Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Licin Saat Hujan, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Jalak Harupat dan Desak Perbaikan PUPR
    • 29 Calon Ketua PAC PDI Perjuangan Kota Bogor Ikuti Seleksi Ujian Wawancara dari DPD
    • DPRD Kota Bogor Dorong Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Perbatasan Tanah Sareal
    • Evaluasi MBG Kota Bogor, Dedie Rachim Fokuskan Akurasi Data Penerima Manfaat
    • Tanah Sareal Menuju Kawasan Strategis Pusat Pertumbuhan Kota
    • Dewan Dorong Tanah Sareal Jadi Etalase Kota Bogor
    • Denny Mulyadi Dampingi Sekjen Kemensos Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di Rancamaya 
    • Peringatan Isra Mi’raj 2026, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Warga Jadikan Shalat Prioritas Utama
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Bogor Makers Fair 2023 » Bogor Makers Fair 2023 SMX School of Makers, Tampilkan 30 Projek Kreatif
    Apresiasi

    Bogor Makers Fair 2023 SMX School of Makers, Tampilkan 30 Projek Kreatif

    14 Juni 20233 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Sebanyak 30 projek yang menggabungkan passion dan konsern ditampilkan para siswa SMX school of Makers dalam acara Bogor Makers Fair 2023 SMX School of Makers di Bogor Creative Center (BCC), Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Sabtu (10/6/2023). Wali Kota Bogor, Bima Arya yang hadir secara langsung mengungkapkan apresiasinya.

    “Apresiasi saya karena sudah banyak program yang seperti SMX School Makers lakukan. Di Kota Bogor Alhamdulillah karena ikhtiar yang SMX berupa talent scouting. Namun PR kita adalah follow through-nya, membangun ekosistem secara keseluruhan, sehingga para anak-anak itu bisa menindaklanjuti inovasi dari projek yang dilakukan,” katanya.

    Untuk dinas terkait jangan hanya sekedar memberikan panggung untuk pameran, tetapi yang lebih penting adalah membukakan ruang untuk selanjutnya, baik riset maupun pengembang produk maupun kiprah selanjutnya.

    “Bisa juga belajar dari kota-kota kreatif dan maju lainnya, seperti Bandung, Yogyakarta maupun Surabaya,” kata Bima Arya.

    Dirinya juga menegaskan kenapa selalu ‘keukeuh’ tentang inovasi, adaptasi dan kolaborasi yang mempertemukan passion dan concern. Menurutnya passion itu lahir dari hati jadi tidak bisa berbohong. Dari kegiatan seperti ini yang penting adalah follow through-nya seperti apa.

    “Karena sayang kalau hanya di pameran di sini, sementara passion dan concern para siswa. Salah satu modal kota untuk berkembang adalah berkembangnya iklim atau ekosistem inovasi, karena pemkot punya keterbatasan, baik SDM, anggaran dan yang lainnya,” ujarnya.

    “Dengan inovasi, Kota digerakkan inovasi yang tumbuh dari warga. Kalau dinas tidak punya passion, pemkot tidak concern maka kita akan ditinggal. Anak-anak muda lebih punya passion, update. Kalau passion dan concernnya kurang maka kolaborasi, sehingga mampu membuka pemikiran kita untuk bisa mengetahui apa yang saat ini tengah digemari apa, bisa mengetahui bahwa segala sesuatunya tidak selalu pakai uang. Kadang gagasan kuat, kegiatan bisa jalan,” paparnya.

    Pada kesempatan itu, Bima Arya menyosialisasikan maskot RuBo dengan tujuan jangka panjang untuk kesejahteraan dan pendapatan asli daerah Kota Bogor.

    Founder SMX School of Makers, Agus Gusnul Yakin menyebutkan, ini tahun kedua dari acara Bogor Makers Fair SMX School of Makers dan sudah dimasukan calendar event untuk memfasilitasi anak-anak muda menampilkan karya dari projek yang didasarkan pada passion dan concern. Apa yang disenangi dan kepedulian terhadap isu-isu yang ada di lingkungan masyarakat.

