Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Keluarkan Kebijakan PJJ, Walikota Dedie A. Rachim : Kesehatan dan Keselamatan Anak adalah Prioritas Utama
    • Dedie Rachim Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Dorong Sentralisasi Data Nasional Perkuat Kebijakan
    • CFD Kota Bogor Kembali Dibuka, Jenal Mutaqin Tekankan Kenyamanan Warga dan Penataan UMKM
    • Wali Kota Bogor Imbau Warga Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik
    • DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026
    • Kota Bogor Masuk 12 Besar West Java Investment Challenge 2026
    • Pemkot Bogor Perkuat Peran Posyandu dalam Mendukung Pemenuhan 6 SPM
    • Soft Launching Batik Benang Raja Tajur Picu Kemacetan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Edukasi » Dedie Ajak Turunkan Angka Penularan HIV/Aids di Kota Bogor
    Edukasi

    Dedie Ajak Turunkan Angka Penularan HIV/Aids di Kota Bogor

    6 Desember 20224 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Peringatan Hari Aids Sedunia tahun 2022 menjadi salah satu rangkaian dari Pekan Hak Asasi Manusia (HAM) tingkat Kota Bogor. Peringatan ini dilangsungkan di Hotel Salak Heritage, Jalan Ir. H. Juanda, Bogor Tengah, Senin (5/12/2022) pagi.

    Kegiatan peringatan dibuka langsung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dalam sambutannya, Dedie mengingatkan pentingnya edukasi terhadap anak – anak dan remaja tentang bahaya HIV/Aids.

    “Ini menyangkut kepada kualitas sumber daya manusia kita, kalau kemudian kita tidak melakukan upaya-upaya pencegahan dan kemudian pendeteksian dini, maka kita akan kecolongan,” tegas Dedie.

    Data di Kota Bogor menunjukkan, kumulatif tahun 2021 sebanyak 5.750 kasus HIV, dan sebanyak 1.851 kasus AIDS. Kumulatif sampai September 2022 sebanyak 6.058 kasus HIV dan sebanyak 1.865 kasus AIDS. Sementara kasus HIV di Provinsi Jawa Barat kumulatif Tahun 2021 sebanyak 51.325 kasus, AIDS sebanyak 12.023 dan kasus HIV kumulatif sampai dengan September 2022 sebanyak 57.134, dan kasus AIDS sebanyak 12.326.

    Secara nasional sendiri, prevalensi HIV di sebagian besar wilayah adalah 0,26 persen, sementara di Provinsi Papua dan Papua Barat mencapai 1,8 persen. Sehingga, infeksi HIV masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional.

    Kasus HIV di kawasan ASEAN menyumbang 10 persen dari total beban HIV di seluruh dunia. Berdasarkan data sampai dengan akhir Juni 2022, sekitar 85 persen orang dengan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) ada di usia produktif, yaitu 20-49 tahun.

    Pengawasan kepada anak – anak, khususnya remaja harus lebih digencarkan. Dedie mengatakan, remaja ini memiliki tingkat risiko yang tinggi terpapar HIV/Aids yang cukup tinggi. Dari potensi pergaulan, aktivitas diluar rumah, hingga pergaulan seksual yang membahayakan.

    “Anak – anak ini adalah calon generasi emas Indonesia mendatang. Harusnya mereka adalah salah satu calon pemimpin – pemimpin bangsa,” tegas Dedie.

    Keinginan untuk menjadikan tahun 2030 zero HIV/Aids harus terwujud. Upaya untuk terus menurunkan risiko paparan HIV yang lebih luas juga harus terus dilakukan. Dan kemudian kolaborasi untuk menumbuhkan sumber daya manusia yang unggul.

    “Fenomena gunung es ini harus semakin diperkecil, jangan sampai di bawah tidak terdeteksi akhirnya menggelembung tambah banyak. Apa yang menjadi langkah kita mudah – mudahan memberikan hasil manfaat di masa depan,” tambah Dedie.

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menerangkan, dibandingkan pada tahun sebelumnya, kasus HIV mengalami peningkatan. Terutama pada populasi kunci Laki Seks Laki (LSL) sebesar 98 kasus HIV, transgender sebesar 3 kasus HIV, pengguna narkoba suntik (Penasun) 2 kasus HIV, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebesar 3 kasus HIV, ibu hamil sebesar 12 kasus HIV, dan pasien TB sebesar 112 kasus HIV.

    Pengendalian HIV dalam mencapai 95.95.95 yaitu 95 persen orang dengan HIV mengetahui status terinfeksi HIV, 95 persen orang dengan HIV minum obat ARV, dan 95 persen pemeriksaan Viral Load (VL) tersupresi masih alami banyak kendala.

