Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Dugaan Mobil Dinas Dipakai Sipil Disorot, STS : Akan Kita Dalami
    • Warga RW 02 Empang Dukung Nazhir dan Pemkot Tata Alun-alun Empang
    • Jembatan Penghubung Paledang–Pasir Jaya Dikebut, Jenal Minta Tak Ada Keterlambatan
    • Tinjau Longsor Kedung Badak, Banu Bagaskara Desak BBWS Segera Bertindak
    • Pastikan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Tinjau Pasar Jambu Dua
    • Pemkot Bogor Apresiasi HBLM Perangi Stunting Kota Bogor
    • 316 Atlet Muda Ramaikan Kejurkot Bulutangkis Kota Bogor 2026
    • Promosi Digital Dongkrak Minat UMKM Isi Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BarayaNewsBarayaNews
    • Politik
      • Nasional
      • Internasional
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Teknologi
      • Gadget
    • Peristiwa
    • Kesehatan
    • Kolom Penulis
    • Kota Bogor
    BarayaNewsBarayaNews
    Home » Politik » Kota Bogor » Banu Bagaskara : Raperda Perlindungan Anak Upaya Tekan Angka Kekerasan yang Terus Meningkat
    Kota Bogor

    Banu Bagaskara : Raperda Perlindungan Anak Upaya Tekan Angka Kekerasan yang Terus Meningkat

    11 September 20252 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Telegram WhatsApp

    BOGOR – DPRD Kota Bogor menggelar Rapat Dengar Pendapat untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan Anak. Raperda ini dinilai mendesak mengingat angka kekerasan terhadap anak di Kota Bogor terus meningkat setiap tahun.

    Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Banu Bagaskara, mengungkapkan berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), tercatat ada 87 kasus kekerasan anak sepanjang 2024. Angka tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Dari 2019 hingga 2024 kasusnya terus naik, dari 48 kasus menjadi 87 kasus. Itu pun hanya yang dilaporkan, sehingga kemungkinan jumlah sebenarnya lebih besar,” ujar Banu dalam Rapat Dengar Pendapat, Rabu (10/9/2025).

    Menurutnya, fakta ini menunjukkan perlindungan anak di Kota Bogor masih lemah, meski sudah ada Perda Kota Layak Anak sejak 2017. Karena itu, Raperda Perlindungan Anak disusun untuk memperkuat perlindungan hukum sekaligus memastikan hak-hak anak terpenuhi.

    Tujuan Raperda ini antara lain menjamin anak terbebas dari kekerasan, menyediakan ruang partisipasi bagi anak, serta melibatkan seluruh pihak mulai dari pemerintah, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha.

    Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti belum terintegrasinya data anak, koordinasi antar instansi yang belum optimal, dan keterbatasan anggaran.

    “Jika Raperda ini ditegakkan, kita berharap sekolah bisa jadi ruang aman dan bebas kekerasan, dunia usaha punya payung hukum untuk mendukung program ramah anak lewat CSR, dan anak-anak bisa ikut berpendapat melalui Forum Anak,” jelas Banu.

    Ia menambahkan, Raperda ini juga mendorong adanya sistem data anak terintegrasi, pendanaan responsif anak, serta partisipasi masyarakat dalam melapor jika terjadi kekerasan.

    “Melindungi anak bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Anak bukan objek kebijakan, melainkan subjek pembangunan. Menjaga mereka hari ini berarti menjaga masa depan Kota Bogor,” pungkasnya.

    Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor Banu Bagaskara DPRD Kota Bogor Raperda Perlindungan Anak
    Add A Comment

    Bagaimana Pendapat Anda?Batalkan balasan

    Berita Lainnya
    Kota Bogor

    Boxies Launching, Boxies Bikin Pusing

    13 Januari 2020
    Kota Bogor

    Satpol PP Kota Bogor Bongkar Kios Miras di Jambu Dua 

    6 Agustus 2024
    Kesehatan

    LDS Charities Sumbang 1.250 Alat Tes Swab Antigen

    7 Juli 2021
    Bogor

    Bisa Tekan Inflasi, Dedie Ajak Warga Tanam Bawang dan Cabai

    29 September 2022
    Kolom Penulis
    Kolom Penulis

    Anak Muda dan Kaderisasi Partai Politik

    5 Januari 2024

    Demokrasi kita dibangun berdasarkan amanat UUD dan berasaskan Pancasila. Disitu jelas bahwa suara kita, aspirasi…

    Pembebasan Biaya Pendidikan, Sesuai Harapan Kah?

    1 Desember 2020
    Trending
    Ekonomi

    Cek Stok Minyak Goreng, Atang Tampung Curhatan Pedagang Pasar

    25 Februari 2022

    BOGOR – Mencuatnya isu kelangkaan minyak goreng di pasaran ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota…

    Daerah

    APEKSI Beri Masukan ke Pemerintah Pusat Soal Penghapusan Tenaga Honorer

    11 Juni 2022

    Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya menyatakan, larangan mempekerjakan honorer bagi…

    Aspirasi

    Terima Aspirasi Aksi Mahasiswa, DPRD Kota Bogor Akan Teruskan ke DPR-RI

    6 September 2022

    BOGOR – Gelombang penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terjadi di Kota Bogor.…

    Ekonomi

    Atty Somaddikarya Prihatin, Daya Beli Masyarakat Bulan Ramadhan Lesu

    26 Maret 2024

    BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengungkapkan keprihatinannya kepada masyarakat di bulan Ramadhan…

    Ekonomi

    Adityawarman: Koperasi Merah Putih Jangan Buka Warung

    30 Juli 2025

    BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil setuju dengan pendapat Prof. Lukman M Baga…

    Daerah

    Direksi Baru Dilantik, Perumda Tirta Pakuan Akselarasi Pelayanan dan Pengembangan Bisnis

    27 Maret 2026

    BOGOR – Wali kota Bogor, Dedie A. Rachim, resmi melantik dua direksi baru di tubuh…

    Tentang Kami

    BarayaNews.co.id

    PT. Kreasi Baraya Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media yang menaungi website portal berita barayanews.co.id untuk menayangkan berita terkini dan terpercaya.

    Laman Kami
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Syarat Karya Tulis
    © 2026 PT Kreasi Baraya Mandiri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.