    “Sebagai ajang panggung bagi siswa SMP SMA di SMX School Makers, ada 30 projek dari para siswa berdasarkan dan mempertemukan dua hal, yakni passion dan concern, apa yang disenangi dan memadukan dengan kepedulian terhadap kondisi yang ada disekitar mereka. Diantaranya membuat aromaterapi berbahan daun sereh atau daun pisang,” jelasnya.

    Diantara projek yang ditampilkan adalah terkait budaya, khususnya buku tentang kujang,  ada juara pertama Bogor Innovation Award (BISA) tahun 2022 tingkat pelajar yang membuat makan untuk kucing berbahan lokal, muwili terkait konservasi edukasi untuk anak-anak dan work terkait platform atau media untuk anak muda kreatif.

    Gusnul menambahkan, dari 4 angkatan yang sudah lulus, sebanyak 40 persen melanjutkan projeknya bahkan hingga menjadi bisnis riil.

    “Ada yang sambil kuliah dan ada juga 13 persen memilih untuk lanjut bisnis langsung. Namun tidak semua menjadi pebisnis dikembalikan ke minat mereka,” ujarnya.

    Adapun peserta yang ambil bagian tidak hanya dari Kota Bogor, ada juga dari Depok, Jakarta, bekasi dan Majalengka yang masih jaringan SMX School of Makers.

    Menurut Gusnul, secara akademik para peserta tidak memiliki bakat akademik. Melalui projek ini para siswa menjadi lebih percaya diri.

    “Bahkan ada dua siswa kami yang autis dan sudah lulus, memiliki bisnis. Bidang-bidang projeknya beragam, ada media, agrikultur, food, konservasi dan sebagian besar masuk ke sub sektor ekonomi kreatif. Jadi ini semacam event ekonomi kreatif tingkat remaja pelajar,” katanya.

    Agus Gusnul Yakin Bima Arya
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Air bersih

    Warga dan Tirta Pakuan Bantu Pekerjaan Emergency Longsor di Desa Tangkil

    6 Juni 2024
    Kesehatan

    HUT RSUD Kota Bogor Digelar Sederhana

    9 Agustus 2021
    Penanggulangan

    Maraknya Kasus Penularan Penyimpangan Seksual, DPRD Evaluasi Pelaksanaan Perda P4S

    1 Agustus 2023
    BBM

    Pemicu Inflasi, Ketua DPRD Kota Bogor : Batalkan Kenaikan BBM

    9 September 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Perumda PPJ Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

    22 April 2022

    BOGOR – Presiden Jokowi mengunjungi dua Pasar Tradisional di Kota Bogor, pada Kamis (21/4/2022). Kedatangannya…

    Ekonomi

    Bima Arya Jelaskan Raperda Dana Cadangan Pilkada dan Penyertaan Modal PPJ

    28 Juli 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan penjelasan terkait penyampaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor-Unpar Jalin Kerja Sama, Riset Keberagaman di Kampung Labirin

    11 Oktober 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tentang pendidikan, penelitian…

    DPRD Kota Bogor

    Sambangi Pasar Jambu Dua, Komisi II Cek Harga Komoditas Pangan

    14 Maret 2025

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor mendatangi Pasar Jambu Dua untuk mengecek harga komoditas…

    Daerah

    DPRD Kota Bogor Terima Draft RAPBD 2026, Banggar Langsung Lakukan Pembahasan

    14 November 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor telah menerima draft Rancangan APBD 2026 Kota Bogor yang diserahkan…

    Ekonomi

    Tingkatkan Perekonomian Daerah, DPRD Terbitkan Perda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro

    26 Mei 2021

    BOGOR – Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro merupakan upaya strategis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.