Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Atlet Junior Antar Judo Kota Bogor Lampaui Target 9 Medali Emas, Bidik Juara Umum
    • ‎Cabor Soft Tenis Kabupaten Bogor Juara Umum Porprov XV Jabar 2026
    • Kempo Kota Bogor Bidik Enam Medali Emas di Porprov XV Jabar 2026, Andalkan Hasil Try Out di Jepang
    • Ketua Kontingen Beri Arahan Tenaga Pendukung Porprov XV Tahun 2026
    • Lantik Pengurus DPPI 2026-2030, Jenal Titip Pesan Edukasi Pancasila
    • Dedie Rachim Paparkan Komitmen Pemkot Bogor dalam Keterbukaan Informasi Publik
    • Lolos ke Final Porprov Jabar 2026, Tim Futsal Putra Kabupaten Bogor Siap Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi
    • Bawa Pulang Medali Emas Panahan Porprov Jabar 2026, Atlet Kabupaten Bogor Dapat ‘Kadedeuh’ Spesial
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Alam » Problematik Sampah Plastik
    Alam

    Problematik Sampah Plastik

    30 Mei 20224 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Sampah yang dihasilkan di Kota Bogor diperhitungkan mencapai 600 ton per hari. Jumlah itu terdiri dari sampah organik dan bukan organik. Dalam jumlah cukup banyak, diantara sampah bukan organik, adalah sampah plastik. Inilah jenis sampah yang terus menimbulkan problema, karena plastik adalah material yang sulit ditangani ketika sudah menjadi sampah.

    Untuk menekan terus bertambahnya sampah plastik, pada tahun 2018 Pemerintah Kota Bogor menerbitkan Peraturan Wali Kota nomor 61, tentang pengurangan penggunaan kantong plastik. Sejak itu seluruh swalayan dalam skala besar dan kecil tidak lagi memberikan kantong plastik kepada mereka yang berbelanja. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bogor terus membina operasional TPS 3R yang kini sudah berjumlah 29 unit. Seluruhnya telah berperan membantu menangani sampah skala lingkungan. Termasuk mengelola sampah organik dan non organik.

     

    Begitu pula dengan keberadaan bank-bank sampah yang terus didorong aktif di lingkungan RT dan RW. Lembaga ini adalah lembaga mandiri masyarakat yang berupaya mengumpulkan sampah bukan organik yang terdiri dari jenis logam, plastik, kertas dan kaca. Kini jumlahnya sudah mencapai sekitar 360 unit. Untuk membantu upaya bank-bank sampah, telah didirikan pula bank sampah induk yang berlokasi di lingkungan kantor DLHK Kota Bogor di Jalan Paledang.

    Itulah unit yang menampung setoran sampah non organik dari bank-bank sampah dalam jumlah rata-rata sekitar 1,5 ton per hari. Selain itu, DLHK Kota Bogor saat ini juga sedang bekerjasama dengan WWF untuk menangani sampah-sampah plastik yang terbuang dan belum terjaring oleh TPS 3R maupun bank sampah.

    Selain ada pihak yang terus berupaya mengurangi timbulan sampah plastik. Di pihak lain juga ada pihak yang terus berupaya memanfaatkan sampah plastik dalam proses daur ulang. Mereka adalah perusahaan-perusahaan pengelola produk daur ulang sampah plastik. Kebutuhan mereka cukup besar. Ada yang membutuhkan 2-5 ton per hari. Bahkan konon ada pula yang memerlukan sekitar 100 ton per hari. Tetapi kebutuhan tersebut relatif tidak mudah dipenuhi.

    Dalam pandangan Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Bogor, Setiawati, sulitnya memenuhi kebutuhan sampah plastik, lebih diakibatkan sistem pemilahan sampah yang masih perlu terus dibenahi. “Banyak masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah organik dan non organik di rumah masing-masing,” ungkapnya. Padahal kalau sudah biasa dipisah di hulunya, lebih mudah sampah plastik diperoleh.

    Oleh karena itu pihaknya terus melakukan sosialisasi, mengajak masyarakat terbiasa memilah sampah. Tidak hanya di lingkungan warga – sampai kemudian terbentuk bank-bank sampah – melainkan juga di unit-unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Mereka yang sudah menyadari dan memahami nilai ekonomis sampah, saat ini memang sudah bergerak mengelola sampah dengan memilah jenis sampah. Bahkan mencari sampah dan mengambil banyak manfaat darinya.

