Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Dugaan Mobil Dinas Dipakai Sipil Disorot, STS : Akan Kita Dalami
    • Warga RW 02 Empang Dukung Nazhir dan Pemkot Tata Alun-alun Empang
    • Jembatan Penghubung Paledang–Pasir Jaya Dikebut, Jenal Minta Tak Ada Keterlambatan
    • Tinjau Longsor Kedung Badak, Banu Bagaskara Desak BBWS Segera Bertindak
    • Pastikan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Tinjau Pasar Jambu Dua
    • Pemkot Bogor Apresiasi HBLM Perangi Stunting Kota Bogor
    • 316 Atlet Muda Ramaikan Kejurkot Bulutangkis Kota Bogor 2026
    • Promosi Digital Dongkrak Minat UMKM Isi Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Trans Pakuan Bogor - Cibubur » Bus Tanpa Ngetem, Langsung Terkoneksi LRT
    Kota Bogor

    Bus Tanpa Ngetem, Langsung Terkoneksi LRT

    28 Agustus 20235 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tak pernah lelah berikhtiar memudahkan warganya untuk beraktifitas. Terbaru, Pemkot Bogor membuka trayek baru, Trans Pakuan Bogor – Cibubur (Halte Trans Jakarta di Cibubur Junction). Layanan angkutan darat ini, membuat warga Bogor memiliki banyak pilihan menuju ibu kota negara.

    Iwan Setiawan (42) begitu sumringah menaikkan bus Trans Pakuan Bogor – Cibubur. Warga Kelurahan Sukasari ini tak perlu lagi ke Ciawi untuk berangkat kerja ke Jakarta. Saat ini, dirinya sudah bisa naik bus Trans Pakuan dari halte Cidangiang, Baranangsiang. “Saya lebih dekat ke Baranangsiang dan merasakan manfaat trayek baru ini,’’ kata Iwan.

    Dari Cibubur, dirinya melanjutkan perjalanan ke pusat kota dengan menggunakan Trans Jakarta. Selain terintegrasi dengan Trans Jakarta, dirinya juga dapat memilih moda transportasi Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT). “Intinya trayek baru ini memudahkan warga Kota Bogor dan tidak macet lagi menuju Jakarta bila sudah naik LRT di Cibubur,’’ tegasnya.

    Bus Trans Pakuan Bogor – Cibubur ini berangkatkan dari Halte Cidangiang, Baranangsiang dan Terminal Bubulak, pada pukul 5.30, 7.30, dan 18.00 WIB.

    Sementara dari Cibubur ke Halte Cidangiang, Baranangsiang, dan Bubulak berangkat pukul 6.30, 17.00 dan 19.00 WIB. Karena masih uji coba, jadwal tersebut masih berubah sewaktu-waktu berdasarkan evaluasi harian dari manajemen Trans Pakuan. Sedangkan untuk tarif Bus Trans Pakuan selama masa uji coba ini masih sangat terjangkau yakni sebesar Rp15 ribu. Pembayaran dapat dilakukan melalui QRIS BJB.

    Sedangkan kapasitas bus ini 40 orang dengan rincian 20 duduk dan 20 berdiri. Penetapan tiga jam keberangkatan tersebut disesuaikan dengan segmen yang menjadi targetnya, yakni pekerja asal Bogor yang bekerja di Jakarta.

    Terdapat dua armada selama masa uji coba ini yakni satu armada melayani perjalanan Terminal Baranangsiang – Cibubur (Halte Trans Jakarta di Cibubur Junction) dan Terminal Bubulak – Cibubur.

    Selama masa uji coba sejak 24 Juli hingga 4 Agustus 2023, keluhan mahalnya tarif bus Bogor – Cibubur langsung mendapat respon dari Wali Kota Bogor, Bima Arya. Saat ini, Pemkot akan membicarakan kembali soal tarif tersebut, bersama pihak-pihak terkait, yakni Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan PT Trans Jakarta.

    “Pasti akan kami bicarakan lagi dengan mereka, agar kerja sama itu juga bisa ikut memberikan subsidi ke pelanggan,” janji Bima Arya.

    Bus Trans Pakuan jurusan Cibubur yang menjadi feeder LRT, masih pada masa uji coba. Perumda Trans Pakuan Bogor memperpanjang uji coba Bus tersebut hingga tanggal 18 Agustus 2023.

    Hal itu lantaran, hasil uji coba selama dua pekan lalu belum menunjukkan hasil yang maksimal. Jumlah penumpang bus yang diperuntukan bagi pekerja asal Kota Bogor, belum sesuai harapannya. Sebab selama uji coba, jumlah penumpang hanya tembus di angka 134 orang.

    Bima Arya melihat sepinya peminat, disebabkan unit Bus Trans Pakuan masih terbatas dan masih di masa uji coba. “Kami evaluasi dan sosialisasikan terus. Sementara untuk hasil uji coba saat ini belum bisa jadi ukuran. Mungkin konektifitasnya belum maksimal. Tapi ini harus kami evaluasi,” tuturnya.

