Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Resmi Dibuka, Pendaftaran Calon Ketua DPD Golkar Hanya 44 Jam
    • Kelurahan Kedung Badak Petakan Persoalan Wilayah, Banjir dan Sampah Jadi Perhatian
    • Kritik MBG Pemerintah di Forum Public Pulse: “Jangan Alihkan Dana Pendidikan, Tiru Mustika Rasa Bung Karno!”
    • Pemkot Bogor Komitmen Perkuat Perlindungan Pekerja Melalui BPJS Ketenagakerjaan
    • Santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada Ahli Waris Staf PUPR Kota Bogor
    • Hadir di Stadion Pakansari, Jenal Mutaqin Saksikan Kemenangan Timnas Indonesia
    • Ketua PWI Kota Bogor Dilarang Parkir di Depan Kantornya Sendiri, Aksi Petugas Parkir Valet Restoran Aroem Dikecam
    • Upaya Pemkot Bogor Menghadapi Dampak Kemarau Panjang
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Pemerintahan » Tempe Siap Jadi Simbol Budaya Indonesia di Mata Dunia
    Kota Bogor

    Tempe Siap Jadi Simbol Budaya Indonesia di Mata Dunia

    14 Juni 20253 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Perayaan Hari Tempe Nasional (HARTEMPENAS) 2025 yang berlangsung pada Sabtu, (14/06/2025) di Hotel Salak Heritage, Kota Bogor, menjadi momen bersejarah bagi dunia per-tempe-an Indonesia. Tahun ini, budaya tempe resmi diajukan oleh Pemerintah Indonesia sebagai nominasi Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya Tak Benda) ke UNESCO sejak Maret 2025.

    Momentum ini dirayakan dengan penuh syukur melalui Rembug Budaya Tempe, sebuah forum nasional yang melibatkan pemerintah, pakar gizi, budayawan, pengrajin tempe, LSM, dan berbagai stakeholder lainnya. Ketua Umum Forum Tempe Indonesia (FTI), Prof. Dr. Hardinsyah MS menyebutkan, pengajuan ke UNESCO merupakan buah dari perjuangan panjang sejak 2014.

    “Inisiasi ini dimulai lebih dari satu dekade lalu, dan tahun ini akhirnya diterima oleh pemerintah untuk diajukan ke UNESCO. Kita menunggu penetapan pada sidang tahun 2026,” ujar Prof. Hardinsyah.

    Dalam acara ini, Ketua Umum GAKOPTINDO Aip Syarifuddin menekankan pentingnya posisi tempe dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ia mencatat sekitar 170.000 pengrajin tempe tersebar di seluruh nusantara, bahkan sebagian telah menembus pasar ekspor. Hasil Rembug Budaya Tempe akan direkomendasikan kepada pemerintah sebagai upaya pelestarian budaya tempe sekaligus menjadikannya alat diplomasi budaya global.

    Rembug Budaya Tempe yang dipandu oleh Prof. Alie Humaedi dari BRIN ini terbagi dalam tiga sesi diskusi yang pertama dimulai dari Tempe dalam diplomasi budaya Indonesia, kemudian Transmisi budaya tempe antar generasi, dilanjutkan dengan Tantangan dan peluang budaya tempe secara nasional dan internasional.

    Adapun empat poin rekomendasi utama hasil Rembug Budaya Tempe yaitu pertama tempe sebagai sajian utama diplomasi kuliner Indonesia, termasuk di jamuan kenegaraan dan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis.

    Kedua, dukungan akses UMKM tempe terhadap modal, teknologi, dan pasar ekspor.

    Kemudian dorongan riset dan inovasi produk turunan tempe.

    Keempat tempe sebagai media pembelajaran di sekolah dan destinasi wisata edukatif.

    Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam penutupan rembug menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ekspor tempe ke 10 negara. Ia juga menyoroti keunggulan tempe sebagai pangan lokal tinggi protein yang bisa menjadi pengganti protein hewani.

