BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Kota Sehat tengah bersiap menghadapi penilaian Kota/Kabupaten Sehat (KKS) 2025 dengan target meraih penghargaan Swasti Saba Wistara.
Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) tim pembina dan Forum Kota Sehat yang digelar di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (26/2/2025).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan bahwa setelah Forum Kota Sehat didirikan pada 2011, Kota Bogor telah meraih beberapa penghargaan KKS, mulai dari Swasti Saba Padapa pada 2013 hingga Swasti Saba Wistara pada 2019.
Namun, pada 2021 dan 2023, Kota Bogor tidak dapat mengikuti penilaian KKS karena belum memenuhi indikator Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
“Kota Bogor langsung melakukan langkah percepatan pada 2022 hingga 2024, dan pada 2024 Kota Bogor telah mendeklarasikan diri sebagai kota bebas ODF. Dengan capaian tersebut, Kota Bogor kini kembali memenuhi syarat untuk mengikuti penilaian KKS 2025,” ujar Retno.
Retno menuturkan bahwa dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Bogor 2025-2026, Kota Bogor menargetkan perolehan penghargaan tertinggi KKS, yakni Swasti Saba Wistara.
Oleh karena itu, berbagai persiapan perlu dilakukan secara maksimal, mulai dari pengumpulan data dua tahun ke belakang, self-assessment, hingga pemenuhan sembilan tatanan KKS yang mencakup 136 indikator.
“Target nilai yang harus dicapai untuk mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wistara berada di rentang 91-100 persen. Jadi, nilai yang diperoleh setiap indikator harus di atas 90 persen,” ujar Retno.
Ia menambahkan, tahapan penilaian KKS 2025 akan dimulai pada Maret hingga April. kota/kabupaten yang mengikuti penilaian akan mengajukan usulan ke tingkat provinsi. Dari provinsi, kota/kabupaten dengan hasil terbaik akan melanjutkan ke tingkat nasional.
Hasil penilaian KKS akan diumumkan pada 12 November 2025, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional.
“Pemerintah Kota Bogor bersama Forum Kota Sehat optimis dapat meraih Swasti Saba Wistara. Apalagi, ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Bogor yang telah menetapkan target ini dalam RPD 2025-2026,” katanya.