Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Rampung Dibahas, Perda Penyelenggaraan Ekonomi Kreatif Jadi Kado HJB ke-544
    • Pastikan Aliran Air Penuhi K-3, Tirta Pakuan Komisioninh Jaringan di Palasari
    • Mengenang Muaz HD, Legislator PKS yang Mengabdikan Hidup untuk Dakwah dan Pelayanan Publik
    • Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
    • Jenal Mutaqin Sampaikan Keseriusan Pemkot Tangani Pendidikan
    • Pemkot Bogor Raih Predikat WTP ke-10 Kali
    • 120 Anggota DWP Kota Bogor Ikuti Pelatihan Kreativitas Kain Perca
    • Pelat Kedaluwarsa Sejak 2021, Mobil Operasional Disperumkim Tuai Sorotan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Olahraga » Running » Kang Emil Bilang, Tahun Depan Iuran SPP SMA Sederajat Digratiskan
    Jawa Barat

    Kang Emil Bilang, Tahun Depan Iuran SPP SMA Sederajat Digratiskan

    18 Desember 20194 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Iuran Bulanan Peserta Didik (IBPD) atau SPP untuk sekolah setingkat SMA se-Jabar akan dibebaskan atau digratiskan mulai tahun ajaran 2020-2021, pernyataan tersebut dilontarkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kepada awak media, Kamis (28/11/2019)

    Mantan Walikota Bandung ini menjelaskan akhirnya anggaran sebesar Rp 1,4 triliun untuk IBPD atau SPP ini sudah disiapkan dalam APBD 2020 dan sudah ketok palu alias disahkan DPRD Jabar dalam Rapat Badan Anggaran, Rabu (27/11/2019) kemarin.

    “Alhamdulillah RAPBD sudah diketok palu, tinggal dievaluasi Kemendagri. Alhamdulillah bisa dimulai SPP gratis untuk SMA sederajat,” beber Kang Emil.

    Rencananya kebijakan iuran gratis ini akan mulai direalisasikan pada tahun ajaran baru pada Juli 2020 dengan besaran anggaran Rp 1,4 triliun.

    Kebijakan ini bisa direalisasikan seusai hasil penghematan dari sejumlah pos anggaran seperti bansos dan hibah hingga perjalanan dinas.

    “Ini kan hasil menghemat hibah bansos. Dulu hibah bansos banyak sekali, sekarang kita cukupkan, efisienkan, sehingga bisa menemukan ruang Rp 1,4 triliun per tahun untuk menggratiskan SPP,” katanya.

    Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan proses pembuatan kebijakan SPP gratis untuk SMA dan SMK di Jawa Barat pada 2020 sedang dalam proses persetujuan DPRD Provinsi Jawa Barat.

    Hal ini akan menjadi poin pembenahan bidang pendidikan di Jawa Barat.

    “Jadi saya kira semua kekurangan kita, akan perbaiki. Setiap tahun juga kita selalu berikan perbaikan-perbaikan. Anggaran tahun depan kan SPP kita gratiskan. Tahun-tahun sebelumnya kan nggak ada. Insya Alloh tunggu ketok palu saja,” kata Emil seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Guru di Gasibu, Kota Bandung, Senin (25/11/2019).

    Selain itu, di bidang pendidikan yang tengah dibenahi, katanya, adalah pengadaan ruang kelas dan sekolah baru serta penyelesaian masalah kesejahteraan guru honorer.

    “Jadi poin ini adalah di mana kita ada keluangan, pasti kita akan perjuangkan, termasuk permasalahan guru honorer,” katanya.

    Sebelumnya, Emil mengatakan untuk bisa menggratiskan Sumbangan Pembinaan dan Pendidikan (SPP) SMA dan SMK negeri mulai 2020, dibutuhkan anggaran sangat besar, sampai Rp 2 triliun per tahun.

    Emil mengatakan wacana penggratisan SPP ini harus mendapatkan persetujuan DPRD Jabar mengingat kebutuhan anggarannya besar dan pihaknya harus melakukan efisiensi di bidang lain.

    “Insya Allah tahun depan kalau tidak ada halangan dan dewan menyetujui, kita lakukan penghematan-penghematan. Sehingga hasil penghematannya kita bisa alokasikan untuk SPP ya,” kata Emil di Gedung Sate, Selasa (18/6/2019).

    Menurut Emil, dalam rencana yang sudah dibahas pihaknya, SPP gratis akan diberikan juga pada siswa SMA dan SMK swasta yang berkategori miskin. Emil menghitung kebutuhan anggaran untuk membiayai kebijakan ini mencapai hampir Rp 2 triliun.
    Meski besar, pihaknya menjamin upaya penghematan tidak akan menganggu anggaran pembangunan yang lain.

