BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menginstruksikan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk menyiapkan langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan ialah pendistribusian air bersih menggunakan armada tangki bagi warga yang mengalami kekeringan.
Instruksi tersebut disampaikan menyusul mulai menurunnya ketersediaan air di sejumlah wilayah akibat fenomena perubahan iklim yang dipengaruhi El Nino dan La Nina. Selain berdampak pada sumur milik warga, musim kemarau juga mulai memengaruhi debit sumber air baku Perumda Tirta Pakuan.
“Ya, yang kekurangan terutama bagi warga yang masih mengandalkan sumber air dari sumur dan belum memiliki sambungan air bersih. Karena itu saya menginstruksikan Perumda Tirta Pakuan untuk menyiapkan langkah darurat dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada tangki air kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Tirta Pakuan harus hadir membantu warga yang terdampak kekeringan dengan menyiapkan distribusi air bersih melalui tangki air,” ungkap Dedie dikonfirmasi pada Minggu (19/7/2026).
Selain penanganan darurat, Dedie juga mengimbau masyarakat yang belum memiliki sambungan air bersih Perumda Tirta Pakuan agar segera mendaftarkan pemasangan sambungan baru sebagai langkah antisipasi menghadapi kebutuhan air bersih di masa mendatang.
Ia mengungkapkan, musim kemarau saat ini juga mulai berdampak terhadap ketersediaan sumber air baku yang berasal dari Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane.
“Dampak musim kemarau juga mulai berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air baku Perumda Tirta Pakuan. Debit Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku mengalami penurunan,” paparnya.
Dedie meminta Perumda Tirta Pakuan terus memantau kondisi sumber air baku dan menyiapkan langkah mitigasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal apabila terjadi gangguan pasokan akibat kondisi cuaca.
Ia menambahkan, saat ini jumlah pelanggan Perumda Tirta Pakuan mencapai 197.638 sambungan rumah atau sekitar 75,46 persen dari total rumah tangga di Kota Bogor.
Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Dani Rakhmawan, menjelaskan bahwa baik musim hujan maupun musim kemarau sama-sama memberikan tantangan terhadap proses pengolahan air bersih.
“Saat musim hujan, debit air meningkat, tetapi tingkat kekeruhan juga biasanya lebih tinggi sehingga proses pengolahan memerlukan penyesuaian,” ungkap Dani.
Menurutnya, pada musim kemarau kualitas air baku memang cenderung lebih jernih, namun debit air biasanya mengalami penurunan sehingga pengelolaan distribusi harus dilakukan secara lebih cermat.
“Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus melakukan pemantauan dan pengolahan sesuai kondisi di setiap musim agar kualitas pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga,” terangnya.
Dani juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Mari gunakan air secara bijak kapan pun musimnya,” tambahnya.
Ia memastikan Perumda Tirta Pakuan siap melaksanakan arahan Wali Kota Bogor dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau.
“Sesuai instruksi Wali Kota Bogor dan Direktur Utama Tirta Pakuan, jajaran kami memberikan bantuan kepada masyarakat Kota Bogor yang terdampak musim kemarau,” pungkasnya.