    Hal ini karena upaya pencegahan yang belum optimal, retensi pengobatan ARV yang rendah, masih dirasakannya ketidaksetaraan dalam layanan HIV, khususnya pada perempuan, anak dan remaja serta masih dirasakannya stigma dan diskriminasi.

    Hari AIDS sedunia (HAS) diperingati pada 1 Desember sejalan dengan tema Global “Equalize”, yaitu satukan langkah, cegah HIV, dan semua setara akhiri AIDS. Tujuan Peringatan Hari AIDS Sedunia dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, masyarakat. Khususnya perempuan dan remaja dalam pencegahan dan pengendalian HIV.

    “Menggerakkan perempuan dan remaja untuk secara aktif berupaya mencegah infeksi dan penularan HIV AIDS bagi diri dan lingkungannya. Meningkatkan keberpihakan dan kesetaraan dalam menyediakan layanan pencegahan, tes, dan pengobatan HIV AIDS berkualitas untuk semua orang. Serta meningkatkan penggerakan sumber daya dalam mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia,” paparnya.

    Dalam peringatan Hari Aids Sedunia tahun 2022 tingkat Kota Bogor, hadir puluhan peserta yang terdiri dari tim Dinas Kesehatan Kota Bogor, OPD terkait, Camat se-Kota Bogor, Puskesmas se-Kota Bogor, Rumah sakit layanan PDP, Lapas Paledang, KPA Kota Bogor, Komunitas, dan CSR.

    Kegiatan ini meliputi kilas balik dan dramatical tentang kegiatan HIV yang sudah dilakukan di tahun 2022 yang terdiri dari konseling, mobile VCT, skrining, pertemuan kader WPA, dan penguatan program HIV; penggalangan komitmen; pemberian santunan bagi anak dengan HIV/AIDS (ADHA); dan talkshow tentang satukan langkah, cegah HIV, dan semua setara akhiri AIDS dari sudut pandang stakeholder dan komunitas.

    “Untuk mencapai ending AIDS tahun 2030, upaya pengendalian dilakukan dengan strategi, pencegahan, penemuan kasus dan penanganan kasus didukung dengan berjalannya transformasi kesehatan. Termasuk penguatan layanan primer, pencakupan kesehatan semesta dan pelibatan masyarakat atau komunitas,” katanya.

    Sehingga, masih kata Retno, perlu dukungan dari semua pihak dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mengakhiri epidemi AIDS dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, yang terdiri dari oleh pemerintah, akademisi/praktisi, masyarakat, swasta, media dan komunitas.

    Dedie A. Rachim Pemkot Bogor Sri Nowo Retno
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Entertainment

    Gangguan Mental, Ariel Tatum ke Psikolog Sejak Remaja

    18 Desember 2019
    Agrowisata

    Hadiri BSF CGM 2023, Wamenparekraf : Kota Bogor Penuh Dengan Nilai-nilai Toleransi

    6 Februari 2023
    Kesehatan

    Bima Tegaskan Wacana Pembangunan RSUD Tipe A Masih Jauh

    31 Maret 2021
    Kota Bogor

    Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan

    1 Juni 2026
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Bogor

    Ekspor Produk Kota Bogor Sudah Capai 78 Juta US Dollar

    22 September 2022

    Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memberikan arahan kepada para pelaku usaha ekspor (eksportir)…

    Daerah

    Endang Setyawati Thohari Dorong Generasi Muda Cintai Kuliner Lokal dan Berdayakan UMKM

    23 November 2024

    BOGOR – Anggota DPR RI, Endang Setyawati Thohari, mendorong adanya inovasi kuliner lokal untuk menarik…

    Daerah

    Pelatihan untuk Pengawas Koperasi Merah Putih, Dedie Rachim: Koperasi Harus Maju dan Berjalan Bersama

    28 Oktober 2025

    BOGOR – Dalam rangka memperkuat peran strategis pengawas dalam mewujudkan tata kelola koperasi yang akuntabel…

    Ekonomi

    Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan Lewat Fun Walk

    8 Juni 2026

    BOGOR – Memeriahkan ulang tahun Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS),…

    Ekonomi

    Gelar Rapat Gabungan, Komisi II Urai Benang Kusut Perumda Trans Pakuan

    1 April 2022

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja gabungan dengan Perumda Trans Pakuan,…

    Ekonomi

    Bahas PP-APBD, Komisi I DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Maksimalkan Anggaran Kelurahan

    27 Juli 2022

    BOGOR – Selama sepekan, DPRD Kota Bogor telah melakukan pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.