Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Proses Hukum Berjalan, Sentul City Mangkir Dua Kali Panggilan Polda Jabar
    • Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
    • Kota Bogor Buka Donasi Bantuan Bencana
    • Denny Mulyadi Kukuhkan Pokja BSAN, Dorong Sekolah Aman dan Nyaman bagi Anak
    • Peringati Hari Santri 2026, Pemkot Bogor Apresiasi Santri dan Pelajar Berprestasi
    • Jenal Mutaqin Ajak Masyarakat Gotong Royong Wujudkan Bogor Sejahtera
    • Pemberian Bantuan 250 Paket Makananan Bergizi di Kelurahan Sempur
    • Bapeksi Gelar Pelatihan Batik Ciwitan, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Kesehatan » Perkuat Percepatan Penurunan Angka Stunting, Pemkot Luncurkan “Bogor Besti”
    Daerah

    Perkuat Percepatan Penurunan Angka Stunting, Pemkot Luncurkan “Bogor Besti”

    25 November 20253 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui pemanfaatan teknologi digital guna mewujudkan pendataan yang akuntabel, transparan, dan mudah diakses.

    Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, secara resmi meluncurkan aplikasi Bogor Bebas Stunting (Bogor Besti) pada Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (24/11/2025).

    Dedie Rachim menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Wakil Wali Kota Bogor dalam peluncuran aplikasi Bogor Besti yang dinilai mampu memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penanganan stunting.

    “Aplikasi ini digagas oleh Pak Wakil Wali Kota dan sangat bagus sekali. Melalui aplikasi ini, terdata jelas siapa yang memberikan bantuan, kepada siapa bantuan diberikan, dan bagaimana pemerintah mengontrol bantuan yang diberikan tersebut. Ini bagian dari sebuah langkah untuk kita membuat pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujar Dedie Rachim.

    Ia menjelaskan, selain peluncuran aplikasi, kegiatan ini juga disertai dengan Penandatanganan Kesepakatan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menegaskan komitmen mereka dalam menyalurkan bantuan secara sukarela dan tercatat dengan baik di aplikasi.

    Menurutnya, platform ini membantu proses bantuan yang sebelumnya dianggap sebagai pungutan sukarela kini telah menjadi lebih akuntabel dan transparan, karena dapat dimonitor melalui aplikasi.

    “Kita melakukan kesepakatan dari OPD dan ASN untuk memberikan bantuan, jadi sekarang sifatnya sukarela dan tercatat. Kalau sebelumnya dianggap sebagai pungutan sukarela, sekarang lebih akuntabel, transparan, bisa dimonitor melalui aplikasi. Penandatanganan kesepakatan itu sebagai bukti bahwa apa yang akan kita kontribusikan datang dari kerelaan masing-masing,” jelasnya.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin yang menjabat sebagai Ketua TPPS Kota Bogor menjelaskan bahwa aplikasi Bogor Besti merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

    Ia menyebut, aplikasi ini dirancang untuk menjadi pemicu, pangkalan data, sekaligus panduan bagi TPPS dalam menangani isu stunting, sejalan dengan prioritas Pemkot Bogor terhadap penguatan data.

    “Aplikasi ini sebagai trigger, database, dan guidance bagi kami tim TPPS untuk menangani stunting. Seperti arahan Pak Wali, ke depan akan kita tambah fitur disabilitas dan akan kita data treatment atau intervensi apa yang bisa diberikan,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Jenal Mutaqin menjabarkan bahwa aplikasi Bogor Besti memuat lima kategori sasaran, yakni bayi bawah dua tahun (baduta), bayi bawah lima tahun (balita), ibu hamil, ibu nifas, serta calon pengantin (catin). Data dihimpun per-RW dan diperbarui oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tiga orang per-RW dengan total lebih dari 2.400 TPK terlibat dalam pemutakhiran data setiap harinya.

    “Yang mengisi dan meng-update adalah Tim Pendamping Keluarga, totalnya lebih dari 2.400 TPK yang bertugas mengawasi dan memperbarui data dalam aplikasi Bogor Besti,” jelasnya.

    Jenal Mutaqin juga mengungkapkan bahwa angka stunting Kota Bogor saat ini berada pada angka 1.491 dan terus menunjukkan penurunan. Berkat berbagai inovasi, termasuk pengembangan aplikasi ini, Kota Bogor berhasil meraih predikat sebagai Kota Terinovasi se-Jawa Barat dalam penanganan stunting.

    “Insyaallah inovasi ini semakin memotivasi kami dan meyakinkan para donatur serta stakeholder bahwa bantuan yang diberikan sangat dibutuhkan dan benar-benar bermanfaat,” pungkasnya.

    Aplikasi Bogor Bebas Stunting (Bogor Besti) Dedie A. Rachim Dinkes Kota Bogor Diskominfo Kota Bogor DPPKB Jenal Mutaqin Ketua TPPS Kota Bogor Wakil Wali Kota Bogor Wali Kota Bogor
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Bisnis

    Selain Pengembangan Rumah Sakit, Jepang Jajaki Kerja Sama Restoran dan Jamur Sitake

    5 April 2022
    Kota Bogor

    Rayakan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia Adityawarman Adil Gelorakan Semangat Kemerdekaan

    29 Agustus 2025
    Kesehatan

    Komunitas Pedagang Suryakencana Setuju Penataan Kawasan Dilanjutkan

    2 Februari 2021
    Kesehatan

    Langgar Prokes, Puluhan Pengamen Disanksi Bebersih

    28 Januari 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Perumda PPJ Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

    22 April 2022

    BOGOR – Presiden Jokowi mengunjungi dua Pasar Tradisional di Kota Bogor, pada Kamis (21/4/2022). Kedatangannya…

    Ekonomi

    Bima Arya Jelaskan Raperda Dana Cadangan Pilkada dan Penyertaan Modal PPJ

    28 Juli 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan penjelasan terkait penyampaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor-Unpar Jalin Kerja Sama, Riset Keberagaman di Kampung Labirin

    11 Oktober 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tentang pendidikan, penelitian…

    DPRD Kota Bogor

    Sambangi Pasar Jambu Dua, Komisi II Cek Harga Komoditas Pangan

    14 Maret 2025

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor mendatangi Pasar Jambu Dua untuk mengecek harga komoditas…

    Daerah

    DPRD Kota Bogor Terima Draft RAPBD 2026, Banggar Langsung Lakukan Pembahasan

    14 November 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor telah menerima draft Rancangan APBD 2026 Kota Bogor yang diserahkan…

    Daerah

    Ceu Atty Ajak Warga Bogor Belanja di Warung Tetangga untuk Dukung UMKM

    16 Juli 2026

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya, mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan berbelanja dengan…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.