Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Semarak HJB ke-544, Perumda Pasar Pakuan Jaya Gelar Bazar Murah
    • Semarak HJB ke-544, Perumda Pasar Pakuan Jaya Gelar Bazar Murah
    • Semarak HJB ke-544, DPRD Kota Bogor Gelar Aksi Donor Darah dan Bazaar UMKM
    • Sambut HJB 544, Tirta Pakuan Hadirkan Promo Pasang Baru Gratis untuk Rumah Ibadah dan Diskon Spesial untuk Kategori Rumah Tangga
    • Meriahkan HJB, DKPP Kota Bogor Gelar Pangan Murah di Sempur
    • Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Bahas Perda Strategis dan Evaluasi Kinerja Pemkot
    • Idul Adha, Dedie Rachim Ajak Warga Jaga Bogor Tetap Kondusif
    • Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampaknya bagi Lingkungan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Bogor Makers Fair 2023 » Bogor Makers Fair 2023 SMX School of Makers, Tampilkan 30 Projek Kreatif
    Apresiasi

    Bogor Makers Fair 2023 SMX School of Makers, Tampilkan 30 Projek Kreatif

    14 Juni 20233 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    Sebanyak 30 projek yang menggabungkan passion dan konsern ditampilkan para siswa SMX school of Makers dalam acara Bogor Makers Fair 2023 SMX School of Makers di Bogor Creative Center (BCC), Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Sabtu (10/6/2023). Wali Kota Bogor, Bima Arya yang hadir secara langsung mengungkapkan apresiasinya.

    “Apresiasi saya karena sudah banyak program yang seperti SMX School Makers lakukan. Di Kota Bogor Alhamdulillah karena ikhtiar yang SMX berupa talent scouting. Namun PR kita adalah follow through-nya, membangun ekosistem secara keseluruhan, sehingga para anak-anak itu bisa menindaklanjuti inovasi dari projek yang dilakukan,” katanya.

    Untuk dinas terkait jangan hanya sekedar memberikan panggung untuk pameran, tetapi yang lebih penting adalah membukakan ruang untuk selanjutnya, baik riset maupun pengembang produk maupun kiprah selanjutnya.

    “Bisa juga belajar dari kota-kota kreatif dan maju lainnya, seperti Bandung, Yogyakarta maupun Surabaya,” kata Bima Arya.

    Dirinya juga menegaskan kenapa selalu ‘keukeuh’ tentang inovasi, adaptasi dan kolaborasi yang mempertemukan passion dan concern. Menurutnya passion itu lahir dari hati jadi tidak bisa berbohong. Dari kegiatan seperti ini yang penting adalah follow through-nya seperti apa.

    “Karena sayang kalau hanya di pameran di sini, sementara passion dan concern para siswa. Salah satu modal kota untuk berkembang adalah berkembangnya iklim atau ekosistem inovasi, karena pemkot punya keterbatasan, baik SDM, anggaran dan yang lainnya,” ujarnya.

    “Dengan inovasi, Kota digerakkan inovasi yang tumbuh dari warga. Kalau dinas tidak punya passion, pemkot tidak concern maka kita akan ditinggal. Anak-anak muda lebih punya passion, update. Kalau passion dan concernnya kurang maka kolaborasi, sehingga mampu membuka pemikiran kita untuk bisa mengetahui apa yang saat ini tengah digemari apa, bisa mengetahui bahwa segala sesuatunya tidak selalu pakai uang. Kadang gagasan kuat, kegiatan bisa jalan,” paparnya.

    Pada kesempatan itu, Bima Arya menyosialisasikan maskot RuBo dengan tujuan jangka panjang untuk kesejahteraan dan pendapatan asli daerah Kota Bogor.

    Founder SMX School of Makers, Agus Gusnul Yakin menyebutkan, ini tahun kedua dari acara Bogor Makers Fair SMX School of Makers dan sudah dimasukan calendar event untuk memfasilitasi anak-anak muda menampilkan karya dari projek yang didasarkan pada passion dan concern. Apa yang disenangi dan kepedulian terhadap isu-isu yang ada di lingkungan masyarakat.

