Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Jenal Mutaqin Apresiasi Vaksinasi HPV BPOM untuk Tekan Kanker Serviks
    • PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi dan Kenalkan Direksi Baru
    • Ketua Komisi I: Kritik KPP Bogor Raya Tak Tepat, Pengawasan DPRD Itu Mandat Undang-Undang
    • Sidak, Komisi IV Khawatir Keselamatan dan Keamanan Pengguna GOR dan GOM
    • PSEL Bogor Raya Berpotensi Disiapkan di Dua Titik
    • Timbulan Sampah PKL Berkurang Pascarelokasi
    • Direksi Baru Dilantik, Perumda Tirta Pakuan Akselarasi Pelayanan dan Pengembangan Bisnis
    • Eks Plaza-Pasar Bogor Bakal Diubah Jadi Kantung Parkir Terpusat
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Atty Beberkan Alasan Tolak Pembangunan dengan Pinjaman PEN
    Kesehatan

    Atty Beberkan Alasan Tolak Pembangunan dengan Pinjaman PEN

    14 Desember 20203 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya membeberkan alasan terkait penolakan pembangunan yang kurang relevan pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang, terlebih anggaran yang digunakan bersumber dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    Sebelumnya, pada rapat koordinasi yang digelar bulan lalu, ajuan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk melakukan revitalisasi GOR Pajajaran senilai 762M ditolak DPRD karena dinilai bukan sebuah prioritas.

     

    Namun, Atty Somaddikarya menyetujui ajuan Pemkot Bogor terkait pembangunan atau revitalisasi RSUD blok 1 dan 4 dengan nilai Rp255 M Pemkot Bogor. “Saya setuju jika dialihkan pada pembangunan atau revitalisasi RSUD, sebab ada tujuan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kota bogor sebanyak 600 – 1.000 orang tenaga baru,” tegasnya.

    Dengan begitu, lanjut Atty, RSUD Kota Bogor menjadi rumah sakit yang memiliki alat dan pendukung medis yang lebih canggih dan modern, serta ruang isolasi dan rawat inap lebih banyak dengan pelayanan yang maksimal.

    “Dengan pembangunan, RSUD kan jadi rumah sakit yang lebih canggih dengan sarana dan prasarana yang lebih baik, jadi pelayanan bagi masyarakat kota bogor khususnya lebih maksimal,” jelasnya.

    Ia juga menuturkan, jika mmungkinkan dan anggarannya memadai, puskesmas di wilayah bisa direvitalisasi. “Puskesmas yang lahannya sudah siap sebagai RSUD kelas D bisa dibangun, dan puskesmas ini bisa dimulai dari cipaku dan mekarwangi dengan tujuan mengurai penumpukan pasien di rsud,” tekannya.

    Selain rumah sakit, pembangunan dua jembatan yakni Otista dan Sempur juga turut dikritik. Pasalnya, pembangunan dengan nilai yang fantastis harus dipertimbangkan dan terencana.

    “Harus ikut ketentuan yang sesuai dan mengacu pada aturan dan harus jadi pertimbangan jika 2 jembatan dibangun ditahun yg sama dikhawatirkan akan terjadi kemacetan yg semakin parah di sekitar putaran Sistem Satu Arah (SSA),” bebernya.

    “Jika harus memilih, saya lebuh setuju jembatan otista. Sebab bisa mengurai kemacetan dan dijadikan jembatan terindah di provinsi Jabar,” kata Atty, menambahkan.

    Tak hanya itu, Politisi PDI Perjuangan itu juga menilai rencana penataan Suryakencana pada 2021 terkesan “buang-buang anggaran” sebab, setelah dua tahun sebelumnya, lokasintersebut dilakukan penataan.

    Ia lebih setuju hasil pinjaman PEN diperuntukan guna pembangunan 68 kelurahan.

    “Dua tahun kemarin sudah menghabiskan anggaran puluhan miliar dilokasi tersebut, utk thn 2021 anggaran puluhan milyar yg semula utk suryakencana dr hasil pinjaman PEN dialihkan ke pembangunan di 68 kelurahan,” jelas dia.

    “Agar ada pembangunan dan kegiatan penunjang dalam merangsang pertumbuhan ekonomi di basis Rt/Rw,” kata dia, menambahkan.

    Ia menegaskan, pinjaman ini akan dibayar dengan uang yang bersumber dari keringat rakyat sebaiknya digelontorkan 10% dari pinjaman yg diberikan untuk kepentingan rakyat diarus bawah.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Vaksinasi 100 Persen, Kelurahan Pakuan dan Tajur Diganjar Penghargaan

    16 September 2021
    Bencana Alam

    Satu Korban Longsor di Gang Barjo Ditemukan Meninggal Dunia, Dua Orang Masih Dalam Pencarian

    14 Oktober 2022
    Kota Bogor

    Terima Massa Aksi Warga BBR, DPRD Keluarkan Dua Rekomendasi

    6 Mei 2025
    Kota Bogor

    Air Mata Ibu di Atas Sajadah dan Panggung Politik

    3 Agustus 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Lima Orang Positif, Bima Imbau Salah Satu Bank Swasta Tutup Sementara

    3 Desember 2020

    Barayanews.co.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Panin Bank di…

    Daerah

    Terima Banyak Aduan Soal Pinjol, DPRD Kota Bogor Siapkan Raperda

    30 Mei 2022

    BOGOR – DPRD Kota Bogor saat ini tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perlindungan…

    Ekonomi

    Wali Kota Bogor Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2022 dan KUA-PPAS 2023

    16 Agustus 2022

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menggelar rapat paripurna yang membahas rancangan Kebijakan Umum…

    APEKSI

    APEKSI Siap Kolaborasi dengan LKPP, Dorong Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri di Daerah

    8 Februari 2023

    Jajaran Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) melakukan pertemuan dengan Kepala Lembaga Pengadaan…

    Anti Korupsi

    Wujudkan Dunia Usaha Antikorupsi, Pelaku Usaha Kota Bogor Ikuti Bimtek

    28 Mei 2025

    BOGOR – Sebanyak 100 pelaku usaha di Kota Bogor menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dunia…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Harap Gedung Paviliun BSI Tingkatkan Pelayanan dan Kenyamanan Nasabah

    20 Januari 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, berharap kehadiran Gedung Paviliun Bank Syariah Indonesia…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.