Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Dugaan Mobil Dinas Dipakai Sipil Disorot, STS : Akan Kita Dalami
    • Warga RW 02 Empang Dukung Nazhir dan Pemkot Tata Alun-alun Empang
    • Jembatan Penghubung Paledang–Pasir Jaya Dikebut, Jenal Minta Tak Ada Keterlambatan
    • Tinjau Longsor Kedung Badak, Banu Bagaskara Desak BBWS Segera Bertindak
    • Pastikan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Tinjau Pasar Jambu Dua
    • Pemkot Bogor Apresiasi HBLM Perangi Stunting Kota Bogor
    • 316 Atlet Muda Ramaikan Kejurkot Bulutangkis Kota Bogor 2026
    • Promosi Digital Dongkrak Minat UMKM Isi Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Pemerintahan » Belajar Ekonomi Sirkular di Jepang, Dedie Rachim Siapkan Sistem Pengelolaan Sampah di Hulu
    Daerah

    Belajar Ekonomi Sirkular di Jepang, Dedie Rachim Siapkan Sistem Pengelolaan Sampah di Hulu

    4 Februari 20262 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama enam kepala daerah telah menyelesaikan program lokakarya tentang dukungan untuk membangun ekonomi sirkuler khusus plastik di Indonesia (EIC 02) yang dilaksanakan di Negeri Sakura.

    Kehadiran enam kepala daerah tersebut atas undangan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang. Seluruh biaya akomodasi ditanggung oleh pihak penyelenggara tanpa menggunakan APBD.

    Di sana, Dedie Rachim mengikuti workshop sekaligus mengunjungi lokasi pengolahan sampah.

    “Ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran bagi Kota Bogor. Bahwa dengan akan dilaksanakannya program Waste to Energy melalui pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), masih tetap diperlukan langkah-langkah pemilahan sampah di hulu,” ujarnya di sela kegiatan meninjau longsor Batutulis, Minggu (1/1/2026).

    Sehingga meskipun nantinya PSEL yang saat ini sedang berproses dapat terwujud, maka di bagian hulu tetap harus disiapkan sistem pemilahan sampah yang juga akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

    “Di Indonesia sebenarnya sudah ada pengepul, atau offtaker yang membeli barang-barang tersebut, seperti plastik PET atau PP. Yang membedakan, di Jepang sistemnya dibuat secara kelembagaan. Jadi tidak ada pengepul, tetapi dibentuk lembaga di bawah asosiasi. Kalau di kita seperti bank sampah atau TPS3R,” ujarnya.

    Untuk menerapkan sistem seperti di Jepang, harus terus dibangun kesadaran masyarakat bahwa sampah merupakan tanggung jawab pribadi atau masing-masing keluarga, sehingga tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

    Artinya, sampah yang dihasilkan oleh setiap individu, rumah tangga, atau tempat usaha harus melakukan pemilahan serta berupaya mengurangi produksi sampah. Sebab jika sampah terus diproduksi tanpa dilakukan pengurangan, pemilahan, dan pengolahan, maka akan terus menumpuk di tempat pembuangan akhir yang lambat laun mengalami keterbatasan kapasitas sehingga dikhawatirkan wilayah akan tertutup sampah.

    “Ini akan berdampak besar terhadap lingkungan. Bayangkan kalau terus-menerus dibuang ke TPA, berapa banyak lahan yang harus kita siapkan karena produksi sampah terjadi setiap detik. Dan kalau kita mengandalkan pengelolaan sampah dengan sistem open dumping, tidak akan cukup. Dunia bisa tertutup sampah semua,” jelasnya.

    Sehingga, lanjut Dedie Rachim, semua cara harus ditempuh meskipun tidak ada satu solusi yang paling ampuh. Namun, seluruh solusi yang ada harus diambil sebagai langkah penanganan persampahan.

    “Itu juga yang terus kita lakukan, mulai dari pemilahan sampah, pencegahan atau pengurangan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta cara terbaru bagaimana mengolah sampah menjadi energi ataupun menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

    Hasil lokakarya, workshop, serta kunjungan ke lokasi pengolahan sampah di Jepang tersebut menjadi pembelajaran untuk diterapkan di Indonesia, khususnya di Kota Bogor.

    Dedie A. Rachim EIC 02 PSEL The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships Wali Kota Bogor Waste to Energy
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    MTQ Kota Bogor ke-43 Digelar, Fokus pada Pembinaan dan Ukhuwah Islamiah

    12 Agustus 2024
    Ekonomi

    21-25 Agustus, Ada Bazar UMKM di Kelurahan Babakan Pasar

    25 Agustus 2022
    Kesehatan

    Sejumlah Pejabat Struktural Perumda PPJ Resmi Tempati Jabatan Baru Hari ini

    27 Juni 2022
    Covid19

    Upaya Percepatan Vaksin, Perumda PPJ dan Polresta Bogor Kota Gelar Vaksinasi di Pasar TU Kemang

    3 Maret 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Covid19

    Perumda PPJ Sambut Kedatangan Presiden Jokowi

    22 April 2022

    BOGOR – Presiden Jokowi mengunjungi dua Pasar Tradisional di Kota Bogor, pada Kamis (21/4/2022). Kedatangannya…

    Ekonomi

    Bima Arya Jelaskan Raperda Dana Cadangan Pilkada dan Penyertaan Modal PPJ

    28 Juli 2022

    Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan penjelasan terkait penyampaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni…

    Ekonomi

    Pemkot Bogor-Unpar Jalin Kerja Sama, Riset Keberagaman di Kampung Labirin

    11 Oktober 2022

    Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjalin kerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) tentang pendidikan, penelitian…

    DPRD Kota Bogor

    Sambangi Pasar Jambu Dua, Komisi II Cek Harga Komoditas Pangan

    14 Maret 2025

    BOGOR – Komisi II DPRD Kota Bogor mendatangi Pasar Jambu Dua untuk mengecek harga komoditas…

    Daerah

    DPRD Kota Bogor Terima Draft RAPBD 2026, Banggar Langsung Lakukan Pembahasan

    14 November 2025

    BOGOR – DPRD Kota Bogor telah menerima draft Rancangan APBD 2026 Kota Bogor yang diserahkan…

    Ekonomi

    Tingkatkan Perekonomian Daerah, DPRD Terbitkan Perda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro

    26 Mei 2021

    BOGOR – Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro merupakan upaya strategis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.