    Sementara itu, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof. Ahmad Sulaeman, menyebut tempe sangat relevan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis pemerintah. Menurutnya, tempe adalah “superfood asli Indonesia” yang bisa diterima lintas generasi, termasuk generasi muda (Gen Z).

    Kesuksesan tempe di mancanegara turut dibagikan oleh diaspora Indonesia di Texas, AS, Xenia Tombokan, yang meninggalkan profesinya sebagai ahli kimia untuk menjadi pengrajin tempe. Ia membuktikan bahwa tempe bisa diterima masyarakat global dengan edukasi yang tepat.

    Hal serupa disampaikan Cucup Ruhiyat, pelopor ekspor tempe, yang menyebut produknya telah masuk ke lebih dari 10 negara seperti AS, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga negara-negara ASEAN.

    Forum Tempe Indonesia (FTI) sendiri sejak 2008 terus berupaya meningkatkan kualitas produksi tempe melalui kurasi pengrajin higienis yang kini bisa diakses lewat website www.mytempe.id. Selain itu, FTI juga aktif berkampanye lewat media sosial untuk mengangkat tempe sebagai pangan generasi emas Indonesia melalui tagar #TempePanganGenerasiEmas.

    “Kami ingin tempe dikenal bukan hanya sebagai makanan, tapi sebagai budaya luhur bangsa yang layak mendunia,” kata Sekjen FTI, M. Ridha.

    Dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, budaya tempe kini resmi menjadi warisan yang dipersembahkan Indonesia untuk dunia. Seluruh pihak sepakat mengawal proses hingga UNESCO menetapkan tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda resmi dunia.

    Aip Syarifuddin Alie Humaedi BRIN Dedie A. Rachim Ketua Umum Forum Tempe Indonesia (FTI) Ketua Umum GAKOPTINDO Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia M. Ridha Prof. Ahmad Sulaeman Prof. Dr. Hardinsyah MS Sekjen FTI UNESCO Wali Kota Bogor
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Dedie dan Forkopimda Sambut Kepulangan Satgas Pamrahwan Yonif 315/Garuda

    30 Juni 2022
    Kota Bogor

    Farhat Abbas Optimis Bangun Indonesia dari Kota Bogor

    16 Mei 2024
    Kota Bogor

    Perumda PPJ Canangkan Pasar Jambu Dua dan Gembrong jadi Pasar Bersih

    30 April 2024
    Kesehatan

    Komisi II DPRD Kota Bogor, Dorong Perumda Kota Bogor Tingkatkan Retribusi

    5 November 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Tingkatkan Perekonomian Daerah, DPRD Terbitkan Perda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro

    27 Mei 2021

    BOGOR – Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro merupakan upaya strategis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,…

    Ekonomi

    Yane Ardian Ingatkan Agar Melibatkan Allah SWT Dalam Setiap Usaha

    24 Mei 2022

    Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor menggelar halalbihalal dengan para…

    Ekonomi

    Mentoring Program Jagoan Pariwisata Tiket.com di Mulyaharja

    27 Agustus 2022

    Dalam upaya meningkatkan pengembangan destinasi wisata Mulyaharja, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan Tiket.com memberikan…

    Ekonomi

    Diresmikan, Pasar Tanah Baru Mulai Dipenuhi Pedagang

    14 Desember 2023

    BOGOR – Pasar Tanah Baru yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara dan belum lama ini…

    Daerah

    Mahasiswa LSPR Kembangkan Literasi Digital dan Branding Wisata di Desa Sukajadi

    12 Juli 2025

    BOGOR – Mahasiswa Program Studi Public Relations & Digital Communication angkatan PRDC26-5SP dari LSPR Institute…

    Daerah

    Tiga Nama Calon Direksi PDAM Diserahkan ke Kemendagri

    26 Februari 2026

    BOGOR – Pemerintah Kota Bogor resmi mengajukan tiga nama calon direksi Perumda Tirta Pakuan Kota…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.