Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • 39 Tahun Mengabdi, Selamat Purna Bakti Pak Sekwan
    • Targetkan PAD Rp2 Triliun, Bapenda dan DPRD Kota Bogor Perketat Penagihan Piutang Usaha
    • Denny Mulyadi Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan
    • Dedie Rachim Ajak Sekolah Swasta Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing
    • Penataan Kawasan Pusat Kota Bogor Menuju Kota Maju dan Berkeadaban
    • YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks
    • Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi
    • Dedie Rachim Pastikan Penataan Lanjutan Terminal Bubulak Tepat Waktu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Pemerintahan » Belajar Ekonomi Sirkular di Jepang, Dedie Rachim Siapkan Sistem Pengelolaan Sampah di Hulu
    Daerah

    Belajar Ekonomi Sirkular di Jepang, Dedie Rachim Siapkan Sistem Pengelolaan Sampah di Hulu

    4 Februari 20262 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama enam kepala daerah telah menyelesaikan program lokakarya tentang dukungan untuk membangun ekonomi sirkuler khusus plastik di Indonesia (EIC 02) yang dilaksanakan di Negeri Sakura.

    Kehadiran enam kepala daerah tersebut atas undangan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang. Seluruh biaya akomodasi ditanggung oleh pihak penyelenggara tanpa menggunakan APBD.

    Di sana, Dedie Rachim mengikuti workshop sekaligus mengunjungi lokasi pengolahan sampah.

    “Ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran bagi Kota Bogor. Bahwa dengan akan dilaksanakannya program Waste to Energy melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), masih tetap diperlukan langkah-langkah pemilahan sampah di hulu,” ujarnya di sela kegiatan meninjau longsor Batutulis, Minggu (1/1/2026).

    Sehingga meskipun nantinya PSEL yang saat ini sedang berproses dapat terwujud, maka di bagian hulu tetap harus disiapkan sistem pemilahan sampah yang juga akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

    “Di Indonesia sebenarnya sudah ada pengepul, atau offtaker yang membeli barang-barang tersebut, seperti plastik PET atau PP. Yang membedakan, di Jepang sistemnya dibuat secara kelembagaan. Jadi tidak ada pengepul, tetapi dibentuk lembaga di bawah asosiasi. Kalau di kita seperti bank sampah atau TPS3R,” ujarnya.

    Untuk menerapkan sistem seperti di Jepang, harus terus dibangun kesadaran masyarakat bahwa sampah merupakan tanggung jawab pribadi atau masing-masing keluarga, sehingga tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

    Artinya, sampah yang dihasilkan oleh setiap individu, rumah tangga, atau tempat usaha harus melakukan pemilahan serta berupaya mengurangi produksi sampah. Sebab jika sampah terus diproduksi tanpa dilakukan pengurangan, pemilahan, dan pengolahan, maka akan terus menumpuk di tempat pembuangan akhir yang lambat laun mengalami keterbatasan kapasitas sehingga dikhawatirkan wilayah akan tertutup sampah.

    “Ini akan berdampak besar terhadap lingkungan. Bayangkan kalau terus-menerus dibuang ke TPA, berapa banyak lahan yang harus kita siapkan karena produksi sampah terjadi setiap detik. Dan kalau kita mengandalkan pengelolaan sampah dengan sistem open dumping, tidak akan cukup. Dunia bisa tertutup sampah semua,” jelasnya.

    Sehingga, lanjut Dedie Rachim, semua cara harus ditempuh meskipun tidak ada satu solusi yang paling ampuh. Namun, seluruh solusi yang ada harus diambil sebagai langkah penanganan persampahan.

    “Itu juga yang terus kita lakukan, mulai dari pemilahan sampah, pencegahan atau pengurangan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta cara terbaru bagaimana mengolah sampah menjadi energi ataupun menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

    Hasil lokakarya, workshop, serta kunjungan ke lokasi pengolahan sampah di Jepang tersebut menjadi pembelajaran untuk diterapkan di Indonesia, khususnya di Kota Bogor.

    Dedie A. Rachim EIC 02 PSEL The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships Wali Kota Bogor Waste to Energy
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Tirta Pakuan Bogor Targetkan 20 Ribu Pelanggan Baru dan Optimalisasi Layanan di 2025

    23 Februari 2025
    Kesehatan

    Legislasi Omnibuslaw Masuki Babak Baru, Kabag Hukum dan HAM : Harus Diiringi Semua Pihak!

    18 September 2021
    Jawa Barat

    Gelar Reses, DPRD Kota Bogor Jaring Empat Masalah Mendasar Kota Bogor

    24 Juni 2022
    Ekonomi

    Adityawarman Resmikan Job Fair 2025 Kota Bogor

    16 Oktober 2025
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Daerah

    Perumda Tirta Pakuan Dikategorikan BUMD Air Minum Sehat oleh Kementrian PUPR

    23 Februari 2022

    BOGOR – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dikategorikan sehat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

    Bisnis

    HUT ke-22 APEKSI, Bima Arya Ajak Kepala Daerah Bangkitkan Ekonomi Lewat Produk Lokal

    28 Mei 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya mengajak 98 wali kota anggota…

    Bogor

    Kompak, Bima dan Atang hingga PWI Jabar Apresiasi Raker ke-2 PWI Kota Bogor

    4 September 2022

    BOGOR – Rapat Kerja (Raker) ke-2 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor yang digelar selama…

    Ekonomi

    Harga Berangsur Normal, Mendag Cek Bahan Pokok di Kota Bogor

    18 Maret 2024

    BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik…

    Ekonomi

    Pansus RPJMD Dorong Penurunan Kemiskinan, Atty Somaddikarya Desak OPD Fokus pada Program Pro-Rakyat

    19 Juli 2025

    BOGOR – Dalam rapat koordinasi Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Kota Bogor, anggota DPRD Kota Bogor…

    Daerah

    Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

    14 Maret 2026

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Danantara bersama Badan Usaha Pelaksana…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.