    TPST 3R Perumahan Mutiara Bogor Raya, Katulampa, menjadi salah satu pihak yang telah membuktikan hal tersebut. Saat ini mereka menampung dan mengelola sampah yang berasal dari 900 rumah warga di 3 RW. Setiap hari rata-rata mereka menjemput 1,2 ton sampah rumah tangga, kemudian mengelolanya di TPS yang berlokasi di kawasan perumahan tersebut.

    Pengelolaan dimulai dengan memilah sampah organik dan bukan organik. Dari hasil pemilihan, rata-rata ada sekitar 700 kg sampah organik, 300 kg sampah bukan organik bernilai ekonomis dan 200 kg sampah bukan organik yang tidak bernilai ekonomis. “Itulah yang kami sebut residu dan kami serahkan pengelolaannya ke TPA,” ungkap Sulis, salah seorang pengurus dan penggerak TPST 3R MBR. Proses pengelolaan melibatkan belasan tenaga kerja yang digaji pengurus.

    Sampah organik, terutama sisa makanan, sayuran dan buah-buahan seterusnya dimanfaatkan menjadi bahan pakan magot. Jenis seperti dedaunan dan ranting pohon dimanfaatkan menjadi bahan kompos, “Karena untuk menjadi kompos yang layak sebagai pupuk, kami menyetorkannya ke produsen pupuk kompos,” lanjut Sulis,

    Sedangkan sampah bukan organik, termasuk plastik, dihimpun untuk kemudian mereka jual ke pengepul. Diantaranya seperti kardus, kertas, besi rongsok dan plastik bekas gelas minuman kemasan bening yang harganya tergolong tinggi. Menurut Sulis harga gelas air minum kemasan bekas, bisa mencapai kisaran 10-13 ribu rupiah per kilo. Bahkan ada yang nilainya termasuk mahal, yaitu botol bekas parfum sekitar Rp 75,- ribu per botol, botol bekas bir Rp 25,- ribu per botol dan compack disk Rp 5,- ribu per keping

    Tidak semua jenis plastik bernilai ekonomis dan bisa dijual ke pengepul. Itulah plastik bekas kemasan detergen, minyak, kecap, kopi dan sejenisnya. Jenis sampah plastik itulah yang tergolong sebagai residu, termasuk juga sampah seperti styrefoam, pampers, sachet minuman. Belakangan muncul jesnis sampah residu baru, yaitu pasir kotoran anjing atau kucing peliharaan. “Jumlahnya cenderung semakin banyak, bisa satu karung per hari,” kata Sulis.

    Adanya jenis-jenis sampah plastik yang tidak bernilai ekonomi, menurut Sulis menjadi sebuah masalah. “Kedepan kita memerlukan inovasi teknologi yang bisa menjadikan sampah plastik jenis seperti itu untuk bisa dimanfaatkan,” lanjut Sulis. Itulah sebuah harapan yang bisa menjadi sebuah solusi untuk menjadikan setiap jenis sampah plastik bisa didaur ulang atau dimusnahkan. (Advertorial)

    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus sudah login untuk memposkan komentar.

    Berita Lainnya
    Bapenda

    Pekan Panutan PBB P2, Bapenda Kota Bogor Launching Dering Pajak Daerah

    15 Februari 2023
    Kesehatan

    Positif Covid-19, Wagub DKI Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan

    1 Desember 2020
    Kota Bogor

    Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor, Hasilkan Dua Kebijakan Untuk Kemasalahatan Warga

    30 Juli 2025
    Covid19

    Kasus Covid-19 Terus Melandai, PTM di Kota Bogor Akan Kembali Dibuka

    7 Maret 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Perumda PPJ Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

    22 April 2022

    BOGOR – Presiden Jokowi mengunjungi dua Pasar Tradisional di Kota Bogor, pada Kamis (21/4/2022). Kedatangannya…

    Ekonomi

    Bima Arya Jelaskan Raperda Dana Cadangan Pilkada dan Penyertaan Modal PPJ

    28 Juli 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan penjelasan terkait penyampaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor-Unpar Jalin Kerja Sama, Riset Keberagaman di Kampung Labirin

    11 Oktober 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tentang pendidikan, penelitian…

    DPRD Kota Bogor

    Sambangi Pasar Jambu Dua, Komisi II Cek Harga Komoditas Pangan

    14 Maret 2025

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor mendatangi Pasar Jambu Dua untuk mengecek harga komoditas…

    Daerah

    DPRD Kota Bogor Terima Draft RAPBD 2026, Banggar Langsung Lakukan Pembahasan

    14 November 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor telah menerima draft Rancangan APBD 2026 Kota Bogor yang diserahkan…

    Daerah

    Ceu Atty Ajak Warga Bogor Belanja di Warung Tetangga untuk Dukung UMKM

    16 Juli 2026

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan berbelanja dengan…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.