    Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

    14 Maret 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.