    “Sebagai ajang panggung bagi siswa SMP SMA di SMX School Makers, ada 30 projek dari para siswa berdasarkan dan mempertemukan dua hal, yakni passion dan concern, apa yang disenangi dan memadukan dengan kepedulian terhadap kondisi yang ada disekitar mereka. Diantaranya membuat aromaterapi berbahan daun sereh atau daun pisang,” jelasnya.

    Diantara projek yang ditampilkan adalah terkait budaya, khususnya buku tentang kujang,  ada juara pertama Bogor Innovation Award (BISA) tahun 2022 tingkat pelajar yang membuat makan untuk kucing berbahan lokal, muwili terkait konservasi edukasi untuk anak-anak dan work terkait platform atau media untuk anak muda kreatif.

    Gusnul menambahkan, dari 4 angkatan yang sudah lulus, sebanyak 40 persen melanjutkan projeknya bahkan hingga menjadi bisnis riil.

    “Ada yang sambil kuliah dan ada juga 13 persen memilih untuk lanjut bisnis langsung. Namun tidak semua menjadi pebisnis dikembalikan ke minat mereka,” ujarnya.

    Adapun peserta yang ambil bagian tidak hanya dari Kota Bogor, ada juga dari Depok, Jakarta, bekasi dan Majalengka yang masih jaringan SMX School of Makers.

    Menurut Gusnul, secara akademik para peserta tidak memiliki bakat akademik. Melalui projek ini para siswa menjadi lebih percaya diri.

    “Bahkan ada dua siswa kami yang autis dan sudah lulus, memiliki bisnis. Bidang-bidang projeknya beragam, ada media, agrikultur, food, konservasi dan sebagian besar masuk ke sub sektor ekonomi kreatif. Jadi ini semacam event ekonomi kreatif tingkat remaja pelajar,” katanya.

    Agus Gusnul Yakin Bima Arya
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Cetak Sejarah Baru, Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin Resmi Bertugas 

    27 Februari 2025
    APBD

    Pansus Raperda Dana Cadangan Porprov Mulai Pembahasan

    19 Juni 2024
    Kota Bogor

    Ngariung Bareng Wartawan DPRD Kota Bogor Sampaikan Laporan Penutupan Masa Sidang

    2 Oktober 2023
    Ekonomi Kreatif

    Panen Raya di “Surga Tersisa”, Kolaborasi Menuju Ketahanan Pangan dan Pariwisata

    17 April 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Cek Stok Minyak Goreng, Atang Tampung Curhatan Pedagang Pasar

    25 Februari 2022

    BOGOR – Mencuatnya isu kelangkaan minyak goreng di pasaran ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota…

    Daerah

    APEKSI Beri Masukan ke Pemerintah Pusat Soal Penghapusan Tenaga Honorer

    11 Juni 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya menyatakan, larangan mempekerjakan honorer bagi…

    Aspirasi

    Terima Aspirasi Aksi Mahasiswa, DPRD Kota Bogor Akan Teruskan ke DPR-RI

    6 September 2022

    BOGOR – Gelombang penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terjadi di Kota Bogor.…

    Ekonomi

    Atty Somaddikarya Prihatin, Daya Beli Masyarakat Bulan Ramadhan Lesu

    26 Maret 2024

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengungkapkan keprihatinannya kepada masyarakat di bulan Ramadhan…

    Ekonomi

    Adityawarman: Koperasi Merah Putih Jangan Buka Warung

    30 Juli 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil setuju dengan pendapat Prof. Lukman M Baga…

    Daerah

    Direksi Baru Dilantik, Perumda Tirta Pakuan Akselarasi Pelayanan dan Pengembangan Bisnis

    27 Maret 2026

    BOGOR – Wali kota Bogor, Dedie A. Rachim, resmi melantik dua direksi baru di tubuh…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.