Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Atlet Junior Antar Judo Kota Bogor Lampaui Target 9 Medali Emas, Bidik Juara Umum
    • ‎Cabor Soft Tenis Kabupaten Bogor Juara Umum Porprov XV Jabar 2026
    • Kempo Kota Bogor Bidik Enam Medali Emas di Porprov XV Jabar 2026, Andalkan Hasil Try Out di Jepang
    • Ketua Kontingen Beri Arahan Tenaga Pendukung Porprov XV Tahun 2026
    • Lantik Pengurus DPPI 2026-2030, Jenal Titip Pesan Edukasi Pancasila
    • Dedie Rachim Paparkan Komitmen Pemkot Bogor dalam Keterbukaan Informasi Publik
    • Lolos ke Final Porprov Jabar 2026, Tim Futsal Putra Kabupaten Bogor Siap Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi
    • Bawa Pulang Medali Emas Panahan Porprov Jabar 2026, Atlet Kabupaten Bogor Dapat ‘Kadedeuh’ Spesial
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Pemerintahan » Tempe Siap Jadi Simbol Budaya Indonesia di Mata Dunia
    Kota Bogor

    Tempe Siap Jadi Simbol Budaya Indonesia di Mata Dunia

    14 Juni 20253 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Perayaan Hari Tempe Nasional (HARTEMPENAS) 2025 yang berlangsung pada Sabtu, (14/06/2025) di Hotel Salak Heritage, Kota Bogor, menjadi momen bersejarah bagi dunia per-tempe-an Indonesia. Tahun ini, budaya tempe resmi diajukan oleh Pemerintah Indonesia sebagai nominasi Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya Tak Benda) ke UNESCO sejak Maret 2025.

    Momentum ini dirayakan dengan penuh syukur melalui Rembug Budaya Tempe, sebuah forum nasional yang melibatkan pemerintah, pakar gizi, budayawan, pengrajin tempe, LSM, dan berbagai stakeholder lainnya. Ketua Umum Forum Tempe Indonesia (FTI), Prof. Dr. Hardinsyah MS menyebutkan, pengajuan ke UNESCO merupakan buah dari perjuangan panjang sejak 2014.

    “Inisiasi ini dimulai lebih dari satu dekade lalu, dan tahun ini akhirnya diterima oleh pemerintah untuk diajukan ke UNESCO. Kita menunggu penetapan pada sidang tahun 2026,” ujar Prof. Hardinsyah.

    Dalam acara ini, Ketua Umum GAKOPTINDO Aip Syarifuddin menekankan pentingnya posisi tempe dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ia mencatat sekitar 170.000 pengrajin tempe tersebar di seluruh nusantara, bahkan sebagian telah menembus pasar ekspor. Hasil Rembug Budaya Tempe akan direkomendasikan kepada pemerintah sebagai upaya pelestarian budaya tempe sekaligus menjadikannya alat diplomasi budaya global.

    Rembug Budaya Tempe yang dipandu oleh Prof. Alie Humaedi dari BRIN ini terbagi dalam tiga sesi diskusi yang pertama dimulai dari Tempe dalam diplomasi budaya Indonesia, kemudian Transmisi budaya tempe antar generasi, dilanjutkan dengan Tantangan dan peluang budaya tempe secara nasional dan internasional.

    Adapun empat poin rekomendasi utama hasil Rembug Budaya Tempe yaitu pertama tempe sebagai sajian utama diplomasi kuliner Indonesia, termasuk di jamuan kenegaraan dan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis.

    Kedua, dukungan akses UMKM tempe terhadap modal, teknologi, dan pasar ekspor.

    Kemudian dorongan riset dan inovasi produk turunan tempe.

    Keempat tempe sebagai media pembelajaran di sekolah dan destinasi wisata edukatif.

    Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam penutupan rembug menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ekspor tempe ke 10 negara. Ia juga menyoroti keunggulan tempe sebagai pangan lokal tinggi protein yang bisa menjadi pengganti protein hewani.

    Sementara itu, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof. Ahmad Sulaeman, menyebut tempe sangat relevan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis pemerintah. Menurutnya, tempe adalah “superfood asli Indonesia” yang bisa diterima lintas generasi, termasuk generasi muda (Gen Z).

    Kesuksesan tempe di mancanegara turut dibagikan oleh diaspora Indonesia di Texas, AS, Xenia Tombokan, yang meninggalkan profesinya sebagai ahli kimia untuk menjadi pengrajin tempe. Ia membuktikan bahwa tempe bisa diterima masyarakat global dengan edukasi yang tepat.

    Hal serupa disampaikan Cucup Ruhiyat, pelopor ekspor tempe, yang menyebut produknya telah masuk ke lebih dari 10 negara seperti AS, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga negara-negara ASEAN.

    Forum Tempe Indonesia (FTI) sendiri sejak 2008 terus berupaya meningkatkan kualitas produksi tempe melalui kurasi pengrajin higienis yang kini bisa diakses lewat website www.mytempe.id. Selain itu, FTI juga aktif berkampanye lewat media sosial untuk mengangkat tempe sebagai pangan generasi emas Indonesia melalui tagar #TempePanganGenerasiEmas.

    “Kami ingin tempe dikenal bukan hanya sebagai makanan, tapi sebagai budaya luhur bangsa yang layak mendunia,” kata Sekjen FTI, M. Ridha.

    Dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, budaya tempe kini resmi menjadi warisan yang dipersembahkan Indonesia untuk dunia. Seluruh pihak sepakat mengawal proses hingga UNESCO menetapkan tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda resmi dunia.

    Aip Syarifuddin Alie Humaedi BRIN Dedie A. Rachim Ketua Umum Forum Tempe Indonesia (FTI) Ketua Umum GAKOPTINDO Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia M. Ridha Prof. Ahmad Sulaeman Prof. Dr. Hardinsyah MS Sekjen FTI UNESCO Wali Kota Bogor
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    Festival

    Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Side Event Y20 Youth Innovation Festival

    15 Juni 2022
    Kota Bogor

    Dedie Rachim Tekankan SKTM Harus Sesuai Kondisi Riil

    22 Juli 2025

    Perkuat Program Magang, Hipmi dan UNBIN Teken MoU

    29 Agustus 2021
    Kota Bogor

    Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin Apresiasi Disahkannya Perda Perlindungan Guru 

    13 November 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Perumda Tirta Pakuan Dikategorikan BUMD Air Minum Sehat oleh Kementrian PUPR

    23 Februari 2022

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sehat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

    Bisnis

    HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

    28 Mei 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak 98 wali kota anggota…

    Bogor

    Kompak, Bima dan Atang hingga PWI Jabar Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

    4 September 2022

    BOGOR – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar selama…

    Ekonomi

    Harga Berangsur Normal, Mendag Cek Bahan Pokok di Kota Bogor

    18 Maret 2024

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik…

    Ekonomi

    Pansus RPJMD Dorong Penurunan Kemiskinan, Atty Somaddikarya Desak OPD Fokus pada Program Pro-Rakyat

    19 Juli 2025

    BOGOR – Dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor…

    Daerah

    Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

    14 Maret 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.