    Sementara itu, Direktur Perumda Trans Pakuan Rachma Nissa Fadliya membenarkan bahwa hasil uji coba selama dua pekan lalu, belum menunjukkan hasil yang maksimal. Jumlah penumpang bus yang diperuntukan bagi pekerja asal Kota Bogor tersebut belum sesuai harapannya. “Jadi masa uji coba kami perpanjang dua pekan lagi, hingga 18 Agustus,” katanya saat dikonfirmasi.

    Pihaknya menyebut, akan berusaha kembali meningkatkan sosialisasi untuk menambah jumlah penumpang bus tersebut. Sedangkan untuk tarif yang diberlakukan masih sama dengan masa uji coba sebelumnya yakni Rp15 ribu.

    Di tempat terpisah, Pengamat Transportasi dan Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, sistem business to business (b to b) yang dibuat dalam perjanjian kerja sama Bus Trans Pakuan, membuat moda transportasi ini tanpa subsidi, berbeda dengan pelayanan lain.

    Ia menjelaskan, tarif yang ditetapkan berdasarkan modal share dan diperhitungkan berdasarkan biaya operasionalnya. Pendekatan yang dilakukan pun, yakni investasi. Berbeda dengan Biskita Transpakuan yang mendapatkan Public Service Obligation (PSO), atau Kewajiban Pelayanan Publik dari Kementerian Perhubungan. Sehingga tarifnya lebih murah.

    “Hal ini membuat Bus Trans Pakuan bersifat pilihan. Siapa yang membutuhkan silahkan. Misalnya jenuh dengan kemacetan bisa memilih bus ini terlebih tarif tol ke depan akan ada kenaikan,” kata Yayat.

    Yayat berpendapat, kehadiran Bus Trans Pakuan berfungsi membangun koneksi antara warga Kota Bogor dengan operasional LRT. Moda ini menjadi transisi selama LRT belum sampai ke Bogor. Sehingga pelayanan bus ini tidak dilihat dari sisi jarak, melainkan ketepatan waktu.

    “Dibanding moda bus lain ini tanpa ngetem sehingga bisa menjadi nilai tambah dan memberikan kenyamanan. Lebih teratur dan lebih bagus. Jadi kembali lagi ke penumpang,” tutur dia.

    Menurutnya, Bus Trans Pakuan memiliki kemungkinan mendapat subsidi, apabila pemerintah DKI Jakarta atau Pemkot Bogor berminat mengeluarkan kebijakan, untuk memfasilitasi angkutan yang menuju wilayahnya atau sekitarnya. Namun hal itu juga membutuhkan persetujuan dari DPRD Provinsi DKI Jakarta.

    Subsidi juga bisa diberikan Pemkot Bogor, apabila sudah menetapkan Peraturan Daerah Transportasi yang menyebut, terdapat PSO bagi layanan umum. Sehingga bisa mendapat tarif yang lebih terjangkau.

    Karena sifatnya yang pilihan, Yayat memandang pengembangan pada Bus Trans Pakuan, bisa membuat moda transportasi ini lebih baik. Misalnya dengan membuat rute yang bisa dimanfaatkan warga Bogor, untuk berlibur di akhir pekan ke Jakarta.

    Di samping itu, ia juga melihat kehadiran Bus Trans Pakuan bisa membangun hubungan baru, antara Bogor dan Cibubur, yang selama ini biasanya ditempuh dengan kendaraan pribadi.

    Bima Arya Pemkot Bogor Rachma Nissa Fadliya
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Peduli Lingkungan

    Gaya Hidup Sehat dan Berkelanjutan Bersama Komunitas Sepeda ‘Weekend Pedalers’ Kota Bogor

    7 Februari 2024
    Anggaran

    DPRD Kota Bogor Tinjau Kondisi SDN 9 Bantarjati Minta Pemkot Maksimalkan Anggaran Untuk Perbaikan

    29 November 2022
    Ekonomi

    RAPBD 2021 Akan Fokus Pada Lima Program Prioritas

    1 Desember 2020
    Kesehatan

    Tok ! DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Perubahan KUPA-PPAS 2021

    17 September 2021
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Perumda Tirta Pakuan Dikategorikan BUMD Air Minum Sehat oleh Kementrian PUPR

    23 Februari 2022

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sehat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

    Bisnis

    HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

    28 Mei 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak 98 wali kota anggota…

    Bogor

    Kompak, Bima dan Atang hingga PWI Jabar Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

    4 September 2022

    BOGOR – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar selama…

    Ekonomi

    Harga Berangsur Normal, Mendag Cek Bahan Pokok di Kota Bogor

    18 Maret 2024

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik…

    Ekonomi

    Pansus RPJMD Dorong Penurunan Kemiskinan, Atty Somaddikarya Desak OPD Fokus pada Program Pro-Rakyat

    19 Juli 2025

    BOGOR – Dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor…

    Daerah

    Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

    14 Maret 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Memuat Komentar...

    Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.