Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum
    • Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV
    • Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini
    • Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT
    • Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen
    • Pemkot Bogor Perkuat Implementasi SAKIP untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
    • Presiden Prabowo Subianto Serahkan Bantuan 160 Becak Listrik di Kota Bogor
    • Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Peran IWAPI Terus Ditingkatkan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Pemerintahan » Belajar Ekonomi Sirkular di Jepang, Dedie Rachim Siapkan Sistem Pengelolaan Sampah di Hulu
    Daerah

    Belajar Ekonomi Sirkular di Jepang, Dedie Rachim Siapkan Sistem Pengelolaan Sampah di Hulu

    4 Februari 20262 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama enam kepala daerah telah menyelesaikan program lokakarya tentang dukungan untuk membangun ekonomi sirkuler khusus plastik di Indonesia (EIC 02) yang dilaksanakan di Negeri Sakura.

    Kehadiran enam kepala daerah tersebut atas undangan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang. Seluruh biaya akomodasi ditanggung oleh pihak penyelenggara tanpa menggunakan APBD.

    Di sana, Dedie Rachim mengikuti workshop sekaligus mengunjungi lokasi pengolahan sampah.

    “Ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran bagi Kota Bogor. Bahwa dengan akan dilaksanakannya program Waste to Energy melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), masih tetap diperlukan langkah-langkah pemilahan sampah di hulu,” ujarnya di sela kegiatan meninjau longsor Batutulis, Minggu (1/1/2026).

    Sehingga meskipun nantinya PSEL yang saat ini sedang berproses dapat terwujud, maka di bagian hulu tetap harus disiapkan sistem pemilahan sampah yang juga akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

    “Di Indonesia sebenarnya sudah ada pengepul, atau offtaker yang membeli barang-barang tersebut, seperti plastik PET atau PP. Yang membedakan, di Jepang sistemnya dibuat secara kelembagaan. Jadi tidak ada pengepul, tetapi dibentuk lembaga di bawah asosiasi. Kalau di kita seperti bank sampah atau TPS3R,” ujarnya.

    Untuk menerapkan sistem seperti di Jepang, harus terus dibangun kesadaran masyarakat bahwa sampah merupakan tanggung jawab pribadi atau masing-masing keluarga, sehingga tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

    Artinya, sampah yang dihasilkan oleh setiap individu, rumah tangga, atau tempat usaha harus melakukan pemilahan serta berupaya mengurangi produksi sampah. Sebab jika sampah terus diproduksi tanpa dilakukan pengurangan, pemilahan, dan pengolahan, maka akan terus menumpuk di tempat pembuangan akhir yang lambat laun mengalami keterbatasan kapasitas sehingga dikhawatirkan wilayah akan tertutup sampah.

    “Ini akan berdampak besar terhadap lingkungan. Bayangkan kalau terus-menerus dibuang ke TPA, berapa banyak lahan yang harus kita siapkan karena produksi sampah terjadi setiap detik. Dan kalau kita mengandalkan pengelolaan sampah dengan sistem open dumping, tidak akan cukup. Dunia bisa tertutup sampah semua,” jelasnya.

    Sehingga, lanjut Dedie Rachim, semua cara harus ditempuh meskipun tidak ada satu solusi yang paling ampuh. Namun, seluruh solusi yang ada harus diambil sebagai langkah penanganan persampahan.

    “Itu juga yang terus kita lakukan, mulai dari pemilahan sampah, pencegahan atau pengurangan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta cara terbaru bagaimana mengolah sampah menjadi energi ataupun menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

    Hasil lokakarya, workshop, serta kunjungan ke lokasi pengolahan sampah di Jepang tersebut menjadi pembelajaran untuk diterapkan di Indonesia, khususnya di Kota Bogor.

    Dedie A. Rachim EIC 02 PSEL The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships Wali Kota Bogor Waste to Energy
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Hukum Pidana

    Repdem Kota Bogor Berhasil Dampingi Proses Hukum Korban Pencabulan

    26 September 2023
    Kesehatan

    Sesosok Bayi Dalam Tas Gegerkan Warga

    25 Agustus 2020
    Jawa Barat

    TP PKK Gelar Pengajian Ramadan di Masjid Raya Bogor

    5 April 2022

    Duh!!! Tiga Bayi di Kabupaten Bogor Positif Covid-19

    25 September 2020
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Lima Orang Positif, Bima Imbau Salah Satu Bank Swasta Tutup Sementara

    3 Desember 2020

    Barayanews.co.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Panin Bank di…

    Daerah

    Terima Banyak Aduan Soal Pinjol, DPRD Kota Bogor Siapkan Raperda

    30 Mei 2022

    BOGOR – DPRD Kota Bogor saat ini tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Perlindungan…

    Ekonomi

    Wali Kota Bogor Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2022 dan KUA-PPAS 2023

    16 Agustus 2022

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menggelar rapat paripurna yang membahas rancangan Kebijakan Umum…

    APEKSI

    APEKSI Siap Kolaborasi dengan LKPP, Dorong Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri di Daerah

    8 Februari 2023

    Jajaran Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) melakukan pertemuan dengan Kepala Lembaga Pengadaan…

    Anti Korupsi

    Wujudkan Dunia Usaha Antikorupsi, Pelaku Usaha Kota Bogor Ikuti Bimtek

    28 Mei 2025

    BOGOR – Sebanyak 100 pelaku usaha di Kota Bogor menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dunia…

    Ekonomi

    Dedie Rachim Harap Gedung Paviliun BSI Tingkatkan Pelayanan dan Kenyamanan Nasabah

    20 Januari 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, berharap kehadiran Gedung Paviliun Bank Syariah Indonesia…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.