Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Matangkan Venue dan Maksimalkam Anggaran, Kota Bogor Pastilan Kesiapan Porprov XV 2026 Jabar
    • Pemkot Bogor Akan Kirim Karyawan Perumda Tirta Pakuan untuk Belajar Pengurangan Kehilangan Air di Korea
    • Banu Bagaskara Ajak Generasi Muda Suarakan Aspirasi Lewat Merah Muda Fest
    • ‎‎Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda
    • EIGER Nature Resmi Dibuka di Bogor, Hadirkan Wisata Petualangan Berbasis Konservasi
    • Gandeng Cipayung Plus, Polresta Bogor Kota Gelar Aksi Peduli Bencana Kemanusiaan
    • Semarak Sumpah Pemuda, Wanoja Kota Bogor Gelar Aksi Kemanusiaan
    • Jadi Venue Tenis Meja di Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Lakukan Percepatan Persiapan GOR Yasmin
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Pemerintahan » Jelang PTM, Disdik Kota Bogor Lakukan Verifikasi Ulang
    Kesehatan

    Jelang PTM, Disdik Kota Bogor Lakukan Verifikasi Ulang

    26 Agustus 20213 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor akan kembali melakukan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dalam waktu dekat menunggu pembahasan internal Disdik Kota Bogor, pihak Disdik Kota Bogor juga menegaskan bahwa vaksin bukan syarat utama diberlangsungkannya PTM tahun ajaran 2021/2022.

    Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengatakan, dengan turunnya level PPKM Kota Bogor dari level 4 ke level 3 maka sudah diperbolehkan menggelar PTM secara terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen dan waktu pembelajaran selama tiga jam dalam waktu satu hari.

    “Kemudian langkah langkah operasional yang dilakukan dinas pendidikan kota Bogor kami lakukan persiapan infrastruktur yang diperlukan sekolah, seperti tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh dan lain sebagainya. Kami juga bekerjasama dengan dinas kesehatan (Dinkes) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya. Kemudian kami simulasikan, persyaratan administrasi untuk PTM itu tidak sederhana, intinya kita meminta izin kepada orang tua mengizinkan atau tidak dan itu dituangkan dalam bentuk tertulis diatas materai,” ungkap Hanafi kepada wartawan saat berkunjung ke ruang Pokja Wartawan (Pokwan) DPRD Kota Bogor pada Rabu (25/8/2021) sore.

    Hanafi melanjutkan, perlu diketahui sekolah di kota Bogor itu, SMP ada sebanyak 127 negeri dan swasta, tingkat SD ada sekitar 275 diantarnya 211 merupakan SD negeri. Kemudian akan diadakan simulasi dan semple diambil 37 SMP komposisi 20 SMP negeri, 17 SMP swasta. Untuk SD itu enam sekolah per kecamatan kemudian proses nanti verifikasi memakan waktu sampai 6 jam.

    “Akan tetapi PTM ini tergantung kepala daerah, SKB 4 Menteri hanya mengatur secara teknis. Karena Kota Bogor sekarang sudah level 3 yang memungkinkan untuk melaksanakan PTM maksimal 50 persen, maka kami akan persiapkan simulasi kembali dan kami akan benahi juga infrastruktur yang ada di sekolah. Secara umum sekolah sudah menyiapkan infrastruktur untuk melaksanakan PTM, kami akan presentasi kan ini ke Kasatgas Covid-19 Kota Bogor,” tambahnya.

    Hanafi membeberkan, PTM ini sangat penting karena tidak hanya menantranfer ilmu kepada anak-anak tapi juga ada unsur pembinaan mendidik selama pembelajaran di sekolah. Dampak tidak tatap muka, mereka cuek salah satu contoh saat vaksinasi oleh guru mereka disuruh untuk kedepan, murid-murid sedikit cuek. Kalau PTM kan guru nya itu menginstruksikan kepada anak untuk ke depan dan mereka mau.

    “Jadi terkait PTM ini kami sedang mempersiapkan secara teknis untuk dilakukan kembali simulasi yang dilengkapi persyaratan adminstratif yang tertuang dalam SKB 4 Menteri maupun di instruktur dalam Menteri nomor 37 tahun 2021 supaya bisa terlaksana dengan baik,” terangnya.

    Hanafi menjelaskan, syarat utama PTM adalah izin dari orang tua murid. Sudah divaksin bukan bagian dari syarat, karena vaksin adalah upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari terinfeksinya Covid-19.

    “Jadi vaksin bukan syarat utama. Syarat utamanya adalah izin orang tua. Untuk itu tidak ada siswa yang tidak diperbolehkan mengikuti PTM karena belum melakukan vaksinasi. Anak-anak sekarang sudah jenuh dengan lingkungannya, dan mereka rindu bersekolah. Jadi tidak ada yang tidak divaksin tidak boleh ikut sekolah. Saat ini pemerintah sedang melakukan akselarasi vaksinasi untuk mengejar target pada bulan September mendatang. Data terbaru 16 persen pelajar yang sudah divaksin dan lebih dari 90 persen tenaga pendidik telah mendapatkan vaksinasi,” jelasnya.

    Karena itu Hanafi mengapresiasi dan mendukung penuh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang dengan cepat mengejar target vaksinasi.

    “Wali Kota sudah luar biasa angka vaksinasi di Kota Bogor naik secara signifikan, yang gercep melakukan lobby untuk dropping vaksin,” pungkasnya.

    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Pelaksanaan Study Tour di Kota Bogor, Dedie Rachim Ikuti SE Gubernur Jabar

    24 Februari 2025
    Kota Bogor

    Uang Pangkal SMP PGRI Mencekik, Atty Somaddikarya : Siswa Tidak Mampu Terancam Putus Sekolah

    11 Juli 2025
    Kota Bogor

    Catatan DPRD Untuk Gugus Tugas Covid-19

    20 April 2020
    Kota Bogor

    Silaturahmi Dengan Pimpinan DPRD, PJ Wali Kota Bogor Ingin Terus Bersinergi Untuk Kota Bogor

    2 Mei 2024
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Selamatkan Keanekaragaman Hayati dan Ekonomi, SMIAS Jalin Kerjasama Antar Lembaga

    16 Maret 2022

    BOGOR – Southeast Asian Regional Center for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop), FAO Indonesia…

    Bisnis

    Pemkot Bogor – Grab Gelar Temu Bisnis Suryakencana

    18 Juni 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar acara Temu Bisnis Suryakencana bersama Grab di Hotel Salak…

    Bantuan Sosial

    Dinsos Kota Bogor Bina Ratusan Agen dan E-Warung Penyalur BPNT

    15 September 2022

    Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor menggelar rapat evaluasi tingkat kecamatan dalam program Sembako 2022 di…

    Ekonomi

    BRI Unit Cibinong Branch Office Cibinong Fasilitasi UMKM dengan Edukasi Digital Perbankan

    25 Juni 2024

    CIBINONG – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Cibinong Supervisi Branch Office (BO) Cibinong menggelar…

    Daerah

    Tirta Pakuan Dorong Perspektif Baru Tentang Air Minum

    15 September 2025

    JAKARTA – Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan menilai, telah terjadi…

    Daerah

    Tirta Pakuan Tekan Angka Kebocoran Secara Komperhensif

    30 April 2026

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus berupaya menekan angka kebocoran air sebagai bagian…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.