    Menurutnya, efisiensi paling besar dilakukan di mata anggaran hibah dan bansos.
    Sementara dari perjalanan dinas didapatkan efisiensi sebesar Rp 150 miliar lebih.

    Dari penghematan dia berharap bisa menghasilkan anggaran yang cukup untuk menggratiskan SPP.

    Sebelumnya, DPRD Provinsi Jawa Barat menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang kembali merencanakan penggratisan biaya sumbangan pembinaan dan pendidikan (SPP) di tingkat SMA dan SMK negeri di Jawa Barat.

    Anggota DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya, mengatakan sebelumnya pada 2014-2015, saat masa jabatan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Pemprov Jabar sempat menggratiskan SPP SMA dan SMK, sebelum pengelolaan SMA dan SMK diambil alih Pemprov Jabar sendiri.

    Dengan dasar pengalaman tersebut, anggota dewan dari Fraksi PKS ini mengatakan rencana Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggratiskan SPP SMA dan SMK di Jabar pun dinilai masuk akal dan bisa dilakukan kembali.

    “Secara teknis, karena sudah pernah dilakukan, rencana itu realistis banget. Waktu itu dibantu dana BOS dari pusat, BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal) dari provinsi, kemudian dibantu juga oleh dana dari kabupaten dan kota setempat,” kata Abdul Hadi.

    Setelah Pemprov Jabar mengambilalih pengelolaan SMA dan SMK, katanya, bantuan dari pemerintah kabupaten dan kota setempat dicabut. Akhirnya, siswa harus membayar kembali ratusan ribu rupiah untuk SPP.

    Jika Pemprov Jabar bisa menganggarkan dana lebih untuk menggratiskan SMA dan SMK, katanya, hal tersebut mungkin terjadi, tergantung political will gubernurnya.

    “Kami dengar di Jawa Timur sudah diberlakukan tahun ini. Kami segera kunjungan ke sana untuk melihat seperti apa proses supaya bisa APBD mengeluarkan uang lebih untuk menggratiskan pendidikan,” ucapnya.

    Pada dasarnya, kata Abdul Hadi, kebutuhan operasional pendidikan di SMA per siswa per tahun mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Selama ini biaya operasional tersebut dipenuhi oleh dana BOS sebesar Rp 1,4 juta dan Pemprov Jabar Rp 500 ribu.

    Dengan anggaran BPMU Jabar sekarang Rp 1,3 triliun, angka ini bisa ditingkatkan sampai Rp 2 triliun untuk bisa menutupi biaya operasional pendidikan di sekolah. (trb/p)

    Jawa Barat Ridwan Kamil
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya

    Diduga Korsleting Listrik, Kontrakan di Tajur Dilalap Si Jago Merah

    16 Juni 2020
    Kota Bogor

    Seameo Biotrop Cetak Ribuan Alumni dan Ratusan Pemagang dalam Setahun

    13 Juni 2025
    Media sosial

    Tim Admin Medsos Tirta Pakuan Masih Melakukan Penanganan dari Upaya Percobaan Peretasan

    26 Januari 2024
    Kesehatan

    Rumah Kos di Sempur Hangus Dilalap Api

    9 Agustus 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Dewan Bakal Tindaklanjuti Aspirasi Juru Parkir Yasmin

    26 Mei 2021

    BOGOR – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menerima kunjungan dari Juru…

    Bisnis

    Gencarkan Pentingnya Menabung, KSU Karya Mandiri Guyur Minyak Goreng di Harjasari

    23 Mei 2022

    BOGOR – Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Mandiri selalu memberikan senyum untuk masyarakat, khususnya…

    Bisnis

    Pemkot dan KNPI Kota Bogor Sepakat Tata UMKM

    24 Agustus 2022

    Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kota Bogor menggelar Bogor Raya Economic 2022 di Alun-Alun Kota…

    Ekonomi

    Harganya Meroket, Ceu Atty Malah Jual Beras Seribu Rupiah Perliter

    5 Oktober 2023

    BOGOR – Komunitas Baraya Ceu Atty (BCA) nampaknya sedang bersenang hati, pasalnya ditengah meroketnya harga…

    Ekonomi

    PNM Kembali Catat Sejarah, Terbitkan Orange Bonds Pertama di Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan

    1 Juli 2025

    JAKARTA — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menorehkan langkah bersejarah di pasar keuangan nasional.…

    Daerah

    Pembongkaran Pasar Bogor Berjalan, 800 PKL Diberi Waktu Pindah

    13 Februari 2026

    BOGOR – Pembongkaran struktur bangunan Pasar Bogor mulai dilakukan secara bertahap dan akan dilanjutkan ke…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.