Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Dedie Rachim Ajak Warga Budayakan Berolahraga dan Dukung Atlet di Porprov XV   
    • Adu Inovasi di Bogor Innovation Award 2026
    • Pemkot Bogor dan PT KAI Teken MoU Penataan dan Pengembangan Kawasan Stasiun Bogor
    • Pengusaha Ojol Sepakat Tindak Mitra yang Langgar Lalu Lintas
    • Pemkot Distribusikan 190.150 Masker ke Kantor Kecamatan Hingga Posyandu
    • Hadapi Sebaran Abu Vulkanik, Pemkot Bogor Perkuat Penanganan dan Perlindungan Kesehatan Warga
    • Satresnarkoba Polresta Bogor Kota Amankan 18 Kg Ganja, Kurir Lintas Provinsi Berhasil Dibekuk
    • Pemkot Bogor Keluarkan Kebijakan PJJ, Walikota Dedie A. Rachim : Kesehatan dan Keselamatan Anak adalah Prioritas Utama
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Olahraga » Running » Kang Emil Bilang, Tahun Depan Iuran SPP SMA Sederajat Digratiskan
    Jawa Barat

    Kang Emil Bilang, Tahun Depan Iuran SPP SMA Sederajat Digratiskan

    18 Desember 20194 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Barayanews.co.id – Iuran Bulanan Peserta Didik (IBPD) atau SPP untuk sekolah setingkat SMA se-Jabar akan dibebaskan atau digratiskan mulai tahun ajaran 2020-2021, pernyataan tersebut dilontarkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kepada awak media, Kamis (28/11/2019)

    Mantan Walikota Bandung ini menjelaskan akhirnya anggaran sebesar Rp 1,4 triliun untuk IBPD atau SPP ini sudah disiapkan dalam APBD 2020 dan sudah ketok palu alias disahkan DPRD Jabar dalam Rapat Badan Anggaran, Rabu (27/11/2019) kemarin.

    “Alhamdulillah RAPBD sudah diketok palu, tinggal dievaluasi Kemendagri. Alhamdulillah bisa dimulai SPP gratis untuk SMA sederajat,” beber Kang Emil.

    Rencananya kebijakan iuran gratis ini akan mulai direalisasikan pada tahun ajaran baru pada Juli 2020 dengan besaran anggaran Rp 1,4 triliun.

    Kebijakan ini bisa direalisasikan seusai hasil penghematan dari sejumlah pos anggaran seperti bansos dan hibah hingga perjalanan dinas.

    “Ini kan hasil menghemat hibah bansos. Dulu hibah bansos banyak sekali, sekarang kita cukupkan, efisienkan, sehingga bisa menemukan ruang Rp 1,4 triliun per tahun untuk menggratiskan SPP,” katanya.

    Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan proses pembuatan kebijakan SPP gratis untuk SMA dan SMK di Jawa Barat pada 2020 sedang dalam proses persetujuan DPRD Provinsi Jawa Barat.

    Hal ini akan menjadi poin pembenahan bidang pendidikan di Jawa Barat.

    “Jadi saya kira semua kekurangan kita, akan perbaiki. Setiap tahun juga kita selalu berikan perbaikan-perbaikan. Anggaran tahun depan kan SPP kita gratiskan. Tahun-tahun sebelumnya kan nggak ada. Insya Alloh tunggu ketok palu saja,” kata Emil seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Guru di Gasibu, Kota Bandung, Senin (25/11/2019).

    Selain itu, di bidang pendidikan yang tengah dibenahi, katanya, adalah pengadaan ruang kelas dan sekolah baru serta penyelesaian masalah kesejahteraan guru honorer.

    “Jadi poin ini adalah di mana kita ada keluangan, pasti kita akan perjuangkan, termasuk permasalahan guru honorer,” katanya.

    Sebelumnya, Emil mengatakan untuk bisa menggratiskan Sumbangan Pembinaan dan Pendidikan (SPP) SMA dan SMK negeri mulai 2020, dibutuhkan anggaran sangat besar, sampai Rp 2 triliun per tahun.

    Emil mengatakan wacana penggratisan SPP ini harus mendapatkan persetujuan DPRD Jabar mengingat kebutuhan anggarannya besar dan pihaknya harus melakukan efisiensi di bidang lain.

    “Insya Allah tahun depan kalau tidak ada halangan dan dewan menyetujui, kita lakukan penghematan-penghematan. Sehingga hasil penghematannya kita bisa alokasikan untuk SPP ya,” kata Emil di Gedung Sate, Selasa (18/6/2019).

    Menurut Emil, dalam rencana yang sudah dibahas pihaknya, SPP gratis akan diberikan juga pada siswa SMA dan SMK swasta yang berkategori miskin. Emil menghitung kebutuhan anggaran untuk membiayai kebijakan ini mencapai hampir Rp 2 triliun.
    Meski besar, pihaknya menjamin upaya penghematan tidak akan menganggu anggaran pembangunan yang lain.

    Menurutnya, efisiensi paling besar dilakukan di mata anggaran hibah dan bansos.
    Sementara dari perjalanan dinas didapatkan efisiensi sebesar Rp 150 miliar lebih.

    Dari penghematan dia berharap bisa menghasilkan anggaran yang cukup untuk menggratiskan SPP.

    Sebelumnya, DPRD Provinsi Jawa Barat menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang kembali merencanakan penggratisan biaya sumbangan pembinaan dan pendidikan (SPP) di tingkat SMA dan SMK negeri di Jawa Barat.

    Anggota DPRD Provinsi Jabar, Abdul Hadi Wijaya, mengatakan sebelumnya pada 2014-2015, saat masa jabatan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Pemprov Jabar sempat menggratiskan SPP SMA dan SMK, sebelum pengelolaan SMA dan SMK diambil alih Pemprov Jabar sendiri.

    Dengan dasar pengalaman tersebut, anggota dewan dari Fraksi PKS ini mengatakan rencana Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggratiskan SPP SMA dan SMK di Jabar pun dinilai masuk akal dan bisa dilakukan kembali.

    “Secara teknis, karena sudah pernah dilakukan, rencana itu realistis banget. Waktu itu dibantu dana BOS dari pusat, BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal) dari provinsi, kemudian dibantu juga oleh dana dari kabupaten dan kota setempat,” kata Abdul Hadi.

    Setelah Pemprov Jabar mengambilalih pengelolaan SMA dan SMK, katanya, bantuan dari pemerintah kabupaten dan kota setempat dicabut. Akhirnya, siswa harus membayar kembali ratusan ribu rupiah untuk SPP.

    Jika Pemprov Jabar bisa menganggarkan dana lebih untuk menggratiskan SMA dan SMK, katanya, hal tersebut mungkin terjadi, tergantung political will gubernurnya.

    “Kami dengar di Jawa Timur sudah diberlakukan tahun ini. Kami segera kunjungan ke sana untuk melihat seperti apa proses supaya bisa APBD mengeluarkan uang lebih untuk menggratiskan pendidikan,” ucapnya.

    Pada dasarnya, kata Abdul Hadi, kebutuhan operasional pendidikan di SMA per siswa per tahun mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Selama ini biaya operasional tersebut dipenuhi oleh dana BOS sebesar Rp 1,4 juta dan Pemprov Jabar Rp 500 ribu.

    Dengan anggaran BPMU Jabar sekarang Rp 1,3 triliun, angka ini bisa ditingkatkan sampai Rp 2 triliun untuk bisa menutupi biaya operasional pendidikan di sekolah. (trb/p)

    Jawa Barat Ridwan Kamil
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Draft Raperda P4S Dikebut, Pemkot dan Dewan ‘Ribut’ Soal Sanksi

    22 April 2021
    Kota Bogor

    Peringati Hakordia, Banu Bagaskara : Generasi Muda Harus Berintegritas dalam Membangun Budaya Anti-Korupsi

    9 Desember 2021
    Kesehatan

    Ini Kata Dedie Rachim Soal Pembangunan di RSUD Tipe A di Kota Bogor

    30 Maret 2021
    Kota Bogor

    Bima Arya Launching Pusat Kuliner Legend Rangga Gading, Pesan Makanan Bisa Tinggal Klik

    27 Maret 2023
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Tingkatkan Perekonomian Daerah, DPRD Terbitkan Perda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro

    27 Mei 2021

    BOGOR – Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro merupakan upaya strategis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,…

    Ekonomi

    Yane Ardian Ingatkan Agar Melibatkan Allah SWT Dalam Setiap Usaha

    24 Mei 2022

    Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor menggelar halalbihalal dengan para…

    Ekonomi

    Mentoring Program Jagoan Pariwisata Tiket.com di Mulyaharja

    27 Agustus 2022

    Dalam upaya meningkatkan pengembangan destinasi wisata Mulyaharja, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan Tiket.com memberikan…

    Ekonomi

    Diresmikan, Pasar Tanah Baru Mulai Dipenuhi Pedagang

    14 Desember 2023

    BOGOR – Pasar Tanah Baru yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara dan belum lama ini…

    Daerah

    Mahasiswa LSPR Kembangkan Literasi Digital dan Branding Wisata di Desa Sukajadi

    12 Juli 2025

    BOGOR – Mahasiswa Program Studi Public Relations & Digital Communication angkatan PRDC26-5SP dari LSPR Institute…

    Daerah

    Tiga Nama Calon Direksi PDAM Diserahkan ke Kemendagri

    26 Februari 2026

    BOGOR – Pemerintah Kota Bogor resmi mengajukan tiga nama calon direksi Perumda Tirta Pakuan